• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Persempit Kesenjangan Akse...

Persempit Kesenjangan Akses Perawatan Kanker, IRRA Distribusikam Alat Pengobatan Canggih

Selasa, 20 Feb 2024, 20:18 WIB

JAKARTA - Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang peralatan dan perlengkapan medis berteknologi tinggi IRRA, terus berkomitmen menjadi penyedia layanan kesehatan yang andal dan berorientasi pelanggan. Dalam mendukung pencegahan dan pengendalian kanker, IRRA akan memulai pendistribusian Linear Accelerator (Linac) pada bulan Juni 2024 mendatang ke beberapa rumah sakit swasta.

"IRRA pun berencana untuk mengikuti proses pengadaan distribusi Linac ke berbagai daerah yang dilakukan oleh pemerintah untuk menjangkau lebih banyak pelanggan di seluruh negeri," kata Presiden Direktur PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) Heru Firdausi Syarif, melalui siaran pers Selasa (20/2).

Ket. Foto: Linear Accelerator (Linac) alat untuk terapi penyakit kanker. Berbasis teknologi radioterapi alat ini menghasilkan sinar x (x-ray) berenergi tinggi atau elektron untuk membunuh sel kanker dalam berbagai variasi kedalaman dan ukuran secara eksternal. — Sumber: istimewa

Berdasarkan data Perhimpunan Dokter Hematologi Onkologi Medik Penyakit Dalam Indonesia (Perhompedin) pada 2020, jumlah alat radioterapi di Indonesia berupa LINAC hanya terdapat 55 unit dengan fokus penyebaran paling banyak di pulau Jawa dan Sumatera. Semantara itu, hanya terdapat masing-masing satu unit yang tersedia untuk Pulau Kalimantan dan Papua.

Sesuai dengan rencana IRRA untuk melakukan ekspansi pada sejumlah kategori pada tahun ini, termasuk diantaranya adalahdurable productsyang bersifat jangka panjang untuk meningkatkan pertumbuhan yang berkelanjutan (sustainable growth), kini IRRA berkesempatan untuk menjadi penyedia dari alat Linac.

"Di samping perluasan portofolio yang dapat berkontribusi dalam menjaga kinerja dan performa positif bagi Perseroan, ini juga menunjukkan komitmen Perseroan dalam mencegah dan mengobati kanker di Indonesia," kata Heru.

Linac adalah alat yang digunakan ketika radioterapi dengan menghasilkan x-ray (sinar x) berenergi tinggi atau elektron untuk membunuh sel kanker. Dilengkapi dengan tujuh pilihan energi, Linac dapat membunuh sel kanker dengan berbagai variasi kedalaman dan ukuran secara eksternal.

"Dengan bantuan komponen Multi-Leaf Collimator (MLC), sinar x yang dibentuk menyerupai jaringan kanker oleh Linac dapat mengurangi efek samping pada jaringan sehat di sekitarnya," terangnya.

IRRA memahami peran krusial dari produk Linac ini dalam pengobatan kanker. Oleh karena itu, dengan mengikuti tender atau pengadaan distribusi Linac dari pemerintah nantinya, pihaknya berharap dapat memberikan kebermanfaatan bagi lebih banyak orang untuk menekan angka kesenjangan perawatan kanker di Indonesia.

Kematian Meningkat

Data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mencatat angka kejadian penyakit kanker di Indonesia mencapai 136 orang per 100.000 penduduk. Angka ini menempati urutan ke-8 di Asia Tenggara dan ke-23 di Asia menurut data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2019),

Sementara itu, menurut laporan World Health Organization (2024) berjudul Global Cancer Burden Growing, Amidst Mounting Need for Services, secara global diperkirakan terdapat lebih dari 35 juta kasus kanker baru pada 2050.

Beberapa negara dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang tinggi, termasuk Indonesia, diperkirakan akan mengalami peningkatan terbesar dengan tambahan 4,8 juta kasus dan angka kematian yang meningkat hampir dua kali lipat pada 2050.

"Data tersebut memperlihatkan pentingnya pemerintah hingga pelaku swasta untuk mengatasi tingginya angka kanker yang juga termasuk dalam Non Communicable Disease (NCD)," kata Heru Firdausi.

Ia menerangkan, kanker adalah kelompok penyakit yang ditandai dengan pertumbuhan sel tidak terkontrol dan berpotensi menyebar ke bagian tubuh lain. Penyebaran (metastasis) sel kanker ini dapat melalui pembuluh darah maupun pembuluh getah bening.

Penyakit kanker merupakan penyakitsilent killerketiga setelah struk dan penyakit jantung. Pengobatan pada kanker tergantung pada jenis dan stadium penyakit, potensi efek samping, serta pilihan dan kesehatan umum dari pasien. Secara umum, pengobatan kanker terbagi menjadi kemoterapi, radioterapi, dan terapi target.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Haryo Brono

Berita Terbaru

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.