Bapanas Mencatat 7,7 Juta Ton CBP Disalurkan ke Masyarakat Selama 2023–2025
Sabtu, 20 Jun 2026, 11:35 WIBJAKARTA â Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat total 7,7 juta ton cadangan beras pemerintah (CBP) telah disalurkan kepada masyarakat sepanjang tahun 2023 hingga 2025 untuk menjaga stabilitas pasokan, harga dan ketahanan pangan nasional.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa mengatakan stok CBP yang dikelola bersama Perum Bulog terus dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat, dengan penyaluran yang diarahkan guna menjaga pasokan dan stabilitas harga di tingkat konsumen.
"Total cadangan beras pemerintah yang telah disalurkan dalam rentang tahun 2023 sampai 2025 mencapai 7,75 juta ton," kata Katut dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu (20/6).
Dia menyampaikan penyaluran tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas pangan sekaligus memperkuat daya beli masyarakat.
Ia merinci penyaluran cadangan beras pemerintah pada 2023 mencapai 2,76 juta ton. Angka itu kemudian meningkat menjadi 3,37 juta ton pada 2024, sementara sepanjang 2025 telah terealisasi sebanyak 1,62 juta ton.
Ketut menuturkan penyaluran cadangan beras pemerintah ditujukan untuk memberikan bantalan ekonomi bagi masyarakat serta meningkatkan akses terhadap beras dengan harga yang lebih terjangkau di tengah berbagai dinamika pasar pangan.
Pemerintah konsisten menyalurkan stok CBP untuk masyarakat melalui banyak program mulai dari program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) beras termasuk bantuan pangan kepada 33,2 juta keluarga penerima manfaat
"Juga demi membantu masyarakat di daerah yang sedang mengalami bencana alam," jelas Ketut.
Adapun penyaluran stok CBP tahun 2023 dengan total 3,37 juta ton terdiri dari bantuan pangan beras 1,49 juta ton, SPHP beras 1,18 juta ton, dan golongan anggaran 87,5 ribu ton serta tanggap darurat 2,3 ribu ton.
Selanjutnya penyaluran CBP sepanjang 2024 meliputi bantuan pangan beras 1,97 juta ton, SPHP beras 1,4 juta ton dan tanggap darurat 442 ton.
Sementara penyaluran stok CBP selama tahun 2025 mencatatkan total 1,62 juta ton yang terdiri dari SPHP beras yang menempati porsi terbesar dengan 802,9 ribu ton. Kemudian untuk bantuan pangan beras 710,78 ribu ton, golongan anggaran 92,1 ribu ton dan tanggap darurat 13,16 ribu ton.
Ketut menjelaskan berbagai program baik tersebut masih dilanjutkan pada tahun 2026. Apalagi pemerintah saat ini memperkuat stok CBP dengan mengandalkan penyerapan produksi petani dalam negeri sepenuhnya.
"Saat ini pemerintah fokus penyerapan panen petani kita untuk CBP. Ini juga diiringi dengan pelaksanaan program penyaluran ke masyarakat sampai akhir tahun nanti. Upaya ini harus kontinyu diimplementasikan agar hulu dan hilir selalu terjaga kestabilannya," tutur Ketut.
Bapanas mencatat realisasi penyaluran CBP untuk anggaran 2026 telah menyentuh total 946,8 ribu ton per 18 Juni yang terdiri dari bantuan pangan beras 550,1 ribu ton, SPHP beras 348,5 ribu ton, golongan anggaran 36,8 ribu ton dan tanggap darurat 11,3 ribu ton.
"Pemerintah pun telah memutuskan bantuan pangan beras ditambah 3 bulan alokasi di semester kedua tahun ini," jelasnya.
Sementara total stok beras yang ada di Bulog sampai 18 Juni 2026 berada di angka 5,2 juta ton yang bersumber dari pengadaan setara beras produksi dalam negeri sejak awal 2026 yang telah mencapai 3,18 juta ton.
"Selain itu juga ditopang dari stok akhir tahun 2025 yang masih 3,24 juta ton dengan realisasi pengadaan produksi dalam negeri selama 2025 di 3,43 juta ton tanpa ada impor," ucap Ketut.
Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan stok beras nasional melimpah dengan cadangan mencapai 5,2 juta ton, sehingga pemerintah tidak menginginkan impor beras di tengah ketersediaan yang mencatat rekor tertinggi.
"Kemampuan gudang kita 3 juta ton. Kita sudah sewa 2,3 juta ton dan ini tertinggi selama merdeka. Kalau dulu, stok di Bulog hanya 1 juta ton kemudian harga naik, kesimpulannya impor. Sekarang berbeda. Kita surplus. Kita sudah swasembada," kata Amran.
Pencapaian produksi beras Indonesia turut disebut dalam laporan Rice Outlook edisi Mei 2026 yang dirilis United States Department of Agriculture (USDA). USDA melaporkan produksi beras secara global periode 2025-2026 meningkat 1,5 juta ton. Pada Rice Outlook bulan April 541,3 juta ton dan naik menjadi totalnya 542,8 juta ton.
Indonesia disebut menjadi salah satu negara dengan perkembangan angka produksi beras setahun tertinggi bersama Nigeria, Pantai Gading dan Vietnam.
Namun jika dibandingkan tiga negara tersebut, hanya Indonesia yang memiliki angka total produksi beras setahun mencapai lebih dari 30 juta ton. Nigeria berada di angka 5,9 juta ton, Pantai Gading 1,7 juta ton dan Vietnam 26,2 juta ton.
- Badan Pangan Nasional (Bapanas)
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Bapanas Kawal Kesepakatan Serap Telur Peternak Jatim, SPPG Gunakan Menu Telur Minimal 3 Kali Sepekan
-
Ringankan Beban Peternak Layer, Bapanas Pastikan Stok SPHP Jagung di Jatim Aman
-
Solok Punya Peran Strategis, Produksi Bawang 500 Ton Per Hari, Surplus 16 Juta Ton Beras
-
Stok Melimpah: Kementan Gercep Serap Telur Peternak Magetan di Tengah Produksi Melimpah
-
Lakers Selangkah Lagi Singkirkan Rockets, Menang Dramatis Lewat Overtime
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.