Sopir Truk Protes Antre Berjam-jam di Pelabuhan Bakauheni
📅 Sabtu, 06 Apr 2024, 14:11 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Riadi Gunawan
LAMPUNG SELATAN - Puluhan supir truk kendaraan barang logistik di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, melakukan protes kepada petugas karena mobil sudah mengantre lama namun tidak kunjung masuk kapal.
Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah supir truk melakukan unjuk rasa di depan dermaga tiga reguler. Protes tersebut ditunjukkan kepada petugas yang tengah melakukan pelayanan, para supir kecewa dengan pelayanan pihak ASDP.
Ratusan supir truk itumembawa barang logistik, buah-buahan dan sayur-sayuran yang apa bila harus menunggu kembali barang tersebut akan busuk dan merugi.
Para sopir mengaku, pelayanan yang diberikan oleh pihak ASDP terkesan berat sebelah karena lebih mengutamakan kepentingan kendaraan pribadi.
Salah satu supir yang melakukan protes, Riko mengatakan para sopir berharap, pelayanan bisa diberikan secara adil kepada seluruh calon penumpang.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kami sudah sabar menunggu dari semalam, ini sudah hampir 15 jam lamanya kami menunggu, buah-buahan yang kami bawa ini sudah banyak yang busuk," kata Riko saat diwawancarai di Bakauheni, Sabtu (6/4).
Ia mengatakan, petugas yang tengah melakukan pelayanan lebih mendahulukan kendaraan pribadi. Oleh karena itu para sopir mengaku apa bila mobil mereka tidak dimuat di dalam kapal dikhawatirkan seluruh sayur mayur yang dibawa akan busuk.
"Sebagian besar sopir mengangkut sayur mayur dan buah-buahan kami khawatir, barang bawaan kami akan rusak dan membusuk, karena terlalu lama tertahan di pelabuhan Bakauheni," kata dia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!