Danielle Collins, Petenis Berperingkat Terendah Juarai Miami Open
📅 Senin, 01 Apr 2024, 07:14 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: KARIM JAAFAR / AFP
MIAMI - Petenis Amerika Serikat (AS) Danielle Collins memenangkan gelar Miami Open dengan mengalahkan Elena Rybakina asal Kazakhstan 7-5, 6-3 pada laga final Minggu (31/3). Kemenangan itu membuat Collins mengklaim gelar WTA 1000 pertamanya di musim terakhirnya dalam tur tersebut.
Collins yang berusia 30 tahun, peringkat 53 dunia, adalah petenis wanita dengan peringkat terendah yang pernah memenangkan turnamen tersebut. Dia meraih gelar terbesar dalam karirnya usai menang di laga yang berlangsung dua jam.
Collins mengumumkan pada bulan Januari lalu bahwa dia akan pensiun akhir tahun ini. Perjalanan tak terduganya ke final serta kemenangan atas petenis peringkat empat dunia membuat senang penonton tuan rumah. "Saya tidak bisa memikirkan cara yang lebih baik untuk memenangkan gelar 1000 pertama saya. Itu sangat berarti bagi saya," ujar Collins.
"Dorongan dan dukungan yang saya dapatkan, sulit untuk menyembunyikan rasa haru karena menurut saya inilah momen yang kami jalani dan tidak selalu bisa kami miliki. Sungguh istimewa," sambungnya.
Meskipun dia menegaskan bahwa performanya baru-baru ini tidak akan membuatnya mempertimbangkan membatalkan keputusan pensiun, Collins akan naik ke posisi 22 dalam peringkat WTA terbaru yang dirilis awal pekan ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
Itu adalah kekalahan kedua berturut-turut yang mengecewakan di final Miami Open bagi Rybakina, yang tahun lalu kalah dari Petra Kvitova.
Kedua petenis terlihat kuat dalam servis mereka di awal, tapi Collins yang harus bekerja paling keras untuk mempertahankan servisnya.
Dia menyelamatkan empat break point saat bertahan untuk kedudukan 4-3 dan menunjukkan perlawanan lagi untuk menggagalkan break point dalam kedudukan 5-5 dengan pukulan backhand yang brilian setelah reli yang panjang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Collins mematahkan servis lawannya di akhir set pertama, memanfaatkan break point ketiga untuk memenangkan set tersebut ketika Rybakina melakukan pukulan panjang.
Kemudian momentumnya bergeser ke arah Collins ketika dia mematahkan servis game pertama Rybakina di set kedua. Rybakina yang berusia 24 tahun, juara Wimbledon 2022, merespons dengan melakukan serangan balik di kesempatan pertama.
Tidak ada pemain yang benar-benar mampu mendominasi, namun Collins memberikan pukulan telak ketika dia melakukan break untuk unggul 5-3 saat Rybakina melakukan pukulan panjang di baseline.
Petenis AS itu belum pernah mengalahkan pemain peringkat lima besar sejak kemenangan atas pemain peringkat dua dunia Paula Badosa di San Diego, Oktober 2022.
"Sulit," ucap Collins. "Ada penonton yang mendukung dan mendorong saya untuk menyelesaikannya dan mereka sangat ingin saya menang. Rasanya seperti bermain di depan teman-teman terbaik dan saya tidak ingin mengecewakan penonton dan itu sulit," sambungnya.
"Elena tidak menyerah dan dia terus mengayunkan pukulan ke kanan dan ke kiri, saya hanya harus bertahan di sana," tandasnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!