- Home
-
- Luar Negeri
-
- Filipina Tuding Tiongkok ...
Filipina Tuding Tiongkok Sebar Pengaruh Jahat
Jumat, 10 Mei 2024, 02:50 WIBMANILA - Panglima militer Filipina, Romeo Brawner, pada Rabu (8/5) menuduh Tiongkok sedang melakukan upaya penyebaran pengaruh jahat, setelah sebuah surat kabar lokal melaporkan bahwa seorang wakil laksamana Filipina telah membuat kesepakatan dengan Beijing untuk mengurangi ketegangan di Laut Tiongkok Selatan (LTS).
Penyataan Panglima Brawner dilontarkan setelah The Manila Times menerbitkan transkrip percakapan telepon yang menyatakan bahwa seorang laksamana Filipina telah menyetujui usulan Tiongkok mengenai model baru, di mana Filipina akan menggunakan lebih sedikit kapal dalam misi pengiriman pasokan ke Second Thomas Shoal yang disengketakan dan memberitahu terlebih dahulu Beijing tentang pengiriman misi tersebut.
Rekaman percakapan telepon yang dilaporkan tersebut belum dipublikasikan dan isi transkrip percakapan itu sejauh ini belum bisa diverifikasi kebenarannya.
The Manila Times mengatakan percakapan itu terjadi pada bulan Januari dan transkripnya diberikan oleh pejabat tinggi Tiongkok yang tidak disebutkan namanya.
Second Thomas Shoal telah menjadi titik nyala serangkaian konfrontasi sengit antara Penjaga Pantai Tiongkok dan kapal-kapal Filipina pada tahun lalu, sehingga membuat tegang hubungan antara kedua negara bertetangga tersebut.
Filipina menolak mengindahkan seruan Tiongkok untuk menghindari wilayah sengketa tersebut.
"Klaim Tiongkok atas rekaman audio tidak perlu mendapat perhatian yang signifikan karena tampaknya ini merupakan upaya untuk menyebar pengaruh jahat dari Partai Komunis Tiongkok," kata Brawner dalam sebuah pernyataan.
"Transkrip dapat dengan mudah dibuat, dan rekaman audio dapat dibuat dengan menggunakan pemalsuan dengan teknologi kecerdasan buatan. Laporan-laporan ini hanya bertujuan untuk mengalihkan perhatian dari perilaku agresif Penjaga Pantai Tiongkok yang sedang berlangsung," tegas Brawner.
Terkait isu ini, pihak Kedutaan Besar Tiongkok di Manila belum menanggapi permintaan komentar mengenai transkrip yang dimuat oleh The Manila Times. Mereka pun belum memberikan tanggapan langsung terhadap pernyataan Jenderal Brawner.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Lin Jian, pada Rabu mengatakan kedutaan besar di Manila telah merilis rincian tentang komunikasi yang relevan antara kedua negara mengenai penanganan situasi di Second Thomas Shoal.
"Fakta-faktanya jelas dan didukung oleh bukti kuat yang tidak dapat disangkal," kata Lin dalam komentar saat taklimat rutin yang dibagikan oleh kedutaan. "Filipina bersikeras menyangkal fakta obyektif ini dan berupaya menyesatkan komunitas internasional," imbuh dia.
Perselisihan
Kedua negara telah terlibat dalam serangkaian perselisihan di wilayah sengketa LTS ketika Filipina, yang mendapat dukungan dari Amerika Serikat (AS) serta sekutu lainnya, dan Manila bertekad untuk meningkatkan aktivitasnya di perairan yang diawasi oleh penjaga pantai Tiongkok.
Tiongkok menuduh Filipina melakukan pelanggaran dan pengkhianatan. Sementara Manila berang terhadap Beijing atas kebijakan agresi dan manuver berbahaya di dalam zona ekonomi eksklusif Manila sepanjang 322 kilometer.
Tiongkok telah lama merasa kesal dengan penempatan sekelompok kecil marinir Filipina di kapal perang yang sengaja dikandaskan di Second Thomas Shoal 25 tahun lalu.
Beijing telah berulang kali mengatakan bahwa Filipina telah setuju untuk menarik kapal tersebut, namun ditolak oleh Manila.ST/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Diskotek Marcopolo Dirobohkan! Markas Ormas GRIB Jaya Sumut Diduga Sarang Narkoba, Eksekusi Bertepatan Usai Ketua Ditahan
-
AS dan Filipina Gelar Latihan Pencegatan Wahana Nirawak
-
Tiongkok Protes Pernyataan Bersama Presiden Trump dan PM Ishiba Soal LTS
-
Bentrok Lagi, Kapal Tiongkok Semprot Meriam Air ke Perahu Nelayan Filipina di LTS
-
Tua-tua Keladi! Aktor Senior Chow Yun Fat Selesaikan Maraton Hong Kong dengan Iringan Lagu Tema “God Of Gamblers”
-
Antisipasi Joki Jalur Alternatif Puncak
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.