- Home
-
- Luar Negeri
-
- Wahana Komersial AS Siap M...
Wahana Komersial AS Siap Mendarat di Bulan
Jumat, 23 Feb 2024, 02:25 WIBWASHINGTON DC - Sebuah perusahaan swasta yang berbasis di Houston, Amerika Serikat (AS) pada Kamis (22/2) berencana untuk mencoba mendaratkan wahana luar angkasa pertamanya di Bulan, lebih dari 50 tahun sejak misi serupa dilaksanakan. Misi kali ini adalah bagian dari armada pendarat komersial baru yang didanai NASA yang dimaksudkan untuk membuka jalan bagi para astronot untuk kembali ke Bulan dalam dekade ini.
Jika semuanya berjalan lancar, perusahaan Intuitive Machines akan memandu robot berbentuk segi enam Odysseus untuk mendarat di dekat kutub selatan Bulan pada pukul 22.30 GMT.
Saat mendekati permukaan Bulan, Odysseus akan menembakkan "EagleCam" eksternal untuk menangkap gambar wahana pendarat di detik-detik terakhir penurunannya.
Pendaratan ke bulan sebelumnya yang dilakukan oleh perusahaan AS lainnya pada bulan lalu berakhir dengan kegagalan hingga meningkatkan pertaruhan untuk menunjukkan bahwa industri swasta memiliki apa yang diperlukan untuk mengulangi prestasi yang terakhir dicapai oleh NASA selama misi Apollo 17 pada tahun 1972.
Scott Pace, direktur Institut Kebijakan Luar Angkasa di Universitas George Washington mengatakan kepadaAFPbahwa AS sedang membangun kembali kapasitasnya untuk menjelajahi Bulan setelah absen selama beberapa dekade.
"Seringkali ada prasangka yang mengatakan, kita pernah melakukannya di masa lalu, mengapa kita tidak bisa melakukannya sekarang?" kata Pace, mantan anggota Dewan Antariksa Nasional.
Robot Odysseus sendiri diluncurkan pada 15 Februari lalu dengan roket SpaceX Falcon 9. Tujuannya adalah Malapert A, sebuah kawah tumbukan yang berjarak 300 kilometer dari kutub selatan Bulan.
NASA berharap pada akhirnya dapat membangun kehadiran jangka panjang mereka dan memanfaatkan es di sana untuk air minum dan bahan bakar roket di bawah misi Artemis, program andalan NASA dari Bulan menuju ke Mars.
Wahana luar angkasa yang mendarat di Bulan harus melewati batu-batu besar dan kawah-kawah berbahaya dan, karena tidak adanya atmosfer yang mendukung parasut, harus bergantung pada pendorong untuk mengendalikan penurunannya.
Hingga saat ini, hanya badan antariksa Uni Soviet, AS, Tiongkok, India, dan Jepang, yang berhasil mencapai prestasi tersebut sehingga menjadikan negara-negara itu masuk sebagai klub eksklusif. AFP/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Katy Perry Ikut Penerbangan ke Luar Angkasa
-
Alam Semesta Mengembang Lebih Cepat dari yang Diduga
-
Bupati Pati Sudewo Ogah Mundur, Pakar Hukum Sebut Bisa Diberhentikan Karena Kebijakan Tak Libatkan Rakyat
-
Kukar Bergerak! Rencana Gila Optimalkan Lahan Demi Swasembada Pangan Kaltim
-
19-20 Desember Diprediksi Dishub DKI Puncak Arus Mudik Natal 2025 dan Tahun Baru 2026
-
BP Tapera Cetak Rekor Penyaluran Rumah Subsidi 2025: Hampir 280 Ribu Unit Tersalur
-
Ribuan Orang Ditangkap dalam Aksi Protes Nasional di Iran
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.