Korut Bangun Kapal Selam Baru

Sabtu, 11 Mei 2024, 02:55 WIB

SEOUL - Analisis citra satelit terbaru menunjukkan bahwa Korea Utara (Korut) telah memulai pembangunan kapal selam baru seiring dengan seruan pemimpin Kim Jong-un untuk meningkatkan kemampuannya meluncurkan serangan nuklir dari bawah laut. Informasi ini dilaporkan sebuah kelompok penelitian di Amerika Serikat (AS) pada Kamis (9/5).

"Komponen dan peralatan lambung kapal yang digunakan dalam konstruksi kapal selam telah terlihat di Galangan Kapal Sinpho Selatan," lapor situs web38 Northyang berbasis di AS.

Ket. Foto: Kapal Selam Korut | Pemimpin Korut (kedua dari kiri) saat menyaksikan peluncuran kapal selam Pahlawan Kim Kun Ok di sebuah lokasi rahasia pada September tahun lalu. Pada Kamis (9/5), sebuah kelompok penelitian di AS melaporkan Korut diduga sedang membangun kapal selam baru.  — Sumber: AFP/KCNA VIA KNS

Kapal selam yang sedang dibangun mungkin berukuran serupa dengan kapal terbaru yang dibangun di fasilitas tersebut, yaitu kapal selam serang taktis yang diklaim Korut dapat menembakkan misil dengan hulu ledak nuklir.

Selama beberapa bulan terakhir, citra satelit menunjukkan bahwa komponen kapal selam dengan dimensi yang mirip dengan kapal selam Korut terakhir, serta peralatan konstruksi yang digunakan dalam pembuatan kapal, telah dibawa ke galangan kapal, menurut situs web yang merupakan publikasi dari wadah pemikir Stimson Center.

Kim Jong-un sebelumnya telah menempatkan prioritas tinggi pada pembangunan kapal selam berkemampuan misil. Armada kapal selamnya saat ini mengeluarkan cukup banyak suara di bawah air sehingga kapal-kapal tersebut tidak dapat menyimpang jauh dari pantai tanpa terlacak.

Jika laporan ini benar, maka hal ini menambah kemungkinan yang harus diperhitungkan oleh AS dan sekutunya ketika mereka mempersiapkan tindakan balasan terhadap kemungkinan serangan Korut.

Diragukan Korsel

Pada September lalu, Korut mengadakan upacara peluncuran kapal selam serang barunya, yang diberi nama Pahlawan Kim Kun Ok yang diambil dari nama seorang tokoh sejarah.

Gambar awal menunjukkan bahwa kapal selam tersebut, yang merupakan kapal selam kedua yang mampu menembakkan misil balistik, kemungkinan besar memiliki 10 tabung dan merupakan kapal selam kelas Romeo rancangan Soviet yang dimodernisasi, menurut publikasi spesialisNaval Newsdalam sebuah analisis.

Kapal selam Korut saat ini semuanya bertenaga konvensional, namun Kim Jong-un mungkin berupaya untuk mencari teknologi dari Russia yang akan membantu membangun kapal selam bertenaga nuklir,The New York Timesmelaporkan pada 2023 sebelum pemimpin Korut melintasi perbatasan untuk mengadakan pertemuan puncak dengan Presiden Vladimir Putin.

Militer Korea Selatan (Korsel) sejauh ini telah menyatakan keraguannya mengenai kemampuan dua kapal selam Korut yang dibangun untuk menembakkan misil dan foto-foto satelit menunjukkan bahwa salah satu kapal tersebut kembali ke galangan kapal untuk diperbaiki setelah menembakkan roket dalam uji peluncuran. ST/Bloomberg/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.