Pemkot Bandung Perkuat Ekosistem Ekraf, Akses Modal dan Ruang Kreatif Dibuka Lebar
Minggu, 22 Feb 2026, 00:10 WIBBANDUNGÂ - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menempatkan penguatan ekosistem ekonomi kreatif sebagai salah satu prioritas utama dalam mendorong pertumbuhan daerah.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyatakan, tugas pemerintah bukan menjadi pelaku usaha, melainkan memastikan ekosistem kreatif tumbuh sehat dan matang.
âKami harus memberikan kesempatan seluas-luasnya termasuk akses terhadap venture capital kepada para pelaku ekonomi kreatif,â ujar Wali Kota Farhan.
Ia mengakui, jumlah pelaku kreatif di Bandung sangat besar, sehingga persaingan pun semakin ketat. Dalam kondisi tersebut, pemerintah harus menciptakan sistem kompetisi yang adil dan sehat.
Wali Kota Farhan menyebut kehadiran ruang-ruang kreatif menjadi indikator positif. Salah satu contoh adalah Pasar Kosambi yang kini berkembang sebagai referensi pelaku ekonomi kreatif.
Selain itu, kawasan seperti Jalan Trunojoyo dan sejumlah ruang kreatif lainnya turut memperkuat ekosistem kolaboratif di Kota Bandung.
Menurut dia, pemerintah berperan membuka akses pembiayaan, mempertemukan pelaku dengan investor, serta menjaga regulasi agar tidak mematikan inovasi.
Wali Kota Farhan juga menyebut pentingnya data dan efisiensi dalam membangun sektor ini agar kebijakan tepat sasaran. Ia optimistis, dengan ekosistem yang sehat, ekonomi kreatif dapat menjadi tulang punggung pertumbuhan Bandung sekaligus memperkuat identitas kota sebagai pusat kreativitas.
âTerpenting adalah persaingan yang seimbang dan kesempatan yang sama,â kata dia. ils/I-1
- Pemkot Bandung
- ekraf
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Pemerintah Kabupaten Bantul Perpanjang Kontrak 3.325 PPPK Paruh Waktu
-
Jalur Berat Menanti Alcaraz
-
Menangi GP Bahrain, Max Verstappen Girang Sambut Performa Unit Daya Terbaru Red Bull
-
Gawat, Warga Jakarta Terlalu Banyak Lemak
-
NBA Incar Kompetisi Bola Basket Eropa, Masa Depan EuroLeague di Persimpangan
-
Udara Jakarta Tak Kunjung Membaik, Pagi Ini Terburuk ke-3 di Dunia
-
Musim Hujan Mundur, Distan Bali Petakan Lahan Rawan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.