Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sapi Terjangkit LSD Tidak Sah Sebagai Hewan Qurban

📅 Rabu, 24 Apr 2024, 16:51 WIB | Oleh:
Sapi Terjangkit LSD Tidak Sah Sebagai Hewan Qurban Doc: ANTARA/Aprionis
Ket. Petugas Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggencarkan vaksinasi cegah penyebaran LSD.

BELITUNG - Dosen Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis Institut Pertanian Bogor (IPB) Denny W Lukman mengatakan sapi terjangkitLumpy Skin Disease(LSD) bergejala klinis berat tidak sah sebagai hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha 2024.

"Daging sapi LSD bergejala klinis berat tidak baik, mudah busuk dan dapat membahayakan kesehatan konsumen," kata Denny W Lukman saat menjadi narasumber pelatihan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di Belitung, Rabu.

Ia mengatakan sapi terjangkit LSD bergejala berat tidak sah sebagai hewan kurban ini juga didasarkan Fatwa MUI Nomor 34 Tahun 2023 tentang Hukum dan Panduan Pelaksanaan Ibadah Kurban Saat Merebaknya Penyakit LSD dan Antisipasi Penyakit Peste des Petits Ruminant (PPR) pada Hewan Kurban.

"Sapi LSD bergejala klinis berat ini seperti benjolan menyebar, ada benjolan yang pecah jadi koreng, terbentuk jaringan parut, berpengaruh pada kerusakan di permukaan kulit dan daging," ujarnya.

Ia menjelaskan sapi terjangkit LSD bergejala ringan boleh dijadikan sebagai hewan kurban nanti. Sapi LSD bergejala klinis ringan seperti benjolan belum menyebar, tidak berpengaruh pada kerusakan daging.

"Kami berharap masyarakat yang akan beribadah kurban nanti memilih sapi atau kambing yang sehat dan tidak sakit, agar lebih sah ibadah kurbannya," katanya.

Ia berharap tenaga kesehatan hewan untuk memastikan kesehatan hewan kurban yang akan disembelih sehat dan sesuai syariat.

"Kami meminta panitia kurban memastikan bahwa hewan yang dibeli sehat dengan diperiksa kembali saat kedatangan dan dapat minta bantuan tenaga kesehatan hewan," katanya.

Menurut dia, hewan kurban yang sehat memiliki ciri-ciri aktif bergerak, bergairah, mata bersinar, kuli mengkilat, nafsu makan bagus, penampilan gagah, tidak berpenyakit dan fisik sempurna.

"Hewan kurban sakit memiliki ciri lesu, lemah, apatis, diam menyendiri, mata sayu, mengantuk, kulit kusam, bulu kasar, tidak atau kurang berselera makan, berpenyakit dan cacat," katanya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.