'Jam Perdamaian' Hiroshima Disetel Ulang Usai AS Uji Coba Nuklir Subkritis

Selasa, 21 Mei 2024, 17:41 WIB

TOKYO - Museum bom atom di Hiroshima telah mengatur ulang jamnya yang menunjukkan jumlah hari yang telah berlalu sejak uji coba nuklir terakhir terjadi. Langkah tersebut diambil untuk memprotes uji coba nuklir subkritis yang dilakukan Amerika Serikat (AS) pada Selasa (14/5) pekan lalu.

"Museum Peringatan Perdamaian Hiroshima di kota Jepang barat itu mengatur ulang jam perdamaian pada Minggu (19/5) dari 976 hari menjadi lima hari. Angka sebelumnya, 976 hari, mengacu pada uji coba subkritis yang dilakukan AS pada September 2021," lapor kantor berita NHK, Senin (20/5).

Ket. Foto: — Sumber: Kyodo News

Direktur museum itu, Yoshifumi Ishida, mempertanyakan tujuan sebenarnya dari pesan Presiden Joe Biden dalam memoarnya di KTT G7 Hiroshima yang mengatakan, "Bersama mari kita terus membuat kemajuan menuju hari ketika kita akhirnya dan selamanya bisa membersihkan dunia dari senjata nuklir."

Ishida mengatakan sangat disayangkan tampilan jam harus diubah pada Minggu, satu tahun setelah KTT tersebut.

Seorang perempuan berusia 30-an tahun dari Kota Shizuoka yang mengunjungi museum mengatakan sangat sedih dan marah. Ia mengatakan bahwa dirinya mendapatkan kesan bahwa upaya penghapusan senjata nuklir hanya menghasilkan sedikit kemajuan. NHK/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Berbagai Sumber, Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.