Orang Utan yang Tersasar di Kawasan Bandara Sampit Berhasil Dievakuasi

Sabtu, 27 Apr 2024, 07:18 WIB

Sampit - Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah akhirnya berhasil mengevakuasi satu individu orang utan yang tersasar di kawasan Bandara Haji Asan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

"Kami melakukan penyelamatan satu individu orang utan, setelah pada Kamis dan Jumat pekan lalu kami menerima laporan adanya orangutan berkeliaran di kawasan bandara," kata Kepala BKSDA Resor Sampit Muriansyah di Sampit, Jumat (26/4) malam.

Ket. Foto: Petugas medis melakukan pemeriksaan fisik orang utan yang berhasil dievakuasi dari kawasan Bandara Haji Asan Sampit, Jumat (26/4/2024) malam. — Sumber: ANTARA/Devita Maulina

Dalam kegiatan evakuasi atau penyelamatan orang utan ini, BKSDA Kalteng dibantu oleh Yayasan Orangutan Foundation International (OFI), Petugas Bandara Haji Asan Sampit, Manggala Agni Pondok Kerja Sampit dan komunitas reptil Sampit.

Evakuasi orangutan yang diberi nama Asan ini berlangsung di tengah guyuran hujan dan gelapnya malam. Ditambah adanya sejumlah kendala menyebabkan proses evakuasi berlangsung cukup lama, yakni dari pukul 18:37 WIB hingga 21:07 WIB.

Proses evakuasi berlokasi di kebun milik warga yang berada di samping bandara, tepatnya sekitar 30 meter masuk ke dalam kebun yang dipenuhi semak belukar dan pepohonan. Agar dapat dievakuasi orang utan dilumpuhkan dengan cara dibius menggunakan alat khusus.

Pembiusan pertama orangutan jantan itu tidak langsung pingsan dan sempat pindah ke salah satu pohon yang cukup tinggi, lalu tersangkut sebelum hilang kesadaran. Hal inilah yang membuat proses evakuasi berlangsung cukup lama, lantaran Tim penyelamat kesulitan menjangkau satwa dilindungi tersebut.

"Orangutan sempat tersangkut di pohon yang cukup tinggi, sekitar 25 meter, sehingga sulit dijangkau" sebutnya.

Berbagai upaya dilakukan untuk menurunkan satwa itu dari atas pohon. Mulai dari menaiki pohon menggunakan tangga, namun tidak berhasil karena tangga tidak cukup tinggi. Sampai menggunakan pipa paralon untuk mendorong satwa tersebut agar jatuh ke jaring yang telah disediakan.

Di tengah proses evakuasi orang utan sempat tersadar sehingga dilakukan pembiusan kedua. Setelah berhasil diturunkan, orang utan dibawa ke tempat yang lebih lapang untuk dilakukan pemeriksaan oleh tim medis.

Orang utan tersebut memiliki berat 82,6 kilogram dengan perkiraan usia 30 tahun. Terdapat sejumlah bekas luka di tubuh satwa tersebut yang diduga akibat perkelahian sesama orang utan.

"Untuk usia dan beratnya orang utan ini masih kategori ideal. Rencananya malam ini juga akan dibawa ke Kantor BKSDA SKW II Pangkalan Bun," lanjut Muriansyah.

Ia menambahkan, sebelum evakuasi ini, pihaknya menerima laporan kemunculan orang utan dari staf BMKG setempat pada 18 April 2024. Orang utan yang cukup besar itu masuk ke bekas area peralatan meteorologi di belakang kantor lama BMKG.

Orang utan yang terus berpindah-pindah membuat BKSDA sulit menentukan lokasi keberadaannya, terlebih orang utan tersebut sempat terlihat memanjat pagar menuju hutan di seberang landasan pacu bandara.

Hingga pada Jumat pagi, 26 April 2024, hewan primata tersebut kembali muncul di kawasan bandara, sehingga BKSDA Resort Sampit langsung menghubungi Tim Rescue untuk melaksanakan evakuasi.

"Diduga kuat orang utan yang dievakuasi hari ini adalah orang utan yang sebelumnya muncul di dekat kantor BMKG," ujarnya.

Hutan yang berjarak kurang dari 1 kilometer dari bandara diduga merupakan habitat dari orang utan, terlebih petugas bandara setempat mengaku beberapa kali melihat kemunculan orang utan di lokasi tersebut.

Diduga pula, satwa itu masuk ke kawasan bandara untuk mencari makan, karena di bagian barat kawasan bandara terdapat kebun buah milik warga. Melihat cedera dari orang utan yang dievakuasi, Muriansyah menduga masih ada orang utan lain di hutan tersebut.

Dokter hewan Ketut Prasojo yang terlibat dalam evakuasi mengatakan diperlukan 2 ½ dosis obat bius untuk melumpuhkan orang utan selama proses evakuasi. Bius diberikan secara bertahap. Setengah dosis bius terakhir disuntikkan ketika proses pemeriksaan medis, lantaran orang utan mulai menunjukkan tanda-tanda siuman.

Hasil pemeriksaan fisik orang utan itu menunjukkan sejumlah bekas luka antara lain, dua ruas jari telunjuk tangan kanan patah, jari kelingking tangan kanan patah tetapi tidak sampai putus, telunjuk tangan kiri tidak bisa ditekuk, jempol kaki kiri patah.

Selanjutnya, kelingking kaki kiri patah tetapi tidak sampai putus dan terjadi penyembuhan alami yang membuat jari lebih pendek dan jari manis kaki kanan hanya tersisa satu ruas.

Terakhir, kelopak mata kiri sempat cedera tetapi mengalami penyembuhan alami yang tidak sempurna membuat mata kiri tertutup sebagian dan terus mengeluarkan lendir sehingga menyebabkan mata kiri hampir katarak.

"Kalau mata kirinya mau diselamatkan perlu dilakukan operasi, tapi untuk orang utan sebesar ini agak sulit pascaoperasinya. Jadi, keputusan nanti kami serahkan ke Kepala Balai," ucap Ketut.

Ketut menambahkan dilihat dari kondisi gigi orang utan yang sebagian aus dapat diketahui bahwa satwa tersebut sering mengkonsumsi daun muda dan kulit pohon, artinya habitat yang ditinggali satwa tersebut jarang terdapat pohon buah.

Adapun, bekas luka yang terdapat di tubuh satwa tersebut diduga akibat perkelahian dengan orang utan jantan lainnya. Karena orang utan termasuk satwa yang saling memperebutkan wilayah kekuasaan.

Sementara itu, Petugas Senior PKP-PK Bandara Haji Asan Sampit, Milianoor Safitri menyampaikan terima kasih kepada BKSDA Kalteng dan pihak yang terlibat dalam evakuasi orang utan.

Keberadaan orang utan di kawasan bandara disebut dapat mempengaruhi keamanan dan keselamatan aktivitas penerbangan, sehingga dengan dilaksanakan evakuasi ini pihaknya merasa lebih tenang dalam melaksanakan tugas ke depannya.

"Satu minggu terakhir sejak awal kemunculan orang utan memang tidak ada gangguan aktivitas penerbangan, tetapi kami tetap khawatir. Sehingga dengan dievakuasinya orang utan ini kami sangat berterima kasih kepada BKSDA," kata Milianoor.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

Coba Lerai Perkelahian, Dua Polisi Dikeroyok Masa saat Karnaval di Blora

Gubernur Pramono Sebut Keluarga Kuat dan Masyarakat Peduli Jadi Kunci Kerukunan Jakarta

Dua Anggota Polisi Jadi Korban Pengeroyokan saat Karnaval HUT RI di Blora

BNPB Perkuat OMC-Armada Pemadaman Karhutla di Kalimantan

Panen Durian dan Manggis di Lebak Serap Ribuan Tenaga Kerja

Labuan Bajo Normal Pascagempa NTT, Kemenpar Minta Aktivitas Wisata Utamakan Keselamatan

Nicolas Cage Akhirnya akan Kembali dalam National Treasure 3

Empat Wisatawan Terseret Ombak Saat Mandi di Pantai Tuturuga Minahasa, Kenzy Masih Hilang

Pemkot Tebing Tinggi Ajak Pelajar Budayakan Menabung

Kemenhut Pastikan Kebakaran Hutan di TN Way Kambas Sudah Padam, Seluruh Gajah Aman

Tol Cisumdawu Arah Bandung-Cirebon Ada Perbaikan, Kontraflow DIberlakukan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.