Putin Peringatkan Terjadinya Bentrokan Global

Jumat, 10 Mei 2024, 02:45 WIB

MOSKWA - Presiden Vladimir Putin pada Kamis (9/5) menuduh Barat mengambil risiko konflik global dan mengatakan tidak seorang pun boleh mengancam negaranya saat Russia menandai kemenangan Uni Soviet atas Nazi Jerman dalam Perang Dunia II.

Ketika pasukan Russia maju melawan pasukan Ukraina yang didukung Barat, Putin menuduh elit Barat yang sombong melupakan peran penting yang dimainkan Uni Soviet dalam mengalahkan Nazi Jerman, dan memicu konflik di seluruh dunia.

Ket. Foto: Presiden Russia, Vladimir Putin — Sumber: AFP/MIKHAIL KLIMENTYEV

"Kami tahu apa yang diakibatkan oleh ambisi yang terlalu tinggi. Russia akan melakukan segalanya untuk mencegah bentrokan global," kata Presiden Putin di Lapangan Merah. "Tetapi pada saat yang sama, kami tidak akan membiarkan siapapun mengancam kami. Pasukan strategis kami selalu dalam kondisi siap tempur," tegas dia.

Presiden Putin, yang mengirim pasukannya ke Ukraina pada tahun 2022 , menyebut perang tersebut sebagai bagian dari perjuangan melawan Barat, yang menurutnya mempermalukan Russia setelah runtuhnya Tembok Berlin pada tahun 1989 dengan melanggar batas wilayah pengaruh Moskwa.

Sementara Ukraina dan negara-negara Barat mengatakan Putin terlibat dalam aneksasi dan mereka bersumpah untuk mengalahkan Russia, yang saat ini menguasai sekitar 18 persen wilayah Ukraina, termasuk Crimea dan sebagian dari empat wilayah di Ukraina timur.

Russia mengatakan wilayah tersebut, yang dulunya merupakan bagian dari kekaisaran Russia, kini kembali menjadi bagian dari Russia.

Uni Soviet kehilangan 27 juta orang dalam Perang Dunia II, termasuk jutaan orang di Ukraina, berhasil mendesak pasukan Nazi kembali ke Berlin, tempat Hitler bunuh diri dan mengibarkan bendera kemenangan Soviet di Reichstag pada tahun 1945.

"Di Barat, mereka ingin melupakan pelajaran dari Perang Dunia Kedua," kata Putin, seraya menambahkan bahwa Russia menghormati semua sekutu yang terlibat dalam kekalahan Nazi Jerman.

Penyerahan tanpa syarat Nazi Jerman pada 8 Mei 1945 diperingati sebagai Hari Kemenangan di Eropa oleh Prancis, Inggris, dan Amerika Serikat (AS). Di Moskwa, peristiwa itu menjadi hari kemenangan Uni Soviet dalam apa yang oleh orang Russia disebut sebagai perang patriotik terhebat tahun 1941-1945.

Parade Militer

Dalam parade militer sederhana yang digelar di Lapangan Merah pada peringatan ini, Russia hanya memamerkan satu tank T-34 sementara di udara pesawat tempur terbang melintas dengan memancarkan asap tiga warna seperti bendera Russia.

Parade tersebut juga menampilkan misil strategis antarbenua Yars milik Russia, yang menurut seorang penyiar TV memiliki kemampuan yang terjamin untuk menyerang sasaran di mana pun di dunia.

Para pejabat Russia memperingatkan bahwa perang Ukraina sedang memasuki fase paling berbahaya hingga saat ini dan Presiden Putin telah berulang kali memperingatkan risiko perang yang lebih luas yang melibatkan negara-negara dengan kekuatan nuklir terbesar di dunia. ST/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.