Waspadai Lonjakan Kendaraan, Dishub Surabaya Prediksi Puncak Arus Mudik Terjadi Akhir Pekan Ini

Kamis, 04 Apr 2024, 00:23 WIB

Surabaya - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya memprediksi puncak arus mudik terjadi H-4 dan H-3 Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah atau pada Sabtu (6/4) serta Minggu (7/4).

Kepala Dishub Kota Surabaya Tundjung Iswandaru mengatakan bahwa salah satu titik krusial kepadatan arus kendaraan bermotor berada di Jalan Wonokromo yang mengarah ke area perbatasan kota setempat dengan Kabupaten Sidoarjo.

"Kami melakukan antisipasi kemacetan arus kendaraan bermotor adalah di Wonokromo," kata Tunjung, dalam keterangan yang diterima di Surabaya, Rabu.

Dishub sudah berkoordinasi dengan kepolisian setempat untuk menjamin kelancaran lalu lintas dan memberikan kenyamanan kepada para pemudik.

Upaya tersebut terus dilakukan, sebab saat H+1 dan H+2 kawasan Wonokromo juga diperkirakan dipadati kendaraan bermotor milik para wisatawan yang hendak menuju Kebun Binatang Surabaya (KBS).

"Itu sampai menjelang Hari Raya Ketupat, karena kebanyakan pengunjung dari luar Kota Surabaya," ucapnya.

Selain Jalan Wonokromo, Dishub juga melakukan pengawasan lalu lintas di sejumlah ruas jalan, khususnya akses menuju tempat wisata, seperti Adventure Land Romokalisari dan Wisata Kenjeran.

Dua tempat wisata yang berada di Surabaya bagian barat dan timur itu juga diperkirakan ramai kunjungan saat masa libur Lebaran.

"Ada 14 terminal juga kami siapkan saat Lebaran tetapi biasanya terminal dalam kota tidak mengalami lonjakan penumpang. Lonjakan justru terjadi pada tempat wisata," ujarnya.

Sementara, Tundjung mengatakan arus balik berada pada titik puncaknya, pada Senin (15/4) atau H+4 Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah.

"Hal ini dikarenakan hari Selasa merupakan hari kerja," kata dia.

Pemerintah Kota (Pemkot) juga mengimbau seluruh masyarakat yang tidak melaksanakan mudik Lebaran bisa membantu pengawasan keamanan di lingkungan tempat tinggalnya masing-masing.

Setiap RT/RW nantinya memiliki penanggung jawab keamanan. Tugasnya adalah mendata lokasi rumah mana saja yang ditinggalkan penghuninya mudik maupun berlibur.

Akses permukiman juga diminta menggunakan sistem satu pintu untuk mempermudah pengawasan.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo, dan BP Alami Penyesuaian

Pegadaian Area Kebayoran Baru Gelar Edukasi Literasi Keuangan untuk Komunitas Ojek Pangkalan

Pemkot Yogyakarta Dongkrak Kunjungan Wisatawan melalui Festival Prawirotaman

Bangkok Dinobatkan sebagai Kota Workcation Terbaik Dunia 2026

Pemerintah Kabupaten Natuna Salurkan Air Bersih kepada Warga Terdampak Kekeringan

Bikin Geger! Robot Humanoid Kalahkan Rekor Dunia Lari 100 Meter Putra di Beijing

Tim SAR Gabungan Temukan Seorang ABK yang Hilang di Sungai Musi

Film “Pangku” Raih Tiga Penghargaan Terpuji di Ajang Festival Film Bandung

De Zerbi Minta Maaf atas Kekalahan Tottenham dari Brentford

IKM Fesyen & Kriya Tumbuh 2x Lipat! Kemenperin Genjot Digital Biar Naik Kelas

Bantu Warga Korban Kebakaran Desa Adat Sade, Kemenpar Siagakan Poltekpar Lombok

Tabrakan Beruntun di Tol Senayan, Dua Orang Alami Luka-luka

Dinas Pertanian Kabupaten Lebak: Panen Durian dan Manggis Serap Ribuan Tenaga Kerja 

Belajar Bisnis dari Kisah Yohanes Membangun PepperJo

Libur Panjang Bikin Stasiun Jakarta Padat, 38.842 Penumpang Berangkat Naik Kereta

Bupati Sintang Imbau Warga untuk Peduli dan Hentikan Bakar Hutan dan Lahan

Kerajinan Badui Banjir Pesanan di Bazar Harkop Harnas, UMKM Lokal Raup Omzet

Senangnya! Cerita Komik "Oki dan Nirmala dari Negeri Dongeng" akan Diangkat ke Layar Lebar!

'Perang Dagang' AS vs Kanada, PM Carney Umumkan Tarif Balasan untuk Produk-produk Amerika

Durian Melimpah di Lebak, Pedagang Raup Omzet hingga Rp50 Juta Sehari

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.