UMKM Makanan dan Minuman Berperan Penting di IKN

Jumat, 10 Mei 2024, 00:01 WIB

JAKARTA - Otorita IKN (OIKN) menyampaikan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) makanan dan minuman memiliki peranan penting di Nusantara, Kalimantan Timur, dalam menyehatkan masyarakat dan menjaga produktivitas pekerja.

"Penggerak ekonomi nasional Indonesia adalah UMKM. Oleh karena itu, teman-teman pelaku usaha UMKM perlu dibina dan diberi perhatian lebih, terutama UMKM yang bergerak di bidang makanan dan minuman di wilayah delienasi IKN," kata Direktur Pelayanan Dasar Otorita IKN, Suwito, di Jakarta, Rabu (9/5).

Ket. Foto: SUWITO Direktur Pelayanan Dasar Otorita IKN - Teman-teman pelaku usaha UMKM perlu dibina dan diberi perhatian lebih, terutama UMKM yang bergerak di bidang makanan dan minuman. — Sumber: ISTIMEWA

Menjaga kesehatan masyarakat di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN) adalah tugas utama Otorita IKN. Dimulai dari menjaga makanan para pekerja dan masyarakat, Otorita IKN bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menggelar pelatihan keamanan pangan siap saji di IKN.

Seperti dikutip dari Antara, pelatihan ini merupakan kolaborasi antara Otorita IKN, Kemenkes RI, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, Balai Kekarantinaan Kesehatan Balikpapan, UPTD Laboratorium Kesehatan Daerah Provinsi Kalimantan Timur, dan Dinas Kesehatan Penajam Paser Utara.

"Makanan yang sehat dapat mencegah penularan penyakit foodborne disease atau penyakit yang ditularkan melalui makanan, sementara makanan yang bergizi dapat menjaga kesehatan dan meningkatkan produktivitas tenaga kerja," kata Suwito.

Lebih lanjut, dia menyampaikan pelatihan ini sangat bermanfaat bagi peserta karena selain mendapatkan pengetahuan, mereka juga akan mendapatkan sertifikat yang dapat digunakan untuk registrasi atau perizinan usaha restoran atau usaha makanan siap saji lainnya.

Selain itu, bagi pengelola kantin akan diberikan stiker yang menunjukkan kantin telah memenuhi standar dalam mengelola makanan yang sehat dan bergizi.

Aman dan Sehat

Sementara itu, Administrator Kesehatan Muda Direktorat Penyehatan Lingkungan Kemenkes RI, Rahpien Yuswani, menjelaskan upaya Kemenkes RI dalam melakukan percepatan pengelolaan pangan agar aman dan sehat di wilayah IKN.

"Kemenkes RI telah melakukan inspeksi pemeriksaan lingkungan dan pengelolaan makanan di UMKM di wilayah IKN untuk memetakan pengelolaan usaha makanan dan minuman. Selanjutnya, kami akan menyusun standar yang berkualitas bagi para penggerak UMKM agar dapat menghasilkan produk yang unggul," ujar Rahpien.

Pelatihan ini merupakan pelatihan holistik, di mana pelatihan ini mencakup administrasi UMKM makanan minuman, kesehatan pangan, pencegahan penyebaran penyakit. Pada sesi terakhir, peserta mendapat sertifikasi kesehatan dan kelayakan UMKM sebagai bentuk peningkatan kapasitas bagi masyarakat IKN terkhusus pekerja UMKM makanan dan minuman.

Sebelumnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf ), Sandiaga Salahudin Uno, bersama OIKN memberikan pendampingan dan pelatihan kepada para pelaku UMKM di wilayah IKN sebagai persiapan untuk tampil memamerkan produknya saat perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 RI di IKN.

Melalui program Bedakan (bedah, desain, kemasan) bertujuan memberikan pendampingan kepada pelaku ekonomi kreatif UMKM, mengedukasi, serta meningkatkan perekonomian dan pendapatan pelaku industri kreatif di wilayah IKN dan sekitarnya.

"Saya harapkan semua peserta dapat meningkatkan penjualannya dan bisa menciptakan lapangan kerja, karena sebenarnya yang menciptakan lapangan kerja adalah usaha kecil," ujar Sandiaga.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Eko S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.