AS Beri Hibah Infrastruktur Digital kepada Perusahaan Filipina dan Bangladesh

Kamis, 23 Mei 2024, 07:00 WIB

Jakarta - Amerika Serikat memberikan hibah pendanaan guna mendukung infrastruktur digital kepada perusahaan Filipina dan Bangladesh di Forum Bisnis Indo-Pasifik (IPBF) yang digelar untuk keenam kalinya di Kota Manila, Filipina.

"Kami menyediakan pendanaan berbasis hibah untuk mempersiapkan proyek infrastruktur, termasuk menunjukkan kelayakan teknologi baru, dan menciptakan kasus bisnis untuk menarik pembiayaan bagi penerapan teknologi tersebut," ujar Direktur Badan Perdagangan dan Pembangunan Amerika Serikat (USTDA) Enoh T. Ebong dalam konferensi pers digelar daring Selasa (21/5) sore.

Ebong mengatakan dalam forum bisnis tersebut pihaknya memberikan hibah kepada perusahaan Filipina, RISE yang bertanggung jawab dalam upaya keberlanjutan Internet.

Perusahaan tersebut dinilai akan membantu penyedia layanan Internet di Filipina untuk memperkuat penyediaan layanan Internet berkualitas tinggi dan tangguh, terutama di komunitas yang kurang terlayani.

Selain itu, USTDA memberikan hibah kepada perusahaan telekomunikasi Bangladesh CDNet Communications Limited guna mengembangkan sistem kabel serat optik bawah laut yang terpercaya di Bangladesh, yang akan membantu memperluas konektivitas internet berkecepatan tinggi bagi warganya.

USTDA juga menyetujui pendanaan untuk program tambahan di wilayah tersebut.

Ebongmenyebutkan sebelumnyaUSTDA menyetujui pendanaan kepada Dewan Kota Sepang guna memaksimalkan penggunaan teknologi kota pintar, dan mentransformasi penyediaan layanan yang berfokus pada masyarakat.

Dia mengatakan sebagai salah satu penyelenggara forum tersebut, selama 30 tahun pihaknya bermitra dengan sejumlah negara berkembang di Indo-Pasifik untuk memobilisasi modal dan membawa inovasi AS ke dalam pembangunan infrastruktur berkelanjutan.

Dalam kesempatan yang sama, pejabat Senior AS untuk Kerjasama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) biro urusan Asia Timur dan Pasifik, Matt Muray mengatakan IPBF merupakan peluang bagi sektor swasta untuk melibatkan para anggota dari seluruh kawasan, dan dari Amerika Serikat untuk mempelajari berbagai peluang untuk kolaborasi pemerintah-swasta.

Muray mengatakan Indo-Pasifik tetap menjadi kawasan yang sangat penting bagi Amerika Serikat dari sudut pandang perdagangan dan investasi.

"Perusahaan-perusahaan AS adalah sumber utama investasi asing langsung di sini, dengan investasi hampir 1 triliun dolar AS (Rp15 kuadriliun), di wilayah ini, dan AS tetap menjadi mitra dagang penting dengan perdagangan dua arah senilai 2 triliun dolar AS (Rp31 kuadriliun)," jelas Muray.

Muray mengatakan pihaknya secara substansial menyelesaikan tiga pilar Kerangka Ekonomi Indo-Pasifik (IPEF) pada November 2023, dan akan tersebut menindaklanjutinya.

Dia menambahkanAPEC juga meluncurkan Kemitraan dalam Infrastruktur Global dan Akselerator Investasi IPEF (PGII). Ia juga menyambut baik proyek Koridor Luzon diumumkan di wilayah trilateral AS-Filipina-Jepang sebagai upaya pertama akselerator dengan cara tersebut.

Menurut Muray,APEC secara regional fokus bekerja sama dengan Quad - bersama Jepang, Australia, dan India - dalam sejumlah proyek berbeda terkait kesehatan, iklim, dan infrastruktur.

Selain itu APEC telah bekerja sama dengan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), di bawah Kemitraan Strategis Komprehensif yang baru saja ditingkatkan, untuk bekerja di bidang ekonomi, termasuk pertemuan tingkat menteri di bidang kesehatan, lingkungan hidup, dan iklim, energi, transportasi, dan pemberdayaan ekonomi perempuan.

APEC juga bekerja sebagai mitra dialog dengan ASEAN mengenai Perjanjian Kerangka Ekonomi Digital.

"Dengan semua upaya regional tersebut, jelas terdapat sejumlah upaya selama setahun terakhir untuk benar-benar memperkuat kemitraan bilateral kita dengan kawasan. Kami menyambut Presiden Republik Korea, Perdana Menteri Jepang, dan juga Presiden Marcos di Amerika Serikat, serta banyak pemimpin lainnya, untuk terus memajukan kemitraan ekonomi di bawah Strategi Indo-Pasifik Presiden Biden," demikian Muray.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

Wadoh, Investor Korea Selatan Diduga Jadi Korban “Mafia Legal Formal”

Shin Tae-yong Puas Pola Permainan Persija Nyaris Sempurna Jelang Liga

Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

Event Budaya Lokal Dipadukan Sport dan Lifestyle Bakal Perkuat Pengembangan Mandalika

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.