Harga Cabai Rawit Naik Jadi Rp55.000 Per Kg di Mataram
Jumat, 16 Feb 2024, 15:26 WIBMATARAM - Dinas Perdagangan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyebutkan harga cabai rawit pada sejumlah pasar tradisional di Mataram, Jumat (17/1), mengalami kenaikan dari Rp30.000 per kilogram menjadi Rp55.000 per kilogram akibat kurang pasokan.
Kepala Bidang (Kabid) Bahan Pokok dan Penting (Bapokting) Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram Sri Wahyunida di Mataram, Jumat, mengatakan, kenaikan harga cabai rawit ini terjadi secara bertahap sejak Sabtu (11/2).
"Mulai dari harga RpRp30.000 per kilogram menjadi Rp35.000, naik lagi jadi Rp44.000, naik lagi Rp50.000 dan kini menjadi Rp55.000 per kilogram," sebutnya.
Sementara untuk harga cabai merah besar dan cabai merah keriting saat ini masih bertahan pada angka Rp60.000 per kilogram dan berada di atas harga normal sekitar Rp25.000 per kilogram.
Menurut Sri, kenaikan harga cabai rawit tersebut dipicu karena pasokan berkurang yang disebabkan faktor perubahan cuaca dengan masuknya musim hujan.
"Dengan demikian, produksi beberapa kabupaten/kota penghasil cabai di daerah ini mulai menurun sehingga memicu kenaikan harga," katanya.
Terkait dengan itu, pihak sudah melakukan koordinasi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait diantaranya Dinas Perdagangan Provinsi NTB agar dapat mendatang cabai dari luar daerah sebagai bagian upaya stabilkan harga agar tidak memicu inflasi.
"Minggu lalu, saya studi tiru ke luar daerah dan terlihat cabai petani di Pulau Jawa sudah hampir merah dan siap panen. Jika cabai dari luar daerah bisa masuk, maka itu bisa menekan harga cabai di kota ini," katanya.
Selain itu, Sri juga sudah melakukan koordinasi dengan Bank Indonesia (BI) untuk melakukan operasi pasar murah (OPM) terkait beberapa komoditas pertanian terutama cabai.
BI memiliki banyak binaan petani hortikultura yang dapat dilibatkan untuk melaksanakan OPM guna membantu dan meningkatkan daya beli masyarakat.
"Jika OPM bisa dilaksanakan, maka masyarakat bisa membeli cabai dan komoditas pertanian lainnya dengan harga yang lebih murah sebab yang menjual adalah petani langsung binaan BI," katanya.
Di samping itu, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Kota Mataram agar dapat mengoptimalkan kegiatan pasar tani.
"Dinas Pertanian juga punya komoditas petani hortikultura yang bisa dilibatkan, agar harga jual bisa lebih murah dibandingkan tradisional," katanya.
Untuk menyikapi kenaikan harga cabai tersebut, Sri, berharap masyarakat tidak panik "buying" sebab hal itu bisa memicu kenaikan harga.
"Sebaliknya, jadilah konsumen cerdas dengan belanja sesuai kebutuhan agar harga bisa terjangkau," katanya.
- Nusa Tenggara Barat (NTB)
- Mataram
- Cabai rawit
- Cabai rawit merah
- Kota Mataram
- Provinsi Nusa Tenggara Barat
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Selama Ramadan, Peserta Didik di Penajam Dapat Menu MBG Makanan Kering
-
Inovasi Perajin Besek Bambu di Kabupaten Magetan Mengikuti Permintaan Pasar
-
Menuntaskan Revitalisasi 30 Unit Sekolah di Pidie Jaya
-
Menambang Oksigen dari Debu Bulan untuk Kehidupan Luar Angkasa
-
Kolaborasi Kemenpora dan SIWO PWI Apresiasi Atlet Berprestasi
-
Pemprov Jatim Mulai Terapkan Pembatasan Gadget di Sekolah
-
Bukan di Cappadocia, Intip Tradisi Balon Udara Raksasa 20 Meter yang Hiasi Langit Garut Saat Lebaran
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.