Pemerintah Perlu Selamatkan Industri Transportasi
Senin, 26 Feb 2024, 16:55 WIBJAKARTA - Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD ) Organda DKI, Shafruhan Sinungan mengimbau pemerintah memperhatikan kebijakan, khususnya untuk menyelamatkan industi transportasi di DKI Jakarta.
"Pemerintah harus bertindak tegas soal penegakkan hukum atau law enforcement angkutan bebasis aplikasi (on line), angkutan tidak berizin serta percepatan revitalisasi bus sedang untuk masuk jalur busway," katanya dalam keterangan tertulisnya, Senin (26/2).
Lebih jauh Shafruan juga meminta kepada pemerintah DKI Jakarta, soal percepatan Jak Lingko yang saat ini baru terealusasu 50 persen dari target pemerintah. Dia juga menegaskan, untuk mendapat pengemudi profesional berbasis keamanan, kenyamanan dan keselamatan penumpang dengan memberikan sertifikasi secara gratis .
Tidak kalah penting soal peran PT Transjakarta menjalankan fungsi operator, tidak agar tidak tumpang tindih dengan kebijakan Dinas Perhubungan. Sementara beberapa moda angkutan yang perlu perhatian khusus karena kondisi angkutan umum ini sangat memprihatinkan adalah Angkutan Lingkungan (Bajai) dan angkutan bus sedang.
"Saat ini kondisi angkutan umum di Provinsi DKI Jakarta dan sekitarnya (JABODETABEK) beberapa moda angkutan mengalami kesulitan melaksanakan operasionalnya, terutama berawal dari dampak Covid-19 ada yang mati suri malah ada juga mati benaran," katanya.
Safruan dalam acara Musyawarah daerah DPD Organda DKI yang diberi tajuk "Meningkatkan Peran ORGANDA DKI Jakarta untuk Optimalisasi Kinerja dan Kualitas Layanan Angkutan Umum Berkeselamatan Terintegrasi Berbasis Tehnologi Serta Ramah Lingkungan" Tema ini sengaja dipilih sebagai gambaran umum angkutan umum di Provinsi DKI Jakarta, sebagai sasaran untuk mewujudkan kemajuan angkutan umum yang lebih baik meningkatkan peran.
Selain itu, katanya, angkutan umum juga harus meningkatkan kinerja dan kualitas manajemen pelayanan angkutan umum (orang dan barang) yang berkeselamatan, dengan meningkatkan kualitas layanan secara profesional serta terintegrasi seluruh moda dengan berbasis teknologi serta ramah lingkungan (kendaraan listrik), sehingga mampu bersaing serta melayani kebutuhan masyarakat pengguna angkutan umum yang nyaman dan berkualitas.
Secara khusus, Ketua DPD Organda DKI juga menghibau kepada para anggota Organda DKI Jakarta agar tetap solid dan terus menjaga kekompakan dan senantiasa bersinergi demi keberlanjutan industry transpotasi di Jabodetabek.
"Bisa dibayangkan dampak paling menyedihkan dari minimnya kekompakan anggota, pasti akan berdampak menurunnya kualitas pelayanan. Semua berangkat dari lingkungan internak organisasi yang sehat, adaptif dan terus bersinergi, hal ini akan membuat dinamika industry transportasi dapat berjalan secara maksimal. Namun, sebaliknya jika lingkungannya organisasi tidak kita tidak kompak maka proses tidak berjalan dengan baik, akibatnya tidak dapat bersaing sehingga industry ini akan mati" katanya.
Arahan Dinas Sementara Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta yang diwakili Syaripudin dalam sambutannya mengatakan, bahwa Organda sebagai mitra seiring dinas harus tetap memberikan pelayanan yang terbaik bagi penumpang angkutan umum.
"Saya yakin tidak ada pemerintah yg mennyengsarakan rakyat, oleh karena itu bila ada penindakan petugas dilapangan , semua demi keselamatan pengusaha dan pengguna jasa angkutan umum" tutup Syaripudin. mza
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Mohammad Zaki Alatas
Berita Terkait:
-
Pemkab Ngawi Gelontorkan Rp1,8 Miliar Revitalisasi Rumah Eks-Kepatihan
-
Energi Mulai Pulih, tapi Ancaman Penimbunan BBM Bikin Pemerintah Harus Turun Tangan
-
Perlintasan Liar Harus Ditutup Demi Keselamatan
-
Pertamina Pelopor Produk Energi Rendah Karbon di Kawasan Regional
-
Bentrok Pecah di Depan DPR, Mahasiswa dan Petugas Saling Dorong
-
Pemkot Bandung Perkuat Ekosistem Ekraf, Akses Modal dan Ruang Kreatif Dibuka Lebar
-
Ketua Dewan Pers: Ada 10 Aduan Per Hari, Media Harus Jaga Etika
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.