BPS: Harga Beras yang Turun Picu Deflasi di DIY

Selasa, 04 Jun 2024, 01:18 WIB

Yogyakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyebut penurunan harga beras menjadi penyebab provinsi ini mengalami deflasi pada Mei 2024 secara bulanan.

Kepala BPS DIY Herum Fajarwati di Yogyakarta, Senin, mengatakan selain beras, deflasi sebesar 0,08 persen di DIY turut disumbang komoditas tembakau dan transportasi.

"Pada bulan Mei 2024 ini merupakan deflasi DIY yang kedua. Sebelumnya deflasi terjadi di Januari 2024," ujar Herum.

Penurunan harga beras di DIY, kata dia, disebabkan adanya panen raya di Kabupaten Gunungkidul serta kabupaten lain pada Mei 2024.

"Ini mengakibatkan harga beras turun, sehingga deflasi terjadi. Harga beras memberikan andil deflasi sebesar 0,15 persen," kata dia.

Herum menjelaskan deflasi yang terjadi pada Mei 2024 ini mendukung kestabilan kondisi ekonomi DIY setelah terjadi inflasi pada April 2024 bertepatan dengan libur hari raya Idul Fitri.

Meski beberapa bulan ke depan diprediksi akan terjadi kekeringan, Herum optimistis laju inflasi akan tetap terkendali sehingga ekonomi tetap bertumbuh, daya beli tidak turun, sehingga kesejahteraan petani dan kondisi ekonomi masyarakat tetap meningkat.

"Dampak deflasi yang paling bisa dirasakan masyarakat adalah membuat harga-harga akan cenderung turun. Kalau harga beras turun untuk yang tidak punya sawah itu menguntungkan, tapi yang punya sawah ya berdampak terhadap nilai tukar petani," kata dia.

Menurut dia, petani di DIY tidak hanya menanam gabah saja tetapi juga komoditas lainnya seperti kelapa dan komoditas lain yang harganya cenderung naik.

"Peternakan juga baik, jadi menurut saya ini bagus dan seimbang," ujar dia.

Dia belum bisa memastikan apakah DIY beberapa bulan ke depan akan mengalamideflasi kembali atau justru terjadi inflasi mengingat provinsi ini adalah daerah wisata dan pendidikan dan panen juga masih akan terjadi pada Juni.

"Inflasi harus tapi terkendali supaya ekonomi tetap berjalan. Di sisi lain, daya beli masyarakat tetap terjaga," ujar dia.

Sebelumnya, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY mencatat produksi padi hingga April 2024 di DIY mencapai 411.330 ton gabah kering giling (GKG) dari lahan seluas 73.726,48 hektare.

Panen padi tersebut paling luas di Kabupaten Gunungkidul mencapai 45.526,9 hektare, Sleman 12.643,3 hektare, disusul Kabupaten Bantul 9.704,25 hektare, Kulon Progo 5.373,2 hektare, dan Kota Yogyakarta 19,83 hektare.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

Putus Akibat Gempa, Akses Jembatan Wae Dampek di Manggarai Timur Pulih

Kapal Kargo Muatan Bijih Besi Tujuan Singapura Tenggelam di Lepas Pantai India, Dua ABK Selamat

Kucuran Beras Capai 1,65 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Rem Harga Beras di Puncak El Nino

BPBD Cilacap Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kekeringan Meteorologis

Menlu Tiongkok Wang Yi Temui Ketua DEN RI Luhut Panjaitan Bahas Investasi di Indonesia

Ratusan Rumah Adat Sade Ludes Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus Pulihkan Korban

Korea Utara Tuding Rencana Perluasan Anggaran Pertahanan Jepang Sebagai 'Persiapan Perang'

Brentford Kalahkan Tottenham Hotspur dengan Skor Telak 3-0

Pemprov NTT Percepat Perbaikan Infrastruktur Terdampak Gempa M7,7

Pemerintah Kota Batam Siapkan Subpenyalur BBM Nelayan di Pulau Rempang

Permudah Akses BBM Subsidi, Pemkot Batam Siap Bangun SPBU untuk Nelayan di Pulau Rempang

Harga Daging Ayam Ras di Dua Kabupaten di Riau di Atas Rp40.000/Kg

Film "The Odyssey" Laris di Korea Selatan, Lampaui 6 Juta Penonton

Balas Trump, Iran Peringatkan Negara yang Gabung dengan Sanksi AS Dianggap 'Musuh'

BMKG Prakirakan Sebagian Besar Wilayah RI Diprakirakan Cerah Berawan pada Minggu

Shopee Gandakan Donasi, Perkuat Gotong Royong Digital untuk Pemulihan Paska Gempa NTT

PT KAI Menilai Sejumlah Kegiatan di Purwokerto Tingkatkan Mobilitas Masyarakat

Lampaui Target Nasional, Banten Jadi Contoh CKG-TBC

Tidak Hanya Jadi Ajang Olahraga, Purwokerto City Run 2026 Kenalkan Budaya Lokal

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.