Bintang: Pemilu Momentum Tingkatkan Keterlibatan Perempuan di Parlemen
Rabu, 07 Feb 2024, 14:37 WIBJAKARTA - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan AnakBintang Puspayoga mengimbau masyarakat untuk mendukung keterlibatan perempuan di parlemen. Pemilu 14 Februari mendatang merupakan momentum untuk meningkatkan keterwakilan perempuan di Parlemen.
"Kenapa kami mendorong semakin meningkatnya peran perempuan di parlemen, karena perempuan itu ketika membuat sebuah kebijakan pendekatannya lebih humanis," ungkap Bintang dalam diskusi virtual bertajuk "Dukung Perempuan dalam Pemilu 2024" yang digelar FMB9 di Jakarta, Rabu (7/2).
Ia mengakui keterlibatan perempuan di dunia politik masih terbelenggu oleh sistem adat yang masih patriarki. Belum banyak masyarakat yang siap menerima keterwakilan perempuan di parlemen. Padahal perempuan itu sangat luar biasa tanggung jawabnya, lebih detail dalam membuat keputusan, katanya.
Dampak dari budaya patriarki hingga saat ini, keterwakilan perempuan di parlemen masih sangat minim. Maka itu, ia mengimbau agar masyarakat berpikir lebih terbuka.
Adapun keterwakilan perempuan dalam parlemen menjadi persoalan penting dalam Pemilu 2024. Dalam Pasal 245 UU No.7 Tahun 2017 tentang Pemilu telah disebutkan syarat 30 persen keterwakilan perempuan di parlemen.??
Namun, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) mencatat pada Pemilu 2019, keterwakilan perempuan di DPR hanya 20,5%. Perempuan seringkali dimanfaatkan hanya untuk mendulang suara, tetapi tidak diharapkan untuk terpilih.
Bintang mengingatkan, seorang individu yang dilahirkan oleh perempuan nantinya akan tumbuh dan berkembang menjadi pemimpin di masa depan. "Artinya perempuan itu melahirkan peradaban makanya kita harus beri tempat bagi perempuan untuk berkarya di dunia politik agar melahirkan kebijakan yang sangat humanis," tegas Bintang.
Dia juga mengingatkan bahwa Pemilu mensyaratkan inklusifitas di mana semua kelompok masyarakat memiliki kesempatan berdemokrasi. Tidak boleh ada diskriminasi baik suku, ras maupun jenis kelamin di parlemen. Dan diperlukan keberagaman keterwakilan, serta peluang dan kesempatan di parlemen.
"Perempuan harus diberi kesempatan yang sama dalam proses pengambilan kebijakan politik, makanya kita perlu dukung bukan hanya dalam hal kuantitas tetapi juga dari sisi kualitas," pungkas Bintang.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Belajar bahasa isyarat memperingati Hari Tuli Nasional
-
Pemkab Kudus Minta Peternak Waspada PMK karena Temuan 12 Kasus Baru
-
Junta Ancam Tuntut Ratusan Orang atas Sabotase Pemilu
-
Realisasi Investasi Kota Tangerang 2025 Tembus Rp22,5 Triliun, Tertinggi dalam Tiga Tahun
-
Rapat Dengar Pendapat Umum Komisi III DPR RI dengan Nabilah O'Brien
-
Harga Emas Melonjak, Pakar Ingatkan: Tahan Nafsu, Jangan FOMO!
-
Jonatan Christie Bongkar Mimpi Besarnya: Bangun Akademi Tunggal Putra Kelas Dunia!
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.