Pelatihan Membatik Mangrove ke Warga Perbatasan Natuna
Jumat, 17 Mei 2024, 07:48 WIBNatuna - Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) memberikan pelatihan membatik mangrove ke warga perbatasan yakni Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau di Natuna.
Kepala Sub Kelompok Kerja Pengembangan dan Pemasaran Produk Mangrove BRGM Nuri Luthfiana melalui keterangan resmi yang diterima di Natuna, Jumat mengatakan, dalam pelatihan tersebut pihaknya berkolaborasi dengan Pangkalan TNI Angkatan Udara Raden Sadjad (Lanud RSA) Natuna.
Pelatihan dilakukan selama tiga hari mulai 16-18 Mei 2024 di Lanud RSA Natuna.
Adapun jumlah peserta yang mengikuti pelatihan tersebut sebanyak 30 orang yang terdiri dari 20 orang anggota kelompok Tucano Jaya yang merupakan petani mangrove binaan BRGM, lima orang Kelompok batik alami Desa Pengadah, dan lima orang perwakilan dari warga Kelurahan Batu Hitam
Selain membatik pihaknya juga menggelar pelatihan pembuatan olahan kerupuk ikan yang dilakukan di Desa Semedang.
"Tujuannya untuk menggali potensi usaha yang dapat dikembangkan oleh kelompok warga di Kabupaten Natuna," ucap dia.
Ia menyebut kegiatan yang digelar merupakan salah satu program kerja BRGM dalam memberdayakan masyarakat melalui pengembangan usaha.
Program tersebut bertujuan untuk mengasah atau menciptakan lapangan pekerjaan bagi warga Natuna agar tidak mengantungkan ekonominya ke hutan mangrove dengan cara merusaknya, sehingga mangrove di Natuna tetap lestari.
"Narasumber dari Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (P2MKP) Griya Karya Tiara Kusuma (GKTK) Ibu Lulut Sri Yuliani," ujar dia.
Narasumber Lulut Sri Yuliani menyampaikan bahwabatik mangrove diciptakan olehnya sendiri di Surabaya.
Batik mangrove tersebut telah dikenalkan secara internasional untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya melestarikan mangrove.
Kata dia, motif batik yang akan diajarkan ke para peserta adalah motif ikan pari Natuna yang mencerminkan kekayaan alam lokal.
Pewarna batik mangrove sambung dia menggunakan pewarna alam dari buah mangrove atau tanaman lain yang ada di ekosistem mangrove.
"Kegiatan pelatihannya mencakup persiapan kain, pembuatan pewarna alam, penggambaran desain batik, pencantingan, dan pewarnaan," imbuh dia.
Komandan Lanud RSA Natuna Kolonel Pnb Dedy Iskandar mengapresiasi semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pelatihantersebut
Ia berharap kegiatan tersebut menjadi awal dari perubahan positif dan berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan.
"Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan sekolah lapang masyarakat mangrove yang telah dilaksanakan pada bulan maret lalu, yang dicanangkan oleh TNI AU melalui Asisten Potensi Dirgantara (Aspotdirga) Kasau Marsda TNI Andi Wijaya dan BRGM RI dan Kegiatan ini menandai awal dari fase implementasi nyata dari upaya rehabilitasi mangrove dan pengembangan usaha masyarakat di Kabupaten Natuna," ucap dia.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Pemerintah Genjot Swasembada Gula agar Tak Impor Lagi
-
Heartology Hadirkan Teknik Zero-Fluoroscopy untuk Penanganan Penyakit Jantung Bawaan Tanpa Radiasi
-
Mendikdasmen Tekankan Tiga Poin Pembatasaan Penggunaan Medsos bagi Anak
-
BBMKG Terbitkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem di Bali
-
Jakarta Light Festival 2026: Semarak Imlek dan Instalasi Cahaya di Bundaran HI
-
Borneo FC Siap Bersaing Raih Gelar Juara hingga Akhir Musim
-
Swiatek Singkirkan Muchova, Melaju ke Perempat Final Indian Wells
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.