Konsumsi Buah dan Sayur Bantu Pengaruhi Tidur Lebih Optimal

Minggu, 02 Jun 2024, 12:34 WIB

Nutrisi yang baik tidak hanya memastikan kesehatan secara keseluruhan tetapi juga meningkatkan kualitas tidur. Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa nutrisi yang lebih baik, khususnya dengan memasukkan lebih banyak buah dan sayuran ke dalam menu makanan dapat membantu orang mencapai durasi tidur yang optimal.

Dalam studi yang dipublikasikan di Frontiers in Nutrition, para peneliti meneliti bagaimana durasi tidur mempengaruhi konsumsi buah dan sayuran dan sebaliknya. Mereka juga menyelidiki bagaimana kronotipe individu-apakah seseorang adalah orang yang suka bangun pagi atau burung hantu-mungkin mempengaruhi pilihan diet dan pola tidur.

Ket. Foto: — Sumber: Istimewa

Hasilnya menunjukkan bahwa penurunan asupan buah dan sayuran tertentu dikaitkan dengan durasi tidur yang panjang dan pendek. Para peneliti juga mencatat bahwa penyimpangan dari durasi tidur normal dikaitkan dengan penurunan konsumsi buah dan sayuran, yang menunjukkan perlunya mempertimbangkan pola tidur dalam intervensi diet.

Untuk penelitian ini, para peneliti mengumpulkan data dari 5.043 orang dewasa yang menjadi bagian dari Studi Nasional FinHealth 2017 di Finlandia. Para peserta mengisi kuesioner komprehensif yang menanyakan tentang pola makan mereka selama 12 bulan terakhir. Mereka juga memberikan informasi tentang pola tidur mereka, termasuk kronotipe dan berapa lama mereka biasanya tidur dalam sehari. Data ini membantu para peneliti menganalisis hubungan antara pola makan, durasi tidur, dan kronotipe.

Berdasarkan jawaban yang diberikan, terdapat tiga kategori durasi tidur, seperti tidur pendek dengan kurang dari 7 jam sehari, tidur normal dengan tujuh hingga sembilan jam tidur setiap hari, dan tidur panjang dengan lebih dari sembilan jam. Terdapat 21% orang yang tidur pendek, dan 2,9% orang yang tidur lama, sementara 76,1% memiliki durasi tidur yang normal.

Terdapat 61,7% peserta dalam kronotipe menengah, sementara 22,4% pada kelompok pagi, dan 15,9% pada kronotipe malam.

Para peneliti mencatat bahwa orang yang tidur normal menunjukkan asupan buah dan sayuran yang lebih tinggi di semua sub-kelompok buah dan sayuran dibandingkan dengan orang yang tidur pendek dan panjang.

Namun, mereka menemukan bahwa kronotipe memiliki dampak minimal pada hubungan antara konsumsi buah dan sayuran dan durasi tidur.

"Intervensi yang ditargetkan yang berfokus pada sub-kelompok [buah dan sayur] dengan asosiasi yang jelas, seperti sayuran berdaun hijau dan sayuran buah dapat mengarah pada perubahan perilaku yang berdampak. Penelitian tambahan, terutama studi longitudinal, diperlukan untuk lebih memahami hubungan ini dan implikasi kesehatan masyarakatnya, terutama di daerah dengan struktur populasi dan pola makan yang mirip dengan Finlandia," para peneliti menyimpulkan, dikutip dari Medical Daily, Kamis (30/5).

Redaktur: Fiter Bagus

Penulis: Rivaldi Dani Rahmadi

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.