Harus Segera Diwujudkan, Perlu Kolaborasi Lintas Sektor umtuk Cegah Perang Sarung

Kamis, 28 Mar 2024, 02:04 WIB

Sukabumi - Fraksi Partai Demokrat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat menyebutkan perlu adanya kerja sama atau kolaborasi lintas sektor untuk mencegah aksi perang sarung yang marak terjadi saat Ramadhan 1445 H.

"Mencegah terjadinya aksi perang sarung bukan hanya tugas pihak kepolisian saja tetapi perlu adanya kolaborasi lintas sektor mulai pihak keluarga atau orang tua, masyarakat, aparat keamanan, Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi maupun Pemkab Sukabumi," kata Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kabupaten Sukabumi Badri Suhendi saat ditemui di Gedung DPRD Kabupaten Sukabumi, Rabu (27/3).

Menurut Badri, setiap komponen harus duduk bersama untuk mencari formulasi yang tepat agar kasus perang sarung tidak terjadi kembali khususnya di wilayah Kabupaten Sukabumi, karena dampak dari kenakalan remaja ini sudah ada beberapa yang menjadi korban.

Maka dari itu, jangan sampai setelah ada korban jiwa semuanya bergerak, tetapi antisipasi dini perlu dilakukan untuk memperkuat perannya masing-masing. Seperti orang tua yang harus memperketat pengawasan terhadap putra-putrinya saat berada di luar rumah serta tidak memberikan izin keluar rumah di waktu-waktu rawan antara lain sebelum dan sesudah berbuka puasa, usai shalat Tarawih dan waktu sahur.

Kemudian, masyarakat pun memiliki andil yang besar dalam upaya mencegah terjadinya aksi perang sarung dengan cara mengawasi dan melapor kepada aparat keamanan jika di daerahnya ada sekumpulan remaja atau pemuda yang berpotensi melakukan tawuran atau perang sarung.

Selanjutnya, untuk aparat keamanan khususnya kepolisian tentunya sudah jelas tugas, pokok dan fungsi (tupoksi), tetapi juga harus mendapatkan dukungan dari masyarakat.

Sementara Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi agar secara terus menerus memberikan peringatan dan edukasi kepada pelajar tentang bahaya dan dampak perang sarung dan membuat kegiatan di dalam maupun luar sekolah selama Ramadhan tentunya dengan pengawasan ketat pihak sekolah.

"Mata rantai pencegahan aksi perang sarung pertama adalah orang tua, lingkungan dan sekolah harus benar-benar dalam dalam melakukan pengawasan agar mempersempit ruang gerak anak untuk melakukan tindak kekerasan seperti perang sarung," tambahnya.

Badri mengatakan jika tidak ada kolaborasi pencegahan sulit dilakukan maka dari itu, seluruh komponen harus melaksanakan tugasnya sesuai perannya masing-masing dan bekerjasama melakukan pencegahan.

Peran orang tua ini sangat dominan, walaupun demikian tetap pemerintah daerah mendorong bagaimana melakukan satu langkah koordinasi menyikapi budaya perang sarung seperti memberikan instruksi kepada pemerintahan desa maupun kecamatan seperti melakukan pengawasan, komunikasi yang baik dengan para pemangku adat, tokoh masyarakat, tokoh agama untuk memberikan bimbingan kepada anak.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Film “Pangku” Raih Tiga Penghargaan Terpuji di Ajang Festival Film Bandung

De Zerbi Minta Maaf atas Kekalahan Tottenham dari Brentford

IKM Fesyen & Kriya Tumbuh 2x Lipat! Kemenperin Genjot Digital Biar Naik Kelas

Bantu Warga Korban Kebakaran Desa Adat Sade, Kemenpar Siagakan Poltekpar Lombok

Tabrakan Beruntun di Tol Senayan, Dua Orang Alami Luka-luka

Dinas Pertanian Kabupaten Lebak: Panen Durian dan Manggis Serap Ribuan Tenaga Kerja 

Belajar Bisnis dari Kisah Yohanes Membangun PepperJo

Libur Panjang Bikin Stasiun Jakarta Padat, 38.842 Penumpang Berangkat Naik Kereta

Bupati Sintang Imbau Warga untuk Peduli dan Hentikan Bakar Hutan dan Lahan

Kerajinan Badui Banjir Pesanan di Bazar Harkop Harnas, UMKM Lokal Raup Omzet

Senangnya! Cerita Komik "Oki dan Nirmala dari Negeri Dongeng" akan Diangkat ke Layar Lebar!

'Perang Dagang' AS vs Kanada, PM Carney Umumkan Tarif Balasan untuk Produk-produk Amerika

Durian Melimpah di Lebak, Pedagang Raup Omzet hingga Rp50 Juta Sehari

Kampung Adat Sade Terbakar, Kemenpar Siapkan Dapur Umum dan Pemulihan Wisata

Karhutla Kalimantan Makin Mengkhawatirkan, BNPB Perkuat Operasi Modifikasi Cuaca dan Armada Pemadaman

Karhutla Makin Mengancam, Kemenhub Fasilitasi Pesawat Asing untuk Perkuat Penanganan

Aturan Baru Florida Bikin Geger! Ngebut Ditilang, Berkendara Lambat Juga Kena

Potensi Karhutla pada Musim Kemarau, BMKG Minta Masyarakat DIY Waspada

Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia

Kebakaran di Taman Nasional Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Polda Lampung: Tim Pastikan Tak Ada Titik Api Lain

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.