Beijing Tegaskan Taiwan Perubahan Politik Tak Ganggu Prinsip Satu Tiongkok

Rabu, 22 Mei 2024, 00:05 WIB

Istanbul - Pemerintah Tiongkok pada Senin menegaskan kembali bahwa Taiwan adalah "bagian yang tidak dapat dicabut" dari Tiongkok, dan mengatakan bahwa perubahan politik di sana tidak akan memengaruhi prinsip satu Tiongkok.

"Taiwan bukan negara. Pulau itu akan selalu menjadi bagian yang tidak dipisah dari Tiongkok," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Wang Wenbin.

"Masyarakat internasional telah lama menyimpulkan masalah ini. Ini adalah komponen penting dari tatanan internasional pasca Perang Dunia II," ujarnya.

Pernyataan Wang muncul setelah William Lai dari Partai Progresif Demokrat memulai masa jabatannya sebagai pemimpin ke delapan Taiwan setelah diambil sumpah di kantor kepresidenan pada Senin.

William menggantikan satu-satunya kepala eksekutif perempuan di pulau itu, Tsai Ing-wen.

Dengan memperhatikan bahwa jumlah negara yang mengakui prinsip satu Tiongkok telah meningkat dari 60 menjadi 183, jubir Kemenluitu mengatakan, "Prinsip satu Tiongkok bukan hanya konsensus universal, tetapi juga norma dasar dalam hubungan internasional."

"Kemerdekaan Taiwan adalah jalan buntu," kata Wang kepada wartawan di Beijing, menurut kementerian tersebut.

Wang mengatakan, "Mencampuri urusan internal Tiongkok dan mendukung kemerdekaan separatis Taiwan tidak akan mendapatkan apa pun."

"Apa pun perubahan politik di Taiwan, tidak akan mengubah fakta bahwa kedua sisi Semenanjung Taiwanmilik satu Tiongkok yang sama, komitmen dunia yang teguh terhadap prinsip satu Tiongkok," kata Wang.

"... dan terlebih lagi kecenderungan menuju reunifikasi Tiongkok yang tidak dapat dihentikan oleh siapa pun," ujarnya.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.