UNESCO Evaluasi Geopark Pegunungan Meratus

Kamis, 04 Apr 2024, 00:19 WIB

Banjarmasin - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menyampaikan bahwa United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) akan melakukan evaluasi terhadap Geopark Pegunungan Meratus Nasional di provinsi setempat pada 2024.

Menurut Ketua Harian Badan Pengelola Geopark Pegunungan Meratus (BPGM), Hanifah Dwi Nirwana di Banjarbaru, Rabu, evaluasi dilakukan bersamaan dengan evaluasi geopark lainnya di berbagai negara.

Ket. Foto: Badan Pengelola Geopark Pegunungan Meratus Kalimantan Selatan saat rapat persiapan evaluasi dari UNESCO pada 2024 di Banjarbaru, Rabu (3/4/2024). — Sumber: ANTARA/Sukarli

Di mana untuk Indonesia, kata dia, sesuai laman resmi UNESCO Digital Library pada dokumen dengan kode SC/2024/UGGp/1 Rev, selain Geopark Meratus juga Geopark Kebumen di Jawa Tengah.

Untuk Geopark di luar negeri, yakni, Geopark Mount Kilimanjaro dari Tanzania dan beberapa geopark lain dari negara Brazil, Kanada, RRC, Italia, Meksiko, Maroko, Norwegia, Korea, Romania, Saudi Arabia, Spanyol, Inggris, Irlandia Utara, dan Vietnam.

"Ada 18 usulan UNESCO Global Geopark baru yang akan dievaluasi oleh UNESCO tahun ini," tutur Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalsel tersebut.

Dia pun menyampaikan ini sangat luar biasa, Geopark Meratus sejajar dengan Niagara, Mount Kilimanjaro, Danyang, Chefchaouen, Lang Son, Alta Murgia dan beberapa Geopark lain di dunia.

Hanifah menjelaskan, Geopark Meratus dideskripsikan sebagaimana dosier yang telah di submit ke UNESCO dinyatakan ciri-ciri geologi Geopark Meratus terutama disebabkan oleh serangkaian peristiwa tektonik kompleks yang berkaitan dengan lempeng tektonik seperti tumbukan dan subduksi.

"Pegunungan Meratus yang membentuk sebagian besar geopark ini terdiri dari ofiolit, batuan yang terbentuk di dasar laut sekitar 198 juta tahun yang lalu, namun terdorong ke daratan selama tumbukan antara 137 hingga 110 juta tahun yang lalu," ungkapnya.

Menurut Hanifah, ofiolit tergolong langka secara global, dan meskipun ditemukan di tempat lain di Indonesia, Pegunungan Meratus menyimpan rangkaian ofiolit terlengkap dan tertua di negara ini. Dengan demikian, mereka mewakili situs penting untuk memahami proses tektonik yang tidak biasa di balik pembentukannya.

"Batu kapur yang diendapkan di bawah air laut dari 36 hingga 16 juta tahun yang lalu dan akhirnya terangkat ke daratan karena aktivitas tektonik lebih lanjut," tuturnya.

Menurut dia, pelarutan sebagian batuan kapur ini mengakibatkan lanskap karst dan pembentukan struktur gua besar. Terakhir, sedimen aluvial yang terbentuk selama 1 juta tahun terakhir mengandung berlian dalam konsentrasi yang cukup untuk mendukung penambangan rakyat.

Dijelaskan dia, sumber berlian ini masih misterius dan menjadi target penelitian yang sedang berlangsung.

Momentum evaluasi ini, kata Hanifah, merupakan momentum penting yang harus dipersiapkan secara matang oleh Badan Pengelola Geopark Meratus tentunya bersama pemerintah provinsi, kabupaten/kota yang menjadi lokasi 54 situs Geopark Meratus, sertastakeholderterkait bersama dengan mitra Geopark Meratus.

Dia pun memastikan Pemprov Kalsel sudah melakukan berbagai upaya untuk perbaikan infrastruktur dan lainnya demi suksesnya Geopark Meratus sebagai UNESCO Global Geopark.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Shopee Gandakan Donasi, Perkuat Gotong Royong Digital untuk Pemulihan Paska Gempa NTT

PT KAI Menilai Sejumlah Kegiatan di Purwokerto Tingkatkan Mobilitas Masyarakat

Lampaui Target Nasional, Banten Jadi Contoh CKG-TBC

Tidak Hanya Jadi Ajang Olahraga, Purwokerto City Run 2026 Kenalkan Budaya Lokal

KemenPU Tangani 1.229 Titik Kekeringan: 41 Ribu Hektar Sawah & 616 Ribu Jiwa Terbantu

Kebakaran Rumah di Kebayoran Baru, Sebanyak 81 Personel Dikerahkan

Gempa M5,9 Mengguncang Jepang Bagian Timur termasuk Tokyo, Layanan Kereta Api Terganggu

269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar

Budi Doremi Rilis Lagu Baru "Cinta Sendiri", Ajak Pendengar untuk Move On

Jaga Tradisi 5 Abad Kota Banjarmasin, Pemkot Gelar Festival Karya Tari

Peringati HUT RI, Polda Metro Jaya Fasilitasi Perpanjangan SIM Gratis Ribuan Pengemudi Ojol

IQAir: Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat Pagi Ini, Kelima Terburuk di Dunia

Kebakaran Melanda Kampung Adat Sade di Lombok Tengah, Rumah Suku Sasak Hangus Terbakar

Tim Bola Voli Putri Indonesia Bungkam Kazakstan, Revans Terbayar

Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia

Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU

Karhutla di Jambi Terus Meningkat, Perusahaan Migas Petrochina Jabung Bantu Padamkan

Liga Inggris: Manchester United Tersungkur di Kandang Hull, Tottenham Dipermalukan Brentford

Serie A Italia: Inter dan Napoli Awali Musim 2026-27 dengan Kemenangan, De Bruyne Jadi Pembeda

Bayern Taklukkan Dortmund 2-1 dan Rebut Piala Super Jerman

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.