• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Sejalan dengan Observator...

Sejalan dengan Observatorium Kuno Goseck

Jumat, 01 Mar 2024, 06:25 WIB

Bagi masyarakat Eropa, ditemukannya Cakram Langit Nebra (Nebra Sky Disc) adalah salah satu temuan arkeologi yang paling menarik sekaligus kontroversial dalam beberapa tahun terakhir.

Para peneliti menemukan bukti lebih lanjut pada Cakram Langit Nebra terkait pengetahuan angkasa prasejarah di kawasan tersebut, yang ditemukan hanya berjarak 25 kilometer dari tempat ditemukannya benda tersebut. Terletak di ladang gandum dekat Kota Goseck dan pertama kali diidentifikasi dari foto udara, terdapat sisa-sisa observatorium tertua di Eropa.

Ket. Foto: — Sumber: Museum Prasejarah Halle

"Stonehenge" Jerman demikian sebutannya, terdiri dari sebuah lingkaran besar, berdiameter 75 meter, dan dibangun oleh komunitas pertanian paling awal di wilayah tersebut sekitar 4.900 SM. Awalnya situs ini terdiri dari empat lingkaran konsentris, sebuah gundukan, parit dan dua pagar kayu setinggi manusia.

Di dalampalisadeatau pagar kayu runcing, terdapat tiga set gerbang yang masing-masing menghadap tenggara, barat daya dan utara. Dua gerbang selatan menandai matahari terbit dan terbenam pada titik balik matahari musim panas dan musim dingin. Pada titik balik matahari musim dingin, pengamat yang berada di tengah lingkaran akan menyaksikan matahari terbit dan terbenam melalui gerbang tenggara dan barat daya.

Dengan alat tersebut penduduk Goseck dapat secara akurat menentukan arah matahari dalam perjalanannya melintasi langit. Faktanya, sudut antara dua gerbang titik balik matahari di lingkaran Goseck sama dengan sudut antara busur berlapis emas di tepi piringan langit Nebra.

Meskipun piringan Nebra dibuat 2.400 tahun lebih lambat dari situs Goseck, Profesor Wolfhard Schlosser yakin ada hubungan antara keduanya dalam pengetahuan astronomi. Hasil kajian menunjukkan rincian pada piringan itu didasarkan pada pengamatan astrologi sebelumnya, kemungkinan dilakukan di observatorium primitif di Goseck.

Pemeriksaan terakhir terhadap piringan tersebut, yang dilakukan oleh sekelompok sarjana Jerman pada awal tahun 2006, menyimpulkan bahwa piringan tersebut memang asli dan berfungsi sebagai jam astronomi-astrologi yang kompleks untuk sinkronisasi kalender matahari dan bulan. hay/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Haryo Brono

Berita Terbaru

Bupati Bogor Beri Kejutan! Tim Angklung HUT RI Diboyong Jalan-Jalan ke Taman Safari

Bikin Anak Pengungsi Tersenyum, Polri Gelar Trauma Healing Pascagempa Manggarai

Jonatan Nomor Satu Dunia Tunggal Putra Bulu Tangkis

Tebing Gunung Gajah, Menantang dan Keras Kepala tetapi Luar Biasa Indah

PSG Nyaris Tumbang, Dua Gol Ferran Torres Bawa Pulang Poin dari Rennes

Karhutla dan Asap Jadi Ancaman, Wamenko Dorong Penanganan yang Lindungi Kesehatan

Gagal Juara Bukan Akhir! Timo Apresiasi Mental Tangguh Timnya

Ratu Tisha Ungkap Mimpi Besar Timnas Indonesia: Harus Punya Mental Baja!

Tiongkok Mendadak Tunda Misi Bulan Chang’e-7, Ada Masalah Usai Roket Meledak

Antisipasi Gempa Susulan, Misa Digelar di Halaman Gereja

ISPA Jadi Keluhan Terbanyak di Pengungsian Gempa NTT, Posko Kesehatan Disiagakan

Kemarau Panjang, Debit Situ Cileunca Menyusut dan Ganggu Pasokan Air Bersih Bandung Raya

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.