Pebulu Tangkis Indonesia Terjun bebas
Senin, 04 Mar 2024, 07:13 WIBJAKARTA - Hasil buruk kembali didapatkan pebulu tangkis Indonesia. Hampir tidak ada lagi prestasi yang bisa dibanggakan. Terbaru, Indonesia kembali dipastikan pulang dari Jerman tanpa gelar. Ini padahal hanya turnamen level 300. Indonesia gagal menempatkan satu pun wakilnya di final German Open 2024.
Pasangan ganda campuran, Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati yang menjadi harapan terakhir Indonesia terhenti di babak semifinal. Rehan/Lisa yang menjadi unggulan ketujuh turnamen ini harus mengakui keunggulan pasangan Korea Selatan, Kim Won Ho/Jeong Na Eun. Rehan/Lisa kalah dua game langsung, 5-21 dan 14-21 dari unggulan kedua tersebut.
Sebelumnya, pasangan ganda campuran lainnya, Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari dan Dejan Ferdinansyah/Gloria Emanuelle Widjaja sudah tersingkir lebih awal. Dejan Ferdinansyah/Gloria Emanuelle Widjaja kalah di babak pertama. Sedangkan Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari tereliminasi di babak 16 besar.
Hasil tersebut tentu saja harus menjadi evaluasi bagi Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) karena Olimpiade Paris 2024 berlangsung lima bulan lagi. PBSI sendiri menggelar pertemuan dengan perwakilan dari Chambly di Gedung Olahraga Chambly Maville, Prancis, Sabtu (2/3) waktu setempat. Pertemuan itu untuk memastikan kota Chambly sebagai tempat pemusatan latihan (training camp/TC) tim bulutangkis Indonesia menuju Olimpiade.
Ada beberapa pertimbangan (menjadikan Chambly sebagai pusat latihan). Pertama dari awal kami sudah melihat bahwa tempat ini cukup bagus, fasilitasnya mumpuni. Kedua, format lapangannya pun mirip dengan Pelatnas Cipayung versi lebih kecil.
"Dari situ kami datang memang mau menguji coba dan ternyata bagus untuk para atlet. Testimoni atlet pun semua pemain menyatakan oke. Situasi tenang dan nyaman juga menjadi nilai plus," ujar Manajer Tim Ad Hoc PBSI Armand Darmadji.
Armand berharap dengan semua fasilitas yang ditawarkan, para atlet bisa melakukan persiapan dengan maksimal. Dia berharap dengan semua fasilitas yang ditawarkan, mereka bisa focus dan latihan maksimal tanpa terganggu hiruk-pikuk kota besar. "Istirahat cukup dan menyesuaikan cuaca di Prancis," tandasnya. ben/G-1
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.