Tank Israel Mulai Masuki Rafah

Selasa, 07 Mei 2024, 19:49 WIB

TEL AVIV - Militer Israel pada hari Selasa (7/5), mengatakan bahwa mereka telah mengirim tank ke Rafah dan menguasai sisi Gaza yang melintasi perbatasan dengan Mesir dalam apa yang mereka sebut sebagai operasi terbatas. Tindakan tersebut menghentikan aliran bantuan ke wilayah kantong tersebut, dan langsung menimbulkan kecaman dari para pejabat internasional.

Dikutip dari The New York Times, serangan yang menurut militer bertujuan untuk menghancurkan sasaran Hamas yang digunakan untuk menyerang tentara Israel tersebut, tampaknya bukan dalam bentuk invasi darat penuh ke Rafah yang telah lama dijanjikan, yang telah diupayakan untuk dihindari oleh sekutu Israel dengan mendorong kesepakatan gencatan senjata.

Ket. Foto: Perbatasan Mesir dan Rafah setelah serangan udara Israel. Seorang pejabat militer Israel mengatakan ruang lingkup operasi itu terbatas dan bertujuan menghancurkan sasaran Hamas. — Sumber: Istimewa

Hal ini terjadi setelah hari yang memusingkan ketika Israel memerintahkan orang-orang untuk mengevakuasi bagian-bagian kota, kemudian Hamas mengklaim bahwa mereka telah menerima persyaratan gencatan senjata, diikuti dengan pengumuman oleh militer Israel bahwa mereka melakukan "serangan yang ditargetkan" di Rafah bagian timur.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu disebut tengah menghadapi tekanan untuk menyetujui gencatan senjata dengan Hamas yang didukung oleh Amerika Serikat dan negara-negara Arab dan yang akan menjamin pembebasan sandera yang masih ditahan di Gaza.

Pemerintahannya mengatakan akan mengirim negosiator ke Kairo pada hari Selasa. Para analis mengatakan tindakan Israel di Rafah dapat meningkatkan tekanan terhadap Hamas untuk membuat kesepakatan atau menyabotase perundingan tersebut.

Saluran televisi milik pemerintah Mesir, Al Qahera, melaporkan bahwa pertempuran sporadis terdengar di sekitar penyeberangan Rafah dan bantuan kemanusiaan yang melaluinya telah dihentikan.

"Pasukan Israel kini telah memblokir perlintasan perbatasan Rafah dan Kerem Shalom, dua rute utama untuk mendapatkan bantuan ke Gaza," kata pejabat PBB, seraya memperingatkan bahwa krisis kemanusiaan di wilayah kantong tersebut akan semakin memburuk.

"Serangan hari Selasa itu sebagai operasi kontraterorisme yang sangat tepat," kata militer Israel, sekaligus menolak mengatakan berapa lama mereka berencana bertahan di Rafah.

"Pasukan menemukan tiga terowongan di daerah dekat persimpangan, dan sekitar 20 militan tewas dalam operasi tersebut" katanya dalam sebuah pernyataan, tanpa memberikan bukti.

Israel telah lama memandang perbatasan Gaza dengan Mesir sebagai jalur utama penyelundupan senjata ke wilayah pesisir tersebut.

Kampany militer Israel telah memaksa hampir seluruh penduduk Gaza meninggalkan rumah mereka. Lebih dari satu juta orang mengungsi ke Rafah, tempat sejumlah besar orang tinggal di tenda-tenda kumuh. Pada hari Senin, Israel meminta lebih dari 100.000 warga Gaza di Rafah timur untuk melarikan diri sebelum serangan udara; tidak jelas berapa banyak yang bisa pergi.

Para pejabat internasional dengan cepat mengutuk serangan Rafah. Kementerian luar negeri Mesir menyebutnya sebagai "eskalasi yang berbahaya" sementara Josep Borrell Fontelles, diplomat utama Uni Eropa, mengatakan dia khawatir hal itu akan menimbulkan "banyak korban."

Invasi ke Rafah telah menjadi titik ketegangan bagi Netanyahu dan sekutu internasional terdekatnya. Amerika Serikat telah memperingatkannya untuk tidak melancarkan invasi tanpa rencana yang kredibel untuk melindungi penduduk Rafah. Presiden Biden berbicara melalui telepon dengan Netanyahu pada hari Senin dan sekali lagi mendesak agar tidak melakukan serangan.

Sayap bersenjata Hamas mengklaim pihaknya menembaki tentara Israel di daerah Kerem Shalom Israel dekat perbatasan dengan Gaza pada Selasa pagi. Militer Israel mengatakan bahwa empat mortir dan dua roket telah diluncurkan ke arah Kerem Shalom dari Rafah tetapi tidak ada korban luka atau kerusakan yang dilaporkan.

Roket Hamas menewaskan empat tentara Israel pada hari Minggu di daerah tersebut, yang memiliki perbatasan yang menjadi jalur utama bantuan untuk memasuki Gaza.

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.