Sabalenka-Swiatek Final Ideal
Sabtu, 04 Mei 2024, 06:47 WIBMADRID - Madrid Open menyajikan final ideal sektor putri. Juara bertahan Madrid Open, Aryna Sabaleka,bangkit dari ketinggalan set pertama untuk mengalahkan Elena Rybakina, Jumat (3/5) dan melaju ke final.
Unggulan kedua asal Belarusia itu menang 1-6, 7-5, 7-6 (7/5). Selanjutnya, dia akan menghadapi petenis nomor satu dunia Iga Swiatek, Sabtu. Ini pertandingan ulang final tahun lalu.
Swiatek sebelumnya berhasil menyingkirkan petenis AS, Madison Keys, dengan kemenangan mudah 6-1, 6-3. Di bagian putra, unggulan ketiga Daniil Medvedev mundur karena cedera dalam pertandingan perempat finalnya melawan Jiri Lehecka.
Rybakina asal Kazakhstan mendominasi atas Sabalenka yang berada di bawah performa terbaik di set pertama. Namun, di set kedua Rybakina menghadapi perlawanan yang jauh lebih keras. Juara Australia Open dua kali, Sabalenka, memberikan tekanan untuk menyamakan kedudukan menjadi 4-4.
Rybakina langsung membalas, tapi petenis peringkat dua dunia Sabalenka kembali mematahkan servisnya untuk kedudukan 5-5. Kemudian merebut dua game berikutnya untuk memaksakan set ketiga.
Para pemain saling bertahan hanya dengan satu break point. Sabalenka tetap kokoh untuk keunggulan 6-5, sebelum tie-break. Sabalenka, 25, memastikan kemenangannya dengan servis kuat yang tidak dapat dibendung Rybakina. Sabalenka kalah dalam tiga dari empat pertandingan terakhirnya melawan Rybakina yang berusia 24 tahun. Namun, dia tampil sebagai pemenang saat bertemu di lapangan tanah liat untuk pertama kalinya.
"Saya tidak tahu caranya, tapi entah bagaimana bisa tetap hidup di set kedua," ujar Sabalenka, yang mengincar gelar ketiga Madrid Open. "Itu pertandingan yang sulit. Dia pemain hebat," sambungnya.
Swiatek memiliki catatan pertemuan 6-3 melawan Sabalenka. Namun, dalam satu-satunya pertemuan mereka di ibu kota Spanyol, Sabalenka menang dalam tiga set tahun lalu untuk merebut gelar.
Dominan di lapangan tanah liat, Swiatek hampir tidak melakukan kesalahan saat melawan Keys. Dia hanya melakukan delapan kesalahan sendiri dalam pertandingan tersebut sehingga membuat petenis AS berusia 29 tahun itu hampir tidak memiliki peluang.
"Saya sangat senang bisa bermain solid kali ini," ujar Swiatek di lapangan setelah mencapai final WTA 1000 kesebelasnya.
"Madison adalah pemain luar biasa dengan permainan sangat cepat dan servis kuat. Saya ingin fokus pada diri sendiri," sambungnya. Unggulan teratas, yang menang di Doha dan Indian Wells ini, memulai dengan performa bagus. Dia merebut set pertama dalam waktu 31 menit. Keys lebih kompetitif set kedua, tetapi Swiatek mengatasinya dengan dua break. ben/AFP/G-1
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Sekolah di DAS Brantas Ikut Edukasi Pemantauan Kualitas Air
-
Presiden Prabowo Minta Persoalan Sampah di Tanah Air Diselesaikan dengan Penelitian
-
Dukung Soekarno Run 2026, Wagub Rano: Semoga Jadi Gerakan Hidup Sehat Warga Jakarta
-
Saat Emas Berkilau, Bursa Bergairah: IHSG Hari Ini Naik Ditopang Saham Tambang
-
Pers Card Number One: Jalan Panjang Kesetiaan Cak Iban
-
Maduro akan Disidang di Pengadilan Federal New York Hari Senin
-
Harga Kulkas Side by Side Berkapasitas Besar Ini Hanya 5 Jutaan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.