Aset Russia Disita, Moskow Keluarkan Peringatan Diplomatik kepada Washington

Jumat, 26 Apr 2024, 14:33 WIB

MOSKOW - Moskow dapat menurunkan hubungan diplomatik dengan Washington jika AS mengambil alih aset-aset Russia yang dibekukan, Wakil Menteri Luar Negeri Sergey Ryabkov memperingatkan pada Kamis (25/4).

RT melaporkan, AS dan sekutunya telah membekukan sekitar 300 miliar dollar AS aset bank sentral Russia sebagai bagian dari sanksi terkait Ukraina, yang sebagian besar ditahan di Uni Eropa (UE).

Ket. Foto: Pertemuan yang melibatkan Wakil Menteri Luar Negeri Russia Sergei Ryabkov (dalam gambar) dan Wakil Menteri Luar Negeri AS Wendy Sherman. — Sumber: AP/Thomas Peter

Washington telah lama menganjurkan penyitaan dana tersebut, sehingga uang tersebut kemudian akan diserahkan ke Kiev untuk upaya perang melawan Rusia. Dorongan terbaru datang pada hari Sabtu, setelah Dewan Perwakilan Rakyat AS menyetujui rancangan undang-undang yang mengizinkan penyitaan uang Russia.

Undang-undang yang disebut REPO, yang disahkan oleh anggota parlemen di Washington akhir pekan lalu bersama paket bantuan militer senilai 61 miliar dollar untuk Ukraina, memberi wewenang kepada presiden AS untuk menyita dana Russia yang disimpan di bank-bank Amerika dan menyerahkannya ke Kiev.

Lebih dari 6 miliar dollar dari 300 miliar dollar aset Russia yang dibekukan disimpan di bank-bank AS.

Senator AS Rand Paul, yang skeptis terhadap usulan tersebut, memperingatkan bahwa langkah tersebut akan menjadi "tindakan perang ekonomi."

Para pejabat di beberapa negara Barat, terutama AS dan Inggris, bersikeras untuk menyita aset-aset Russia meskipun ada kekhawatiran luas bahwa hal ini tidak memiliki dasar hukum. Sebaliknya, UE enggan melakukan hal tersebut karena takut akan pembalasan Russia. Negara-negara UE, yang memegang sebagian besar dana yang dibekukan, dilaporkan khawatir bahwa pengambilalihan dana tersebut akan mengganggu stabilitas euro.

Tanggapan Moskow terhadap penyitaan aset-asetnya oleh negara-negara G7 dapat mencakup tindakan balasan ekonomi dan diplomatik, kata Ryabkov seperti dikutip RIA Novosti.

"Kami sekarang sedang mempelajari bentuk reaksi yang tepat, di mana tindakan balasannya adalah tindakan terhadap aset lawan kami di Barat dan tindakan respons diplomatik,"kata Ryabkov kepada media tersebut."Yang satu tidak membatalkan yang lain, tapi belum ada solusi, karena di sisi lain juga belum ada solusi,"tambahnya.

Diplomat senior tersebut sebelumnya telah memperingatkan bahwa AS tidak boleh"bertindak berdasarkan ilusi… bahwa Russia bergantung pada hubungan diplomatik dengan negara tersebut."

Moskow telah berulang kali mengatakan penyitaan aset-asetnya merupakan"pencurian."

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov telah memperingatkan, AS akan merusak perekonomiannya sendiri serta sistem keuangan global, jika AS menindaklanjuti ancamannya untuk mengambil alih dana tersebut dan memberikannya kepada Ukraina.

"Ini merupakan kehancuran seluruh fondasi sistem ekonomi [global],"menurut Peskov.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Lili Lestari

Berita Terbaru

Jangan Salah Kelola! Kawasan Transmigrasi Berpeluang Jadi Pusat Ekonomi Masa Depan

Kemenhut Beri Sanksi 6 Perusahaan yang Sebabkan Karhutla Berulang di Kalimantan

Gelaran Festival Jadi Mesin Uang! Buleleng Festival Catat Perputaran Ekonomi Rp3,6 Miliar

Bukan Sekadar Festival! Cianjur Fest 2026 Jadi Arena 2.800 UMKM Cari Cuan

Bakso Ikan Tuna Unjuk Gigi di Buleleng Festival, UMKM Gaspol Cari Pasar!

Pesona Lamreh Kembali Dijual, Jangan Abaikan Keamanan Wisatawan!

Dinkes Lebak Mencatat Pelaksanaan CKG Capai 47,52 Persen dari Jumlah Penduduk

Incar Dana Segar, Perusahaan Milik Kampus UGM Siap IPO di Pasar Modal

BPBD Sulteng: Sanksi Pidana Akan Diberikan Terkait Pembakaran Lahan dan Hutan

BMKG: Kabut Asap Selimuti Pekanbaru dengan Kualitas Udara Berbahaya

Chelsea Menang 3-2 atas Fulham pada Pertandingan Pertama Liga Inggris

Panglima TNI Dampingi Presiden Prabowo Tinjau Penanganan Karhutla di Riau dan Sumsel.

Karhutla Riau Meluas, TNI Kerahkan Satgas Khusus untuk Percepat Penanganan.

Komandan Lanud Sjamsudin Noor Dampingi Pangkodau II Tinjau Penanganan Karhutla di Kalimantan Selatan.

Liga Italia: AS Roma Hancurkan Fiorentina 4-0, Donyell Malen Cetak Hattrick

BMKG Prakirakan Cuaca Sebagian Besar Daerah di Wilayah Indonesia Cerah hingga Berawan Tebal

Jangan Biarkan Karhutla Meluas! KSP Minta Penanganan Cepat dan Tegas

NBA Rilis Jadwal Musim 2026-27, Laga Ulangan Final dan Reuni Para Bintang Jadi Sorotan

BMKG Beberkan Cuaca Hari Ini, Mayoritas Wilayah Diprediksi Cerah hingga Berawan

Butter Baby Hadirkan Klepon Donut, Jajanan Tradisional Indonesia dalam Semangat Kemerdekaan.

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.