Mantan PM Finlandia Alexander Stubb Menang dalam Pemilihan Presiden

Senin, 12 Feb 2024, 14:03 WIB

HELSINKI - Kandidat presiden dari Koalisi Nasional, Alexander Stubb, menang tipis dalam pemilihan presiden Finlandia pada Minggu (11/2) malam.

CGTN melaporkan, Stubb memperoleh 51,6 persen dukungan pada putaran final, sementara kandidat Partai Hijau Independen Pekka Haavisto memperoleh 48,4 persen, menurut angka yang dikeluarkan Kementerian Kehakiman Finlandia.

Ket. Foto: Kandidat Partai Koalisi Nasional Alexander Stubb merayakan kemenangannya setelah memenangkan putaran kedua pemilihan presiden pada malam pesta pemilihan, Helsinki, Finlandia, 11 Februari 2024. — Sumber: CGTN/CFP

"Saya berjanji akan melakukan yang terbaik setiap hari untuk tugas ini," kata Stubb setelah dikukuhkan sebagai presiden Finlandia berikutnya.

Berkomentar kepada media, Stubb mengatakan Finlandia kini memasuki era baru. "Saya ingin melanjutkan apa yang dilakukan Niinisto, namun dapat dimengerti bahwa era baru sedang dimulai," katanya.

Stubb akan dilantik sebagai presiden ke-13 negara Nordik itu pada 1 Maret, menggantikan Sauli Niinisto.

Sami Borg, seorang analis pemilu untuk lembaga penyiaran nasional Yle, mengatakan hasil pemilu ini adalah yang paling ketat di era pemungutan suara langsung.

Pada malam pemilihan, bagian Haavisto terus meningkat seiring berjalannya penghitungan, namun ia tidak mampu mengejar selisihnya.

Tingkat partisipasi pemilih mencapai 70,7 persen, turun dari 75 persen pada putaran awal.

Stubb (55) pernah bekerja sebagai anggota Parlemen Eropa, anggota parlemen Finlandia, perdana menteri Finlandia, menteri luar negeri, dan wakil direktur jenderal Bank Investasi Eropa. Ia meraih gelar PhD dalam bidang politik internasional dan berbicara bahasa Swedia, Finlandia, Inggris, Prancis, dan Jerman.

Pemilihan presiden diadakan di Finlandia setiap enam tahun sekali. Pemilihan umum dilakukan melalui pemungutan suara langsung. Sembilan kandidat berkompetisi di babak awal pada 28 Januari tahun ini, dengan dua kandidat teratas melaju ke babak final.

Hubungan antara Helsinki dan Moskow memburuk setelah invasi Rusia ke Ukraina pada 2022, mendorongFinlandia bergabung dengan NATO pada April 2023.

Rusia, yangberbatasan denganFinlandia sepanjang 1.340 kilometer (830 mil), dengan cepat memperingatkan mengenai "tindakan pencegahan".

"Situasi politik internasional sangat menuntut kami saat ini dan saya pikir kami benar-benar membutuhkan seorang presiden yang dapat bekerja dengan berbagai partai politik dan dapat bernegosiasi," kata dokter berusia 46 tahun, Maarit Tarkiainen, kepada AFP di Helsinki.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Lili Lestari

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.