Filipina Kirim Kapal ke Pulau Atol yang Disengketakan

Senin, 13 Mei 2024, 02:52 WIB

MANILA - Filipina pada Sabtu (11/5) mengatakan bahwa mereka telah mengerahkan kapal ke wilayah sengketa di Laut Tiongkok Selatan (LTS), di mana Filipina menuduh Tiongkok telah membangun pulau buatan dalam konflik maritim yang semakin meningkat.

"Penjaga Pantai Filipina mengirim sebuah kapal untuk memantau aktivitas ilegal Tiongkok yang membangun pulau buatan," kata kantor Presiden Ferdinand Marcos Jr dalam sebuah pernyataan. "Dua kapal lainnya sedang ditempatkan secara bergilir di wilayah tersebut," imbuh kantor itu.

Ket. Foto: Kapal Perang AS l Seorang awak dari kapal USS Halsey sedang mengamati sekitar saat kapal perang AS itu berlayar melintasi Selat Taiwan pada 8 Mei lalu. Pada Jumat (10/5), militer Tiongkok mengklaim telah mengusir USS Halsey yang dilaporkan telah memasuki wilayah perairan Kepulauan Paracel di LTS. — Sumber: AFP/US NAVY/Ismael Martinez

Juru bicara Penjaga Pantai Filipina, Jay Tarriela, mengatakan di sebuah forum bahwa telah terjadi reklamasi skala kecil di Sabina Shoal, yang oleh Manila disebut Escoda, dan bahwa Tiongkok adalah pihak yang paling mungkin melakukan reklamasi.

Kedutaan Besar Tiongkok di Manila tidak segera menanggapi permintaan komentar atas pernyataan Filipina, yang dapat memperdalam keretakan bilateral.

Penasihat Keamanan Nasional Filipina pada 10 Mei lalu menyerukan pengusiran diplomat Tiongkok atas dugaan kebocoran percakapan telepon dengan seorang laksamana Filipina mengenai sengketa maritim.

Tiongkok telah melakukan reklamasi lahan secara besar-besaran di beberapa pulau di LTS, membangun fasilitas angkatan udara dan militer lainnya, sehingga menimbulkan kekhawatiran di Amerika Serikat (AS) dan kawasan sekitarnya.

"Sebuah kapal Filipina telah berlabuh di Sabina Shoal untuk menangkap dan mendokumentasikan pembuangan karang yang hancur di atas gundukan pasir," kata Komodor Tarriela, seraya mengatakan bahwa kehadiran puluhan kapal Tiongkok yang mengkhawatirkan, termasuk kapal penelitian dan angkatan laut.

Komodor Tarriela mengatakan kehadiran kapal-kapal Tiongkok di pulau karang yang berjarak 200 kilometer dari Provinsi Palawan, Filipina, bertepatan dengan ditemukannya tumpukan karang mati dan hancur oleh penjaga pantai.

Penjaga Pantai Filipina rencananya akan membawa ilmuwan kelautan ke daerah tersebut untuk menentukan apakah tumpukan karang tersebut merupakan kejadian alami atau disebabkan oleh campur tangan manusia, kata dia.

Tarriela menambahkan bahwa penjaga pantai bermaksud untuk memiliki kehadiran jangka panjang di Sabina Shoal, sebuah titik pertemuan bagi kapal-kapal Filipina yang melakukan misi pasokan untuk pasukan Filipina yang ditempatkan di kapal perang yang sengaja dikandaskan di Second Thomas Shoal, tempat Manila dan Tiongkok sering mengalami perselisihan maritim.

Pengusiran

Sementara itu Komando Armada Wilayah Selatan Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok pada Jumat (10/5), mengatakan bahwa mereka telah mengamati dengan cermat dan mengusir sebuah kapal perusak milik AS, USS Halsey, yang memasuki wilayah perairan Kepulauan Paracel di LTS.

"Tindakan AS tersebut sangat melanggar kedaulatan dan keamanan Tiongkok," kata militer Tiongkok. "Hal itu adalah satu lagi bukti kuat hegemoni navigasi dan militerisasi di LTS," kata mereka, seraya menambahkan bahwa pasukan Tiongkok akan tetap waspada dan menjaga keamanan nasional.

Angkatan Laut AS mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa kapal perusak tersebut sedang dalam misi menegaskan hak dan kebebasan bernavigasi di LTS dekat Kepulauan Paracel sesuai dengan hukum internasional.

USS Halsey keluar dari wilayah tersebut setelah operasinya dan melanjutkan perjalanannya di LTS, kata pernyataan itu. AFP/ST/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

Berita Terbaru

Mau Tahu Rahasia Kecantikan Kulit dan Rambut Korea, Saksikan di BXc 2 pada 27 Agustus Mendatang

Aplikasi GoPay Hadirkan Fitur DBL Indonesia, Meriahkan Kompetisi Basket Pelajar se-Indonesia

Wujud Kepedulian BUMN, TelkomGroup Salurkan Bantuan Rp1,3 Miliar untuk Korban Gempa NTT

Resmikan Jaksinema Pasar Rumput, Wagub Rano Minta Bioskop Mini Rp15 Ribu di Tiap Rusun

Debt Collector Paksa Masuk ke Dalam Mobil, Piting Leher dan Ancam Pengemudi

TNI-Polri Bongkar Arena Judi Sabung Ayam di Gowa, Tidak Ada Orang di Lokasi

Dinsos Tanjungpinang Buka Ruang Bagi Warga untuk Perubahan Desil

Sudah 2 Hari Juanda Belum Ditemukan Akibat Terseret Arus saat Kemping di Pantai

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

Atasi Kebakaran Gambut di Kalimantan Barat, Wamen LH Diaz Hendropriyono Dorong Swasta Bangun Sekat Kanal

Resmikan RS Toto Tentrem, Gubernur Pramono Dorong Penguatan Layanan Stem Cell Jakarta

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.