Pakar Gempa ITS: Penyebab Gempa Tuban termasuk Langka
Jumat, 22 Mar 2024, 19:33 WIBSURABAYA - Peneliti Senior dari Pusat Penelitian Mitigasi Kebencanaan dan Perubahan Iklim (Puslit MKPI) ITS, Amien Widodo, mengatakan bahwa gempa bermagnitudo 6,5 (data terakhir, red) telah mengguncang kawasan pesisir utara Jawa Timur, Senin (22/3) siang hingga sore, dipicu oleh sesar aktif di Laut Jawa. Gempa dengan kedalaman 10 kilometer ini pun membuat jangkauan daerah guncangan semakin meluas hingga daratan Pulau Jawa.
"Gempa dengan kedalaman dangkal yang disebabkan oleh sesar aktif ini ialah peristiwa yang jarang terjadi. Adanya pergeseran dan tekanan dari dua permukaan pada Laut Jawa ini menimbulkan getaran dengan skala Modified Mercally Intensity (MMI) III-IV," kata Amien lewat keterangan tertulis, Jumat (22/3).
Menurutnya, untensitas tersebut dapat mengakibatkan guncangan dan retakan pada daerah permukaan. "Semakin kuat skala intensitasnya, dampak yang dirasakan akan semakin berbahaya," jelasnya.
Amien pun menjelaskan bahwa pergeseran permukaan pada gempa Tuban terjadi secara horizontal sehingga tidak berpotensi tsunami. Namun, gempa ini akan menghasilkan beberapa gempa susulan dengan skala magnitudo yang lebih rendah dari gempa pertama. "Untuk mitigasinya, gempa tersebut perlu dimonitoring guna mengetahui apakah ada tekanan yang masih aktif atau tidak," tutur dosen Departemen Teknik Geofisika ITS itu.
Pakar Geologi ITS ini pun mengungkapkan bahwa pada tahun 2017 Pusat Studi Gempa Nasional (PuSGeN) telah merilis sebanyak 295 sesar aktif di Indonesia yang berpotensi gempa. Maka dari itu, sudah seharusnya pemerintah daerah yang berdekatan dengan sesar aktif itu harus melakukan pemeriksaan seperti pengecekan kondisi bangunan, permukaan, dan sejenisnya.
Amien pun mengharapkan masyarakat dapat lebih waspada dengan fenomena gempa yang terjadi karena sesar aktif ini. "Masyarakat perlu menyiapkan diri apabila terjadi gempa-gempa ke depannya," tuturnya mengingatkan.
- Jawa Timur
- ITS
- Institut Teknologi Sepuluh November (ITS)
- Gempa
- BMKG
- tsunami
- Gempa Bumi
- Tuban
- Peringatan Tsunami
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Venezuela Nyatakan Keadaan Darurat Setelah Dilanda Dua Gempa Dahsyat
-
Gempa Kembar M7,2 dan M7,5 Mengguncang Ibu Kota Venezuela, Warga Panik, Gedung-gedung Runtuh!
-
Sumber Gempa Dangka Bogor di Berasal dari Daratan
-
ITS Kembangkan Bakteri untuk Pulihkan Lingkungan Tercemar
-
Imigrasi Minta Pemberian Bebas Visa Kunjungan Dievaluasi
-
Gempa Bumi M5,6 Guncang Pacitan Jawa Timur, Tidak Berpotensi Tsunami
-
Menperin Minta Industri Serius Laporkan Data Lewat SIINas Demi Kebijakan Tepat Sasaran
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.