Bertahan di Mozambik

Jumat, 17 Mei 2024, 06:25 WIB

Sebelum Portugis datang, wilayah yang sekarang disebut Mozambik pertama kali dihuni oleh orang-orang berbahasa Bantu. Mereka datang ke wilayah tersebut sebagai bagian dari migrasi Bantu dari abad ke-1 hingga ke-4.

Perdagangan d tempat itu sangat maju sebelum bangsa Eropa datang. Pelaut-penjelajah-pedagang Tiongkok yang terkenal seperti Laksamana Zheng He alias Cheng Ho, (1371-1433) pernah mengunjungi Mozambik pada kuartal pertama abad ke-15. Sementara para pedagang Arab telah menetap di wilayah tersebut pada akhir abad itu.

Ket. Foto: — Sumber: afp/ SIMON MAINA

Vasco da Gama singgah untuk memasok kapal-kapalnya di sana pada 1498. Melihat kemajuan perdagangan di sini, Portugis tidak ragu lagi mencatat potensi kolonisasi di pesisir tersebut.

Pemukim Portugis pertama tiba di Pulau Mozambik pada 1506. Kerajaan mengendalikan semua perdagangan ke dan dari Mozambik, menjadikannya koloni yang sangat menguntungkan.

Namun, pada pertengahan abad ke-16, diketahui bahwa Mozambik tidak sekaya yang diharapkan. Terdapat beberapa perdagangan yang dapat dilakukan di tingkat lokal, dan gading merupakan penghasil pendapatan yang potensial namun terbukti terlalu sulit diperoleh. Benda itu terlalu kecil sebagai komoditas untuk menghasilkan keuntungan yang besar.

Namun demikian Mozambik diklaim menjadi bagian dari Estado da India sejak 1571. Kapal dagang Carrack mengarungi Samudra Hindia secara teratur antara Mozambik dan Goa sebagai bagian dari rute yang dikenal sebagai carreira da India (rute ke India).

Pada awal abad ke-17, Belanda menyerang banyak koloni Portugis dan Mozambik tidak luput. Perusahaan Hindia Timur Belanda (Vereenigde Oostindische Compagnie/VOC) melancarkan serangan pada 1607 dan 1608.

Portugis mempunyai harapan untuk melintasi pedalaman Afrika dan menciptakan hubungan geografis dengan Angola Portugis di sisi lain Afrika. Tetapi kemajuan Inggris dari Afrika bagian selatan ke utara mengakhiri mimpi ini.

Menariknya, baik Inggris maupun Belanda memiliki kapal yang lebih unggul dibandingkan kapal Portugis. Ancaman lain datang dari orang-orang Arab Oman di Teluk Persia yang ingin mempertahankan jalur perdagangan Laut Merah mereka. Oman pindah ke pantai Swahili dan merebut Mombasa Portugis pada tahun 1698.

Portugis sempat merebutnya kembali Mombasa pada 1720-an, namun Kekaisaran Portugis yang memiliki pelabuhan perdagangan di seluruh dunia, terlalu besar untuk untuk mempertahankannya tanpa adanya pendudukan tanah yang signifikan.

Tidak ada pemerintahan di sana, sehingga tidak mengherankan jika tidak adanya otoritas terpusat memberi harapan kepada masyarakat Mozambik untuk memperjuangkan kebebasannya. Pemberontakan besar terjadi pada 1917 yaitu pemberontakan Barwe, dan pasukan Jerman menyerbu Mozambik utara pada tahun yang sama.

Portugis tetap bertahan di Mozambik dan pada akhir abad ke-19, koloni tersebut resmi menjadi Afrika Timur Portugis dan dijadikan provinsi seberang laut Portugal pada 1951. Gerakan kemerdekaan baru dimulai pada 1962, dan otonomi dari pemerintahan kolonial akhirnya dicapai pada tahun 1975 setelah sekian lama kebijakan pemerintah yang represif dan perang gerilya. Namun perang saudara pernah melanda negara itu hingga 1992. hay/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.