Orang Dewasa Perlu Lindungi Diri dari Penyakit Radang Paru dengan Vaksinasi
Kamis, 02 Mei 2024, 20:19 WIBJAKARTA - Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) mengumumkan pembaruan rekomendasi jadwal vaksinasi dewasa pada 2024. Pengumuman ini adalah menambahkan vaksin Pneumokokal Konjugat 15-valent (PCV15).
Selain diberikan kepada bayi dan anak-anak, vaksin PCV15 juga telah disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk diberikan kepada dewasa. Hal ini guna memberi perlindungan terhadap 15 serotipe bakteripneumokokupenyebab penyakitpneumonia
Pneumonia merupakan peradangan jaringan paru yang utamanya disebabkan oleh berbagai virus, bakteri, dan jamur. Salah satu penyebab penting dari penyakit ini yaitu bakteriStreptococcus pneumoniae(Pneumokokus), memiliki lebih dari 100 serotipe dan beberapa diantaranya menyebabkan infeksi parah seperti Serotipe 3, 22F, dan 33F.
Penambahan vaksin PCV15 melengkapi 22 jenis vaksin yang direkomendasikan PAPDI bagi kalangan dewasa mulai dari 18 tahun hingga lansia. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat perlindungan kesehatan bagi masyarakat Indonesia.
Ketua Umum PB PAPDI, Dr. dr. Sally Aman Nasution SpPD, K-KV, FINASIM, FACPmenyampaikan, pemberian vaksin merupakan langkah penting dalam upaya perlindungan kesehatan masyarakat. Memahami hal ini, PAPDI berkomitmen untuk terus menyedikanrekomendasi vaksin yang terkini dan berbasis bukti ilmiah, untuk meningkatkan taraf kesehatan masyarakat Indonesia.
"Salah satunya, dengan penambahan vaksinasi PCV15 dalam rekomendasi jadwal vaksin dewasa tahun 2024. Pada kesempatan ini, apresiasi kami sampaikan kepadaMSDIndonesia yang terus menjadi mitra aktif dalam membantu mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih sehat melalui berbagai inovasi kesehatan yang dihadirkan," kata dia dalam konferensi pers virtual Senin (29/5).
Selain berkolaborasi dengan berbagai pihak, sebagai perusahaanbiofarmasiyang mengedepankan penelitian,MSDIndonesia terus mengembangkan berbagai solusi kesehatan inovatif yang bertujuan untuk memajukan pencegahan dan pengobatan penyakit, guna menyelamatkan dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di Indonesia.
Saat ini di Indonesia kata dr. Sally, pneumonia menjadi salah satu dari sepuluh kasus rawat inap terbanyak dengan perkiraan biaya pengobatan rata-rata lebih dari 18 juta rupiah untuk rawat inap selama 6 hari. Sementara berdasarkan data BPJS, pneumonia menjadi salah satu penyakit dengan beban biaya tertinggi.
"Salah satu langkah penting yang perlu dilakukan untuk menekan tingginya tingkat kasus dan sebagai upaya pencegahan terhadap pneumonia adalah dengan melakukan vaksinasi PCV," ujar dia.
Anggota Bidang Pengembangan Profesi dan Penelitian PAPDI, dr. Ceva Wicaksono Pitoyo, SpPD, K-P, FINASIM, KIC, menjelaskan, ada berbagai faktor risiko yang mempengaruhi terjadinya pneumonia pada dewasa, seperti faktor umur, pekerjaan, gaya hidup, kondisi kesehatan, atau karena bepergian. Risiko pneumonia juga semakin tinggi apabila memiliki kondisi medis tertentu.
"Padahal, berbagai studi menunjukkan bahwa vaksinasi pneumonia pada orang dewasa dapat membantu menurunkan risiko dari penyakit berbahaya ini. Selain mencegah pneumonia, vaksinasi PCV juga dapat membantu mencegah beberapa penyakit lain, seperti radang selaput otak (meningitis), infeksi darah (bakteremia) dan radang telinga (otitis) yang disebabkan oleh bakteri pneumokokus," ujar dia.
Menurut Ketua Satuan Tugas (Satgas) Imunisasi Dewasa PAPDI, Dr. dr. Sukamto Koesnoe, SpPD-KAI, FINASIM, PCV menjadi salah satu vaksin yang direkomendasikan PAPDI. Vaksin ini diberikan ke masyarakat populasi dewasa, guna menekan angka penularan pneumonia.
Sebelumnya PAPDI telah merekomendasikan vaksinasi PCV13 pada usia 18 tahun ke atas dan PPSV23 pada usia 50 tahun ke atas. Dengan disetujuinya penggunaan PCV15 oleh BPOM pada Juni 2023 dan melihat beban penyakit pneumonia di Indonesia, Satgas Dewasa menambahkan PCV15 dalam Rekomendasi Vaksin Dewasa PAPDI 2024 untuk usia 18 tahun ke atas,"
"Rekomendasi ini diberikan berdasarkan hasil studi terhadap kemanjuran dari berbagai penelitian yang membuktikan vaksin PCV15 menunjukan pembentukan antibodi yang baik pada orang dewasa dan lansia," paparnya.
Penasihat Satuan Tugas (Satgas) Imunisasi Dewasa PAPDI, Prof. Dr. dr. Samsuridjal Djauzi, Sp. PD-KAI, FINASIM, mengatakan pemberian vaksin pneumonia bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan sangat urgen. Terutama mereka yang melakukan perjalanan pulang kampung, ke luar negeri seperti Umrah dan Haji sangat perlu.
"Bagi yang sebentar lagi akan melaksanakan Haji maupun Umrah, dianjurkan untuk mendapatkan setidaknya 1 dosis vaksin PCV, selain vaksin meningitis dan polio (untuk area tertentu) yang memang telah diwajibkan. Vaksin PCV tidak memerlukanbooster kecuali diperlukan," jelasnya.
- Kanker Paru-paru
- Vaksinasi
- radang paru-paru Legionella
- Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI)
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Perkuat Wisata dan Jaga Warisan Budaya, Pemprov Sulut Lakukan Revitalisasi Museum Daerah
-
Turunkan Zero Dose, Ketum TP PKK Ingatkan Orang Tua Pentingnya Vaksinasi Anak
-
Ayo Warga Tangerang Sterilkan Kucing, Anjing, Kera, dan Musang
-
BRIN: Pencemaran Sungai Cisadane Berisiko Timbulkan Efek Kesehatan Kronis, Masyarakat Dilarang Konsumsi Air dan Ikannya
-
Gubernur Gorontalo Mendesak Percepatan Penyelesaian Dokumen Pertambangan Rakyat
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.