- Home
-
- Luar Negeri
-
- Washington Tak Terima Impo...
Washington Tak Terima Impor dari Tiongkok Hancurkan Industri AS
Selasa, 09 Apr 2024, 00:02 WIBBEIJING - Menteri Keuangan (Menkeu) Amerika Serikat (AS), Janet Yellen, pada Senin (8/4), memperingatkan Tiongkok bahwa Washington tidak akan menerima industri-industri baru dihancurkan oleh impor Tiongkok. Hal ini disampaikan saat ia menyelesaikan pertemuan selama empat hari untuk menekankan tuntutan AS agar Beijing mengendalikan kelebihan kapasitas industri.
Yellen, yang melakukan perjalanan keduanya ke Tiongkok dalam sembilan bulan untuk lebih meredakan ketegangan antara dua negara dengan ekonomi terbesar di dunia, telah menyuarakan keprihatinan mengenai pertumbuhan pesat ekspor kendaraan listrik, baterai, panel surya, dan barang-barang energi ramah lingkungan lainnya di Tiongkok.
Dikutip dari The Straits Times, ia mengatakan dukungan pemerintah Tiongkok telah meningkatkan kapasitas produksinya jauh melampaui kemampuan yang dapat diserap oleh permintaan dalam negeri.
Menurut Yellen, ekspor Tiongkok yang murah mengancam lapangan kerja di AS dan negara lain, hal ini sejalan dengan penderitaan yang dirasakan di sektor baja AS di masa lalu. "Kami telah melihat cerita ini sebelumnya," katanya kepada wartawan.
"Lebih dari satu dekade yang lalu, dukungan besar-besaran dari pemerintah RRT menyebabkan harga baja Tiongkok di bawah harga yang membanjiri pasar global dan menghancurkan industri di seluruh dunia dan di Amerika Serikat. Saya sudah menegaskan bahwa Presiden Biden dan saya tidak akan menerima kenyataan itu lagi," tegas Yellen.
Ketika pasar global dibanjiri dengan produk-produk buatan Tiongkok yang murah, kelangsungan hidup perusahaan Amerika dan perusahaan asing lainnya dipertanyakan.
Pejabat Departemen Keuangan mengatakan Yellen tidak mengancam akan mengenakan tarif atau tindakan spesifik lainnya terhadap impor Tiongkok.
Dia menambahkan pembicaraan dengan para pejabat Tiongkok telah memajukan kepentingan Amerika dan bahwa kekhawatiran AS atas kelebihan kapasitas industri juga dirasakan oleh sekutu-sekutunya di Eropa, Jepang, Meksiko, Filipina, dan negara-negara berkembang lainnya.
Dia mengatakan solusi jangka pendek yang mungkin dilakukan adalah dengan meningkatkan permintaan konsumen dan mengalihkan model pertumbuhannya dari investasi sisi penawaran.
Yellen berbicara panjang lebar tentang masalah ini dengan Perdana Menteri Tiongkok, Li Qiang dan bertemu dengan Menteri Keuangan, Lan Foan, pada Minggu. Ia juga bertemu dengan Gubernur Bank Rakyat Tiongkok atau People's Bank of China (PBOC) Pan Gongsheng dan mantan wakil perdana menteri Liu He pada Senin.
Pejabat Departemen Keuangan mengatakan AS dan Tiongkok memperdalam kerja sama dalam masalah stabilitas keuangan, dengan dua simulasi guncangan keuangan dijadwalkan setelah latihan baru-baru ini untuk menangani kegagalan sebuah bank besar.
Latihan ini dikembangkan oleh kelompok kerja keuangan AS-Tiongkok yang dibentuk pada tahun 2023 ketika Yellen pertama kali mengunjungi Tiongkok untuk mencoba membangun kembali hubungan ekonomi. Dipimpin oleh perwakilan Departemen Keuangan AS dan PBOC, pertemuan terakhir dilakukan di Beijing pada bulan Januari.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Lagi, Anggota Politbiro Tiongkok Diselidiki Lembaga Pengawas Antikorupsi
-
Tim SAR Evakuasi Nelayan Terdampar di Perairan Manokwari–Oransbari
-
Lidah Warga Tiongkok Mulai Jatuh Hati pada Makanan Olahan RI
-
Trump dan Xi Jinping Sepakat Selat Hormuz Tetap Terbuka Tanpa Pungutan
-
Semarakkan Mudik Lebaran 1447 H, KAI Wisata Hadirkan Hiburan Budaya hingga Pembagian Takjil
-
Indonesia–Korea Selatan Teken MoU Energi Bersih, Fokus Surya, Nuklir hingga Hidrogen
-
Trump Ingin Tiongkok Belanja Lebih Banyak Energi dari AS
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.