Pegawai di Jajaran Humas Harus Beradaptasi dengan Perkembangan Kecerdasan Buatan
Rabu, 24 Apr 2024, 00:06 WIBJakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi menekankan pentingnya insan kehumasanberadaptasi dengan perkembangan teknologi kecerdasan buatan (ArtificialIntelligence/AI).
"Perkembangan pesat AI dan berbagai disrupsi yang ditimbulkan mengharuskan pelaku komunikasi publik untuk memiliki strategi dalam beradaptasi, khususnya terkait pengembangan kapasitas sumber daya manusia dan organisasi," katanyadi Jakarta, Selasa.
Budi Arie mengatakan bahwa para pelaku komunikasi publik atau humas perlu memperhatikan etika AI dan dimensi kemanusiaan dalam penggunaan teknologi tersebut.
Dalam aspek keorganisasian, dia menyampaikan, para pelaku komunikasi publik perlu memperhatikan risiko AI dan implikasi etika AI secara holistik, mengevaluasi berkala sistem organisasi internal, serta mengikuti perkembangan regulasi AI nasional dan global.
Ia mengatakan, pemerintah saat ini sedang mempersiapkan tata kelola AI menggunakan pendekatan horizontal dan vertikal.
Kementerian Komunikasi dan Informatika sedang menjajaki implementasiReadiness Assessment Methodology(RAM), perangkatrekomendasi tentang etika AI yang disiapkan oleh Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO).
RAM merupakan instrumen tingkat makro yang akan membantu negara-negara memahami posisi mereka dalam skala kesiapan untuk menerapkan AI secara etis dan bertanggung jawab bagi seluruh warga negaranya.
Kementerian Komunikasi dan Informatikajuga terlibat aktif dalam forum-forum internasional terkait AI, seperti AI Safety Summit 2023, Internet Governance Forum 2023, dan UNESCO Global Forum on Ethics of AI 2024.
"Kita paham betul bahwa AI ini modelnya cuma dua, kalau di Eropa diatur secara horizontal, kalau di Amerika diatur secara vertikal. Nah kita sedang mencoba meramu, mendiskusikan mana yang paling sesuai untuk Indonesia," kata Budi Arie.
Dia menekankan pentingnya ekosistem komunikasi publik yang bertanggung jawab di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
Dia juga mengingatkan pentingnya praktisi komunikasi publik memanfaatkan teknologi untuk kegiatan kehumasan yang lebih efektif.
"Di masa depan teknologi ini bisa sangat membantu kita dalam menjalankan berbagai aktivitas, termasuk aktivitas kehumasan," katanya.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
APBN Biayai Gaji Manajer Kopdes, Pemerintah Buka Skema Pendanaan
-
Pencegahan Rabies Membutuh Kolaborasi Para Pihak
-
Penantian Lima Tahun Warga Terdampak YIA Berujung Kepastian Ganti Rugi
-
Mahakam Mask Carnival Jadi Mesin Ekonomi Kreatif Kaltim, Kreator Lokal Unjuk Gigi
-
Ekspor RI Belum Kehabisan Tenaga, Prospek Positif hingga Desember
-
Kendalikan Erosi, Kementerian LH Dukung Penghijauan Bantaran Sungai CIliwung
-
Samsat Keliling Polda Metro Jaya Hari Ini Tersedia di 14 Lokasi, Berikut Daftarnya!
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.