WHO: Strain Flu Burung H5N1 Ditemukan dalam Susu Mentah Hewan Terinfeksi

Sabtu, 20 Apr 2024, 11:04 WIB

JENEWA - Strain virus flu burung H5N1 telah terdeteksi dalam konsentrasi yang sangat tinggi pada susu mentah dari hewan yang terinfeksi, kata WHO pada Jumat (19/4), meskipun berapa lama virus tersebut dapat bertahan dalam susu tidak diketahui.

Avian influenza A (H5N1) pertama kali muncul pada 1996, tetapi sejak 2020, jumlah wabah pada burung telah meningkat secara eksponensial, seiring dengan peningkatan jumlah mamalia yang terinfeksi.

Ket. Foto: Sapi perah ditempatkan di kandang di Welcome Stock Farms di Schuylerville, NY, pada tahun 2022. Bulan lalu, flu burung terdeteksi pada sapi perah di Idaho, Kansas, Michigan, New Mexico, dan Texas. — Sumber: AP/Hans Pennink

Strain ini telah menyebabkan kematian puluhan juta unggas, burung liar, mamalia darat dan laut juga terinfeksi.

Sapi dan kambing masuk dalam daftar tersebut bulan lalu - perkembangan yang mengejutkan bagi para ahli karena mereka tidak dianggap rentan terhadap jenis influenza ini.

Pihak berwenang AS awal bulan ini mengatakan seseorang yang bekerja di peternakan sapi perah di Texas sedang dalam masa pemulihan dari flu burung setelah terpapar pada ternak.

"Kasus di Texas adalah kasus pertama di mana manusia tertular flu burung melalui sapi," kata Wenqing Zhang, kepala program influenza global di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Penularan dari burung ke sapi, dari sapi ke sapi, dan dari sapi ke burung juga telah tercatat selama wabah saat ini, yang menunjukkan bahwa virus tersebut mungkin telah menemukan jalur transisi lain daripada yang kita pahami sebelumnya," katanya kepada media di Jenewa.

Ini merupakan kasus kedua dimana manusia dinyatakan positif mengidap flu burung di Amerika Serikat, dan terjadi setelah virus tersebut membuat sakit ternak yang tampaknya terpapar pada burung liar.

"Sekarang kita melihat banyak kawanan sapi yang terkena dampak di semakin banyak negara bagian AS, yang menunjukkan langkah lebih jauh penyebaran virus ke mamalia," kata Zhang.

"Virus ini juga terdeteksi pada susu hewan yang terinfeksi."

Zhang mengatakan terdapat "konsentrasi virus yang sangat tinggi dalam susu mentah", namun para ahli masih menyelidiki secara pasti berapa lama virus tersebut mampu bertahan dalam susu.

Departemen kesehatan Texas mengatakan infeksi pada sapi tidak menimbulkan kekhawatiran terhadap pasokan susu komersial, karena perusahaan susu diharuskan menghancurkan susu dari sapi yang sakit. Pasteurisasi juga membunuh virus.

"Penting bagi masyarakat untuk memastikan praktik pangan yang aman, termasuk hanya mengonsumsi susu dan produk susu pasteurisasi," kata Zhang.

Kasus pada Manusia

Dari tahun 2003 hingga 1 April tahun ini, WHO telah mencatat 463 kematian dari 889 kasus pada manusia di 23 negara, sehingga tingkat kematian mencapai 52 persen.

Zhang mencatat kasus pada manusia yang tercatat di Eropa dan Amerika Serikat dalam beberapa tahun terakhir sejak virus melonjak, merupakan kasus ringan.

Sejauh ini, tidak ada bukti bahwa virus A (H5N1) menyebar antarmanusia.

Dan Zhang menekankan bahwa virus A (H5N1) yang diidentifikasi pada sapi dan pada kasus manusia di Texas tidak menunjukkan peningkatan adaptasi terhadap mamalia.

Mengenai vaksin potensial, jika diperlukan, Zhang mengatakan ada beberapa yang sedang dipersiapkan.

"Memiliki kandidat virus vaksin yang tersedia memungkinkan kita bersiap untuk segera memproduksi vaksin untuk manusia jika diperlukan," katanya.

"Untuk virus H5N1 yang terdeteksi pada sapi perah, ada beberapa kandidat virus vaksin yang tersedia."

Dalam kasus pandemi, terdapat hampir 20 vaksin influenza yang dilisensikan untuk penggunaan pandemi dan vaksin tersebut dapat disesuaikan dengan jenis virus spesifik yang beredar, katanya.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

Berita Terbaru

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.