Green House Bekasi Perlu Ditiru Daerah Lain

Jumat, 06 Feb 2026, 18:32 WIB

BEKASI – Langkah yang ditempuh Bekasi dengan membangun green house baik sekali bila ditiru daerah lain. Sebab ini akan memperkuat ketahanan pangan. Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri meninjau green house di kawasan perumahan wilayah Kota Bekasi dalam rangka mendukung program ketahanan pangan dan penghijauan lingkungan di tengah masyarakat perkotaan.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Metro Jaya turut didampingi Wakapolda Metro Jaya, Irwasda Polda Metro Jaya serta Kapolrestro Bekasi Kota untuk meninjau langsung pengelolaan green house yang dimanfaatkan warga untuk budidaya tanaman sayuran dan tanaman produktif lainnya di lingkungan perumahan.

Ket. Foto: bantu produksi pangan — Sumber: ant

“Kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara masyarakat dan aparat dapat menciptakan lingkungan yang lebih produktif dan sehat. Kami mendukung inisiatif yang bermanfaat bagi ketahanan pangan dan kualitas lingkungan,” kata Asep.

Menurut dia, keberadaan green house di tengah permukiman dapat menjadi salah satu solusi menjaga ketersediaan pangan sekaligus meningkatkan kepedulian warga terhadap lingkungan. "Program berbasis masyarakat seperti ini perlu didorong karena memberikan manfaat langsung bagi warga," ujar Asep.

Dia pun menegaskan Polri tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan, tetapi juga hadir untuk mendukung program-program yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

Kunjungan tersebut sekaligus memperkuat sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan warga dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hijau di wilayah Bekasi. 

SAE Lapas NTT

Sementara itu, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Johni Asadoma menilai program pertanian di lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Kelas IIA Kupang sebagai contoh pembinaan berdampak yang turut memperkuat ekonomi lokal hingga nasional.

"Program ini bukan hanya berdampak bagi warga binaan, tetapi juga berkontribusi pada penguatan ekonomi daerah. Ini contoh pembinaan yang konkret dan patut direplikasi" ujar Johni saat meninjau lahan SAE Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Kupang di Kupang, Kamis.  

Ia mengapresiasi Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) NTT yang berhasil yang berhasil mengubah lahan berbatu dan tidak produktif menjadi lahan pertanian bernilai guna.

Lahan tersebut kini dimanfaatkan untuk budidaya hortikultura dan tanaman pangan sebagai bagian dari pembinaan kemandirian warga binaan.

Lahan yang dikelola mencapai luas satu hektare tersebut ditanami beragam jenis komoditas seperti kacang panjang, edamame, pepaya, terong, dan berbagai jenis sayur.

Selain itu, terdapat pula lahan jagung seluas tiga hektare yang dikelola melalui kerja sama dengan PT Silvano Maynard Jaya (SMJ) dan Pemuda Tani Indonesia Provinsi NTT. 

Hasil panen tidak hanya mendukung program pembinaan, tetapi juga memberi manfaat ekonomi karena sebagian produk dipasarkan dan disalurkan untuk kebutuhan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Program pertanian tersebut dikelola langsung oleh warga binaan pemasyarakatan (WBP). WBP dilibatkan sejak proses tanam hingga panen, sekaligus dibekali keterampilan pertanian sebagai bekal hidup mandiri setelah bebas kembali ke masyarakat

Sementara itu, Kakanwil Ditjenpas NTT Ketut Akbar Herry Achjar menegaskan komitmen jajarannya dalam mendukung Asta Cita Presiden melalui 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, salah satunya penguatan pembinaan kemandirian dan optimalisasi hasil pertanian yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

"Program pertanian ini menjadi langkah nyata karena hasilnya bukan hanya untuk pembinaan warga binaan, tetapi juga dapat didistribusikan untuk mendukung MBG dan penguatan produk UMKM," ujarnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi NTT dan dinas terkait atas dukungan berkelanjutan terhadap pembinaan di lingkungan pemasyarakatan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Staf Ahli Menteri Dalam Negeri Hoiruddin Hasibuan serta Dinas Pertanian Provinsi NTT yang mendukung penguatan kolaborasi lintas sektor guna memastikan keberlanjutan program pembinaan WBP berbasis pertanian. 

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.