Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Naturalisasi Pemain Bukan Solusi Jangka Panjang

📅 Kamis, 14 Mar 2024, 07:05 WIB | Oleh:
Naturalisasi Pemain Bukan Solusi Jangka Panjang Doc: PSSI
Ket. pengambilan sumpah I Pemain timnas Indonesia, Nathan Tjoe-A-On saat melakukan pengambilan sumpah dan janji pewarganegaraan di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno Hatta, Senin (11/3).

JAKARTA - Nathan Tjoe-A-On yang telah resmi dinaturalisasi dan berpeluang memperkuat tim nasional Indonesia sepertinya belum bisa menjadi solusi. Kehadiran Nathan Tjoe-A-On akan menambah persaingan di posisi bek sayap kiri.

Posisi Pratama Arhan, Shayne Pattynama, dan Edo Febriansyah akan rawan digantikan. Itu artinya kedatangan Nathan tak menjadi solusi karena posisi pemain yang sangat dibutuhkan saat ini adalah lini depan atau striker.

PSSI juga sedang memproses naturalisasi tiga pemain. Mereka adalah Ragnar Oratmangoen, Thom Haye, dan Maarten Paes. Proses naturalisasi ketiganya sudah disetujui DPR. Oratmangoen merupakan pemain berposisi winger atau gelandang serang, Haye seorang gelandang, dan Paes adalah kiper. Dari tiga ini, kemungkinan Oratmangoen yang berpeluang menjadi solusi Indonesia.

Hanya, potensi Oratmangoen tak menjanjikan. Buktinya rekam jejak ketajaman Ragnar kurang mentereng. Sepanjang karir profesionalnya, Oratmangoen baru mengoleksi 17 gol.

Pengamat sepak bola Indonesia, Mohamad Kusnaeni, mengatakan naturalisasi menunjukkan bahwa PSSI ingin Timnas Indonesia segera mendapatkan hasil cepat.

"Proses transformasi itu panjang dan melelahkan. Orang Indonesia terbiasa melihat hasil instan, kurang terbiasa untuk tekun menjalani proses," ujarnya. Menurutnya, proses naturalisasi yang dilakukan PSSI harus diiringi dengan transformasi yang serius.

"Buat saya, proses naturalisasi sejauh ini masih proporsional. Tapi, dengan catatan, proses transformasi dijalankan secara serius," sambungnya.

Di dalam proses transformasi ada bagian tentang peningkatan kualitas kompetisi domestik dan pembinaan usia muda yang semakin massif. Itu tidak boleh diabaikan. Senada dengannya, pengamat sepak bola Tommy Welly minta PSSI memaksimalkan Pekan Olahraga Nasional (PON) sebagai sumber regenerasi.

"PSSI harus mampu memanfaatkan momen itu untuk memantau pemain muda daerah sehingga regenerasi pemain timnas senior terjaga," ujar Tommy. Selain memantau bibit-bibit muda PON, dia juga minta PSSI serius membina pemain muda. Salah satu caranya dengan memperbanyak kompetisi kategori umur yang konsisten seperti Elite Pro Academy (EPA) Liga 1 U-18, U-20, dan sebagainya. ben/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

55 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.