BRIN Meneliti 'Smart Defense' untuk Perkuat Sistem Pertahanan IKN
Sabtu, 23 Mar 2024, 15:07 WIBSAMARINDA -Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) meneliti pertahanan cerdas (smart defense) untuk penguatan sistem pertahanan Ibu Kota Nusantara (IKN), karena IKN menjadi sumber perekonomian baru, pusat pemerintahan, dan pusat kekuatan pertahanan.
FGD tersebut digelar di Universitas Malawarnan (Unmul) Samarinda, Kalimantan Timur, pada Rabu (20/3) kemarin yang dihadiri berbagai pihak terkait, diantaranya Kepala Seksi Operasi Kasrem 091/Aji Surya Natakesuma (ASN) Kolonel Inf Dadi Sutandi.
Dalam FGD tersebut, Gerald Theodorus yang juga Koordinator Pelaksana Fungsi Kebijakan Bidang Pertahanan dan Keamanan BRIN mengatakan, Unmul dipilih tempat FGD karena satu-satunya universitas yang terlibat dalam validasi dan pengumpulan data penelitian.
"Hasil naskah kebijakan untuk pihak yang berkepentingan terkait pertahanan dan keamanan, sudah dilakukan MoU antara Kemhan dengan BRIN, dan TNI dengan BRIN, yakni usulan judul Smart Defense dari Panglima TNI," kata Theo
Sedangkan untuk mewujudkan sistem pertahanan dan keamanan di IKN yang cerdas dan tangguh, dalam hal ini terkait pemindahan IKN sebenarnya sudah ada sejak zaman Presiden RI yang pertama Soekarno, yakni saat itu rencana pindah ke Palangka Raya, Kalimantan Tengah.
Ia melanjutkan, IKN sebagai proyek pembangunan ibu kota baru Indonesia memiliki implikasi besar terhadap keamanan nasional, karena IKN dirancang sebagai kota cerdas, maka perlu dipikirkan mengenai smart defense yang cocok dan dapat diaplikasikan.
"Sistem pertahanan negara di IKN harus menyesuaikan dengan ancaman militer yang ada di kawasan Indo Pasifik. Kajian smart defense Indonesia akan menyempurnakan kebijakan smart defense yang sudah ada saat ini," katanya.
Menurutnya, smart defense merupakan sistem pertahanan negara yang menyinergikan pertahanan militer dan nirmiliter, yakni konsep yang mengedepankan diplomasi dan memadukan perkembangan teknologi, melalui pemanfaatan industri pertahanan nasional.
"Hal ini tentu saja sejalan dengan konsep kota cerdas IKN yang memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi secara efisien, inovatif, inklusif, dan berketahanan," kata Theo.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
PGN–BRIN Dongkrak Produktivitas Pesisir, Panen Biosalin Jepara Tembus 176 Ton
-
65,8 Persen Garis Pantura Jawa Alami Abrasi, Peneliti BRIN Ungkap Penyebabnya!
-
Skuad Mengerikan, Yudha Saputera Pilih Para 'Monster' untuk Tim Biru IBL All-Star 2026
-
Fabio Lefundes Meledak, Pelatih Borneo FC Semprot Panpel Persija dan Keluhkan Kualitas Rumput JIS
-
BPJS Kesehatan Ungkap Belum Terdapat Perubahan Biaya Iuran Anggota
-
Pemkab Bekasi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas untuk Arus Mudik Lebaran
-
Seluruh Kepala Daerah Diinstruksikan Siaga di Wilayah Selama Idul Fitri 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.