Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Program Hilirisasi Perlu Dievaluasi

📅 Jumat, 24 Mei 2024, 09:57 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Program Hilirisasi Perlu Dievaluasi Doc: ISTIMEWA

JAKARTA - DPR RI mendesak pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh program hilirisasi mineral nasional. Hal tersebut diungkapkannya menyusul terjadinya ledakan smelter di PT Kalimantan Ferro Industry (KFI) pekan lalu.

"Pemerintah jangan anggap enteng rentetan kecelakaan di smelter milik perusahaan Tiongkok. Sebab, hal itu bisa membahayakan masyarakat di sekitar kawasan smelter," tegas anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto, di Jakarta, Rabu (22/5).

Dia menjelaskan peristiwa tersebut jadi momentum yang tepat untuk mengadakan pembaruan agar pengelolaan sumber daya alam di Indonesia semakin optimal dalam memberikan nilai tambah domestik dan efek kesejahteraan bagi masyarakat. "Ini kan menyedihkan kalau sebentar-bentar terjadi ledakan smelter yang menimbulkan kerugian besar bagi pekerja ataupun masyarakat," tambahnya

Mulyanto menilai penerimaan keuangan negara dari program hilirisasi itu tidak sebanding dengan insentif yang diberikan pemerintah. Pasalnya, berbagai kemudahan dan insentif fiskal maupun nonfiskal, termasuk pembebasan PPh badan dan bea keluar ekspor telah digelontorkan negara untuk mendukung habis-habisan sektor ini.

Belum lagi dampak sosial-lingkungan yang terus berulang baik ledakan smelter, seperti yang kembali terjadi di Kalimantan, maupun bentrok antarpekerja. Sementara produk program hilirisasi ini hanya berupa nickel pig iron (NPI) dan ferro nikel dengan nilai tambah rendah, sedangkan sembilan puluh persen lebih penerimaan hasil ekspor produk smelter dinikmati oleh investor asing.

"Program Hilirisasi setengah hati ini harus dihentikan. Saatnya kita evaluasi secara komprehensif program hilirisasi nasional, agar kita dapat meningkatkan nilai tambah domestik dan Indonesia menjadi semakin berdaulat. Pemerintahan baru ke depan memiliki peran yang strategis," tegasnya.

Seperti diketahui, ledakan smelter nikel terjadi di area pembuangan slag nikel pabrik smelter milik PT Kalimantan Ferro Industry (KFI) di Desa Pendingin, Sangasanga, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Kamis (16/5). Kecelakaan ini mengakibatkan dua pekerja mengalami luka-luka.

Owner Representative PT KFI, M. Ardhi Soemargo, menjelaskan insiden ini terjadi sekitar pukul 18.40 WITA dan berlangsung selama beberapa menit. Dia menjelaskan pabrik smelter nikel kini telah kembali beroperasi normal tanpa adanya kerusakan pada sistem produksi.

Sekitar pukul 19.00 WITA api dapat dipadamkan oleh mobil pemadam PT KFI. Adapun Polsek Sangasanga telah mendalami kejadian kecelakaan kerja tersebut. Dijelaskan sebanyak tiga korban yang dari kejadian meledaknya salah satu Pabrik Kolam Limbah Tungku 1 milik PT KFI. "Akibat ledakan tersebut gudang logistik yang berada di samping kolam limbah ikut terbakar," ujar Kapolres Kukar AKBP Heri Rusyaman, melalui Kapolsek Sangasanga AKP Baihaki.

Kualitas Minim

Sementara itu, pengamat energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Fahmi Radi, menyoroti kecelakaan yang terjadi secara berulang pada smelter nikel. Dia menilai kasus tersebut terus terjadi karena standar keamanan yang minim pada smelter Tiongkok.

"Sebab, kalau standar internasional tidak akan terjadi kecelakaan seperti ini, apalagi berulang atau zero accident,"pungkasnya.

Dia berharap pemerintah tidak hanya menerima saja investasi dari luar, tetapi harus utamakan kualitas atau standar internasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Olahraga
Mulai 2027, Aturan Pelacaka...

Anoman Obong Kalau Jadi Tema Game Bakal Seru

42 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Anoman Obong Kalau Jadi Tem...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.