Jumlah Pengungsi Anak-anak di Sudan Terbesar di Dunia

Senin, 12 Feb 2024, 00:00 WIB

JENEWA - Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk anak-anak atau United Nations Children's Fund (Unicef) pada Jumat (9/2) memperingatkan jumlah anak-anak di Sudan yang terpaksa mengungsi dari tempat asalnya pada saat ini telah menjadi yang terbesar di dunia.

Menurut badan tersebut, sekitar 3 juta anak-anak di Sudan terusir dari tempat tinggal mereka akibat perang saudara yang merebak sejak April 2023 lalu. Selain itu, ada 2 juta lainnya yang masih mengungsi akibat krisis-krisis sebelumnya.

Ket. Foto: JADI TEMPAT PENAMPUNGAN I Anak-anak bermain di taman bermain di sebuah sekolah yang telah diubah menjadi tempat penampungan bagi orang-orang yang kehilangan tempat tinggal akibat konflik di kota perbatasan utara Sudan, baru-baru ini. — Sumber: afp/ASHRAF SHAZLY

Seperti dikutip dari Antara, Juru bicara Unicef, James Elder dalam konferensi pers mengakui mendengar kabar krisis kemanusiaan saat kembali mengunjungi Sudan, setelah terakhir datang ke negara itu saat konflik di Darfur 20 tahun yang lalu.

"Ketika saya kembali ke sana pekan lalu, saya dengar kabar-kabar orang tewas akibat malnutrisi maupun kekerasan. Saya juga bertemu banyak anak-anak muda berusia 20-an yang mimpinya telah pupus," ucap Elder.

Sudan tengah dilanda perebutan kekuasaan antara militer Sudan, yang dipimpin oleh Jenderal Abdel Fattah al-Burhan, ketua Dewan Kedaulatan yang berkuasa, dan kelompok paramiliter Pasukan Dukungan Cepat (RSF) pimpinan Hemedti.

Kondisi hidup yang buruk bagi anak-anak di Sudan akibat malnutrisi akut, terusir dari tempat asal, serta ambruknya sistem kesehatan justru lebih membahayakan nyawa anak-anak daripada perang itu sendiri.

Terdampak Malnutrisi

Ia mengatakan, lebih dari 700 ribu anak-anak berpotensi terdampak malnutrisi yang mengancam nyawa tahun ini akibat peperangan yang sudah berlangsung selama 300 hari.

Sementara itu, Elder mengatakan PBB tidak akan bisa menangani lebih dari 300 ribu anak-anak apabila akses dan dukungan tambahan tidak terjamin.

Ia menyoroti terjadinya peningkatan sebesar 500 persen kasus pembunuhan, kekerasan seksual, dan rekrutmen militer yang menyasar anak-anak di Sudan dibandingkan tahun lalu.

"Hal itu berarti jumlah anak-anak yang meninggal, diperkosa, dan terlibat dalam perang telah mencapai angka yang mengerikan. Apalagi, angka ini hanya sekadar puncak gunung es," kata dia.

Terlebih, dua per tiga populasi Sudan saat ini kekurangan akses kesehatan. "Ini adalah perang yang menghancurkan sistem kesehatan dan gizi, dan inilah yang membunuh orang-orang," ucap Elder.

Unicef juga memperkirakan 3,5 juta anak-anak menderita malnutrisi akut tahun ini, dan 700 ribu di antaranya membutuhkan penanganan medis khusus.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Eko S

Berita Terbaru

Pertamina Lubricants Layani Ganti Oli Gratis untuk 1.000 Pengemudi Ojol

Atas Perintah Presiden Prabowo, Menhut Raja Antoni Turun Langsung Tangani Karhutla Kalbar.

Atasi Kekeringan di Lamongan, PU Normalisasi 1,6 KM Sungai & Kerahkan Pompa

Ekosistem Terbuka Dinilai Penting untuk Memperluas Penerapan Agentic AI

Genjot Literasi Pajak Generasi Muda, IKPI Gelar Lomba Cerdas Cermat Nasional

Rumah Sekunder Makin Terjangkau secara Riil, tetapi Stok Hunian Kian Terbatas

Trump Sebut Iran “Runtuh Total”, AS Siapkan “D-Day Ekonomi” untuk Teheran

81 Miles for Indonesia, XLSmart Hubungkan Negeri lewat 5G dan Semangat Berbagi

Kelola Penuaan Kulit secara Personal dengan Pendekatan Perawatan Berlapis

Yili Tebarkan Keceriaan HUT RI ke-81 kepada 2.000 Anak di Lima Rusun

Gokuniku Resmi Buka di Jakarta, Hadirkan “Japan’s Ultimate Meat Experience”

Pendakian Gunung Sindoro, KPALH Gandawesi Bawa Pesan Jaga Alam.

Lansia Terdampak Gempa Manggarai Jadi Perhatian, Khofifah Dorong Pendampingan Psikososial.

Pemprov DKI Boyong 23 UMKM Binaan ke Pameran CISMEF 2026 di Guangzhou Tiongkok

Mau Tahu Rahasia Kecantikan Kulit dan Rambut Korea, Saksikan di BXc 2 pada 27 Agustus Mendatang

Aplikasi GoPay Hadirkan Fitur DBL Indonesia, Meriahkan Kompetisi Basket Pelajar se-Indonesia

Wujud Kepedulian BUMN, TelkomGroup Salurkan Bantuan Rp1,3 Miliar untuk Korban Gempa NTT

Resmikan Jaksinema Pasar Rumput, Wagub Rano Minta Bioskop Mini Rp15 Ribu di Tiap Rusun

Debt Collector Paksa Masuk ke Dalam Mobil, Piting Leher dan Ancam Pengemudi

TNI-Polri Bongkar Arena Judi Sabung Ayam di Gowa, Tidak Ada Orang di Lokasi

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.