5 Pelabuhan di Babel Alami Pendangkalan Akibat Penambangan Biji Timah
Sabtu, 11 Mei 2024, 13:44 WIBPANGKALPINANG - Penjabat Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Syafrizal ZA menyatakan lima pelabuhan di Babel mengalami pendangkalan alur pelayaran kapal, sebagai dampak penambangan bijih timah di laut.
"Tipelogi pelabuhan kita mudah mengalami pendangkalan, sehingga dapat menghambat keluar masuk kapal barang dan penumpang," kata Syafrizal ZA di Pangkalpinang, Sabtu (11/5).
Ia mengatakan saat ini ada lima pelabuhan di Kepulauan Babel yang mengalami pendangkalan alur yaitu Pelabuhan Pangkalbalam di Kota Pangkalpinang, Kurau di Kabupaten Bangka Tengah, Sadai Bangka Selatan, Jelitik Bangka dan Tanjungpandan di Kabupaten Belitung.
"Saat ini baru di Pelabuhan Tanjungpandan, Sadai dan Jelitik yang dalam proses amdal untuk mengeruk alur pelayaran kapal, sementara pelabuhan lainnya belum," katanya.
Ia mengatakan pelabuhan di Kepulauan Babel ini mudah mengalami pendangkalan, karena aktivitas penambangan bijih timah di laut dan arus sungai dari hulu yang membawa material pasir dan lumpur.
"Ini sudah berlangsung lama, sehingga material pasir, lumpur dari hulu dan hilir menumpuk di alur pelayaran kapal di pelabuhan daerah ini," katanya.
Menurut dia, dalam mengeruk alur pelabuhan ini diperlukan tindakan darurat, karena jika melalui jalur biasa atau prosedur berlaku membutuhkan waktu satu tahun mengurus izin dan lainnya.
"Dalam mengurus izin pengerukan ini minimal membutuhkan waktu enam hingga delapan bulan. Oleh karena itu, dibutuhkan tindakan darurat untuk mengeruk pelabuhan ini," ujarnya.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Pertamina Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Balangan Kalsel
-
Festival Mangaruhi, Upaya Lestarikan Budaya Dayak dan Lingkungan
-
UMKM Jadi Mesin Utama IKN, Otorita Pastikan Ekonomi Tak Dikuasai Korporasi Besar
-
PSG Siap Menjadi Penguasa Baru Liga Champions
-
Indonesia Tegaskan Dukungan bagi Perdamaian Myanmar
-
Trump Bakal Umumkan Anggota Dewan Perdamian untuk Gaza
-
Kaltim Angkat Pesona Wisata Berbasis Konservasi Mangrove
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.