Kemenkes: 3 Provinsi di Papua Terdampak Kasus Polio

Selasa, 14 Mei 2024, 13:50 WIB

JAYAPURA -Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia (RI) menyebutkan ada tiga provinsi di Papua yang terkena dampak dari kasus polio untuk itu perlu dilakukan penanganan bersama agar ke depan tidak ada lagi kasus serupa.

Ket. Foto: Ilustrasi - Anggota Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 122/TS Pos Kaliasin saat menggendong seorang anak untuk diperiksa di posyandu. — Sumber: ANTARA/HO-Dokumen pribadi Satgas Pamtas RI-PNG
Pelaksana Harian (Plh) Direktur Pengelolaan Imunisasi Kemenkes RI Gertrudis Tandy di Jayapura, Selasa (14/5), mengatakan ketiga provinsi tersebut yakni Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.


"Untuk itu kami melakukan sosialisasi Pekan Imunisasi Nasional (PIN) agar mendapatkan komitmen bersama dalam memerangi virus polio yang menular ini," katanya.

Menurut Gertrudis, oleh karena itu dengan adanya virus tersebut maka tiga provinsi sudah di kategori Kejadian Luar Biasa (KLB) dan harus segera ada ditindaklanjuti.

"Untuk itu kami juga mendorong penguatan imunisasi rutin pada stakeholders serta lintasan sektor semua sehingga dapat mencegah penularan virus polio," ujarnya.

Dia menjelaskan proses imunisasi polio tahap satu untuk wilayah Papua akan dilakukan pada 27 Mei yang mana berlangsung selama dua minggu sehingga pihaknya berharap seluruh stakeholders dan lintas sektor bisa bergerak bersama dalam gencar melakukan imunisasi tersebut.

"Dan kami targetkan imunisasi polio selesai pada Juli 2024 untuk itu semua harus bekerja sama dan berkomitmen mencegah penyebaran virus polio pada anak-anak Papua," katanya lagi.


Dia menambahkan pada kegiatan PIN menggunakan Vaksin nOPV2 dan telah mendapat sertifikat Pre-Qualified (PQ) dari WHO serta Nomor Izin Edar dari BPOM. Vaksin ini merupakan vaksin produksi PT. Biofarma.

"Vaksin nOPV2 hanya digunakan pada pelaksanaan respon imunisasi dalam rangka penanggulangan KLB Polio tipe 2, tidak digunakan dalam imunisasi rutin. Sementara itu vaksin bOPV merupakan vaksin yang digunakan dalam program imunisasi rutin sejak tahun 2016. Vaksin ini pun tentunya telah memiliki izin dari WHO dan BPOM. Untuk itu vaksin yang diberikan ini akan karena miliki izin," ujarnya lagi.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Pemerintah Lakukan Pemutakhiran Data Bansos untuk Kurangi Salah Sasaran

Sambil Serap Aspirasi, Demokrat Jatim Gelar Lomba Rakyat Serentak di 38 Kabupaten/Kota

Kapolda Lampung: Ratusan Personel Gabungan Berhasil Padamkan Karhutla di Way Kambas

Menekraf Ungkap Ekosistem Ekonomi Kreatif Solusi Tekan Pengangguran di Kota Malang

Mentan: Stok Beras Lebih dari 5 Juta Ton, Ketahanan Pangan Aman

Huawei FreeClip 2 S Segera Hadir di Indonesia, Usung Desain Airy C-Bridge dan Audio Adaptif

Pramono: LRT Rute Kelapa Gading-Manggarai akan Diresmikan Presiden Prabowo pada 26 Agustus

Di Tengah Misi Padamkan Karhutla, Mobil Damkar Belitung Malah Kecelakaan

Dinas Pariwisata Bali Minta Wisatawan Mancanegara Tak Khawatirkan Isu Virus Zika

Paus Sampaikan Solidaritas untuk Korban Gempa NTT

Karya Anak Magelang Bikin Terpukau, 30 Pelukis Cilik Ramaikan “Ruang Khayal Anak #1”

Ikea Indonesia Hadirkan Grejsimojs, Dorong Keluarga Ciptakan Lebih Banyak Momen Bermain di Rumah

Tim Gabungan Tambah Kekuatan Personel untuk Padamkan Karhutla di Pelalawan Riau

Kesempatan Emas untuk UMKM! Pemkab Bandung Beri Pinjaman Rp10 Juta Tanpa Bunga

Erajaya Digital Hadirkan CMF Clip Pro di Indonesia, Usung Desain Open-Ear dan Audio Hi-Res

Guangdong Melirik Industri Motor Listrik Indonesia, Ada Potensi Besar!

Menkes Dorong Dokter Indonesia Perkuat Kolaborasi Internasional

BI: Transaksi QRIS Bebas Biaya Mulai 1 Oktober 2026

Mercedes-Benz Perbarui C-Class, Hadirkan Desain Lebih Tegas dan Teknologi AI

Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo, dan BP Alami Penyesuaian

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.