Ketua Komisi I Minta Pemerintah Aktif Diplomasi Deeskalasi Konflik Timur Tengah
Minggu, 21 Apr 2024, 10:11 WIBJAKARTA - Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid meminta Pemerintah terlibat aktif dalam diplomasi melakukan deeskalasi konflik di Timur Tengah karena mengarah pada terjadinya Perang Dunia III.
"Saya meminta Pemerintah RI untuk terlibat aktif diplomasi dalam deeskalasi konflik di Timur Tengah karena menjurus pada terjadinya Perang Dunia III yang akan merugikan seluruh umat manusia," kata Meutya seperti dikutip Parlementaria, Jumat (19/4).
Kantor berita Iran, IRNA, belum lama ini melaporkan, sistem pertahanan udara Iran diaktifkan di beberapa provinsi di negara itu. Televisi resmi pemerintah Iran pun mengkonfirmasi adanya "ledakan besar" di Provinsi Isfahan tengah tetapi mencatat tidak ada fasilitas nuklir yang terkena dampak atau menjadi sasaran.
Sebelumnya pada Sabtu (13/4) malam, Iran menembakkan lebih dari 300 pesawat nirawak dan rudal ke arah Israel, sebagai balasan atas serangan Israel terhadap Konsulat Iran di Damaskus yang menewaskan sedikitnya tujuh anggota Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran pada 1 April 2024.
Terkait hal itu, Meutya meminta Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI untuk memitigasi keselamatan warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Palestina, Iran, dan wilayah Timur Tengah lainnya yang berkonflik.
"Saya meminta Kemlu juga untuk memitigasi keselamatan WNI di semua wilayah yang tengah berkonflik dan sekitarnya, di Palestina, Iran, dan lain-lain," kata Politisi Fraksi Partai Golkar itu.
Dia juga meminta Pemerintah RI turun tangan untuk mendorong Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengeluarkan resolusi agar semua pihak menghentikan serangan, termasuk serangan yang dilancarkan Israel ke Gaza.
Meutya pun mengingatkan Dewan Keamanan (DK) PBB sangat bertanggung jawab dalam melibatkan semua pihak untuk mencegah eskalasi konflik Timur Tengah lebih lanjut.
"Sejauh ini DK PBB telah gagal mengemban mandat menghentikan perang Israel-Hamas di Gaza serta perang Rusia-Ukraina. DK PBB perlu bekerja lebih keras meredam gejolak baru yang akan timbul," katanya.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Tim Koran Jakarta
Berita Terkait:
-
Sudin KPKP Jaksel Dorong Pangan Lokal jadi Peluang Usaha Warga
-
Krisis Iklim Ancam Produktivitas Kerja
-
Blue Fire Papandayan, Bahaya Gas Beracun Tapi Bisa Jadi Wisata Baru
-
Jakarta Diprediksi Hujan pada Kamis Ini, BMKG Ungkap Waktu yang Perlu Diwaspadai
-
Cristiano Ronaldo Tinggalkan Timnas Portugal Jelang Lawan Denmark, Ada Apa?
-
Mencegah Meluasnya Api di TPAS Gunung Santri Cirebon
-
Film Komedi Cidro Asmoro Diramaikan Ndarboy dan Happy Asmara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.