Hasto: Angka Perceraian Tinggi Mengancam Ketahanan Keluarga
Jumat, 05 Apr 2024, 06:40 WIBKepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo, menyoroti tingginya angka perceraian di Indonesia, yang dapat mengancam ketahanan keluarga.
"Kalaubroken home-nya tinggi, ketahanan keluarganya otomatis lemah, karena indeks pembangunan keluarga itu salah satunya ketenteraman. Kalau perceraian tinggi, ketenteramannya akan turun," ujar Hasto di Jakarta, Selasa (2/4).
Ia juga mengkhawatirkan data perceraian yang semakin meningkat sejak tahun 2020. "Hari ini banyak keluarga yang bagus, tetapi juga banyak yang kurang bagus, karena perceraian di tahun 2020 ke atas, angkanya lebih dari 500 ribu kasus per tahun," kata kepala BKKBN.
Hasto pun menjelaskan ada tiga indikator dalam ketahanan keluarga, yakni tenteram, mandiri, dan bahagia. Jika perceraian meningkat, maka indikator pertama yakni ketenteraman dapat terancam.
"Kalau banyak perceraian, tenteramnya turun, jadi indeks pembangunan keluarga bisa turun kalau banyak perceraian, sedangkan dampak terhadap keluarga sendiri, broken home kan kalau orang tuanya cerai, anaknya tidak akan terurus dengan baik, pengasuhan (parenting) tidak bagus, sedangkan salah satu penyebabstuntingkarena anak tidakhappy, makanan juga enggak bagus," ucap dia.
Sebelumnya, Hasto juga menyebutkan bahwa konflik rumah tangga mesti diselesaikan dengan perasaan, tidak hanya dengan logika. "Konflik di dalam rumah tangga, kalau kita selesaikan hanya dengan logika itu berat, hasilnya pasti kacau, tetapi juga harus diselesaikan dengan perasaan," kata dia.
Kepala BKKBN juga menegaskan sebelum orang tua membahas tentang anak, atau mendidik anak, penting untuk mengkomunikasikan perasaan satu sama lain.
"Oleh karena itu, sebelum menyentuh masalah anak, para orang tua juga perlu belajar menyampaikan komunikasi satu sama lain. Sebagai kepala rumah tangga, suami harus lebih dewasa, bisa menahan emosi, dan istri juga harus bisa memaklumi," ucap dia. Ant/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
BPH Migas Prioritaskan Pemberian Kuota BBM Angkutan Umum untuk Pacu Konektivitas Antarwilayah
-
Pembukaan Akses Jalan di Bener Meriah Mencapai 60-70 Persen
-
Generasi Muda RI Enggan Nikah dan Miliki Anak, BKKBN Temukan Faktor Utama Penyebabnya
-
Juan Anugraha Djuwadi, Talenta Indonesia di Google Ungkap Arah Inovasi AI yang Berdampak
-
Jelang Idul Fitri 1447 H, Pemerintah Kabupaten Agam Petakan Jalan Alternatif
-
KKP Pastikan Layanan Pelabuhan Perikanan Tetap Optimal di Libur Lebaran 2026
-
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka Ingatkan Pemudik Jaga Kesehatan dan Keselamatan Saat Perjalanan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.