Penanaman Pohon dan Pembangunan Kebun Raya Bambu di Magetan untuk Wujudkan Keberlanjutan Lingkungan

Selasa, 06 Feb 2024, 15:54 WIB

MAGETAN - Wakil Menteri LHK, Alue Dohong, memimpin penanaman bambu sebagai bagian dari gerakan penanaman pohon serentak yang dilakukan di Kebun Raya Bambu Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Senin (5/2).

Menurut siaran persnya, kegiatan ini sejalan dengan rangkaian kegiatan penanaman pohon yang telah dilakukan pada 30 Desember 2023 sekaligus melaksanakanarahan Presiden Joko Widodo untuk terus melakukan penanaman di sepanjang musim penghujan tahun 2023-2024.

Ket. Foto: Wamen LHK, Alue Dohong saat menanam pohon, didampingi Dirjen PPKL, KLHK, Sigit Reliantoro. — Sumber: Istimewa

Kegiatan tersebutmerupakan wujud realisasi dari kolaborasi pentahelix yang meliputi pemerintah pusat dan daerah, komunitas masyarakat, dunia usaha, generasi muda, akademisi, dan media.

Penanaman dihadiri Wakil Menteri LHK, Alue Dohong; Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Sigit Reliantoro; Pj. Bupati Mageran, Hergunadi; Ketua Yayasan Bambu Indonesia, Jatnika Nagamiharja; pimpinan SKK Migas, jajaran pimpinan Pemerintah Daerah Kabupaten Magetan, dunia usaha, serta masyarakat.

Gerakan menanam pohon sekaligus menjadi salah satu langkah efektif menghadapi triple planetary crisis yaitu perubahan iklim, polusi, dan ancaman kehilangan keanekaragaman hayati. Ketiganya saling terkait dan sangat mendesak untuk diatasi. Dalam situasi krisis seperti ini, semua pihak harus mengedepankan paradigma kolaborasi dan kerja sama.

Keberadaan pohon dan tutupan lahan yang baik akan meningkatkan daya dukung alam dalam mitigasi perubahan iklim, ketahanan pangan, energi dan kesejahteraan seluruh makhluk hidup. Pada tahun 2023 Pemerintah Kabupaten Magetan mempresentasikan master plan pembangunan kebun raya bambu yang terletak di Kecamatan Sukomoro dengan luas 18,5 hektare sebagai salah satu wilayah lokasi wisata dan kebun raya bambu yang merupakan tanaman lokal khas Magetan dengan total 103 jenis bambu yang ditanam.

Dengan komitmen kuat dari Bupati dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Magetan untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup, maka KLHK melalui Ditjen PPKL mendorong mewujudkan master plan kebun raya bambu di Kabupaten Magetan melalui kolaborasi antara dunia usaha dan pemerintah daerah.

"Ide membuat Kebun Raya Bambu merupakan ide yang sangat brilian, karena ini akan menjadi kebun raya bambu pertama di Indonesia," ungkap Alue.

Lebih lanjut, Alue berharap ke depan bambu yang ditanam menjadi database sebagai adopsi pohon yang akan dikenang oleh si penanam dan generasi mendatang. Ia ingin Kebun Raya Bambu Magetan yang merupakan satu-satunya di Indonesia menjadi ikon pariwisata untuk Kabupaten Magetan.

Pada tanggal 3 September 2023 telah dilakukan penanaman perdana yang dilakukan oleh Bupati Magetan beserta seluruh pemangku kepentingan Kabupaten Magetan. Mulai hari ini dilakukan penanaman bertahap dengan jumlah bibit bambu yang ditanam 3.000 batang yang terdiri dari 23 jenis bambu dengan total 30.571 rumpun bambu.

Tambah Tutupan Lahan

Pj Bupati Magetan, Hergunadi mengungkapkan ruang terbuka hijau menjadi salah satu fungsi penting dalam alokasi setiap wilayah yang berfungsi menjaga kesinambungan ekosistem sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yaitu 30% dari luas wilayah.

"Saat ini di Magetan baru mencapai 16% dan masih kurang 14%, sehingga diperlukan kegiatan-kegiatan seperti ini untuk memenuhi aturan atau tuntutan dalam penyusunan RTRW," katanya.

Hal ini sebagai upaya menambah tutupan lahan untuk menaikkan IKLH Kabupaten Magetan. Selain itu, di Kabupaten Magetan mulai diterapkan kewajiban menanam pohon bagi ASN yang baru masuk dan naik pangkat, serta para pengantin yang mendaftarkan pernikahan.

Bambu menawarkan potensi besar secara ekonomis dan ekologis. Secara filosofis, pemanfaatan bambu di Indonesia dilaksanakan dengan tiga pilar. Pilar pertama sosial budaya, hal ini dikarenakan masyarakat Indonesia telah memiliki ikatan yang kuat dengan tanaman bambu.

Pilar kedua yaitu ekonomi, yang diketahui bersama tanaman bambu tidak diragukan lagi dapat dimanfaatkan dan diproduksi menjadi berbagai macam produk. Pilar ketiga tentang ekologis, bahwa tanaman bambu bisa tumbuh dengan mudah di mana saja dan bambu bisa jadi solusi atas adanya ancaman lingkungan dan dampak perubahan iklim.

Menurut studi Nature, bambu bisa menyerap 17 ton emisi karbon per hektare per tahun, serta dapat memproduksi oksigen 35% lebih banyak dibandingkan dengan pohon dengan luasan yang sama. Hal ini dikarenakan, dengan tumbuhan dalam rumpun, bambu bisa mengisi lahan lebih banyak dibandingkan dengan pohon.

Bambu selain menghasilkan oksigen, juga bermanfaat untuk konservasi air. Satu rumpun bambu betung usia lima tahun dengan jumlah 20 batang dapat mengkonservasi air mencapai 391,22 ribu liter air per hektare atau setara dengan 11 unit truk air berukuran 36.000 liter.

Tak hanya pemerintah daerah, gerakan penanaman pohon didukung oleh dunia usaha, khususnya SKK Migas yang mengkoordinasikan perusahaan Migas antara lain Husky CNOOC Madura Ltd; SAKA Indonesia Pangkah Ltd.; Exxon Mobil Cepu Ltd.; MEDCO E&P Indonesia; PT Pertamina (Persero), Petronas; dan Kangean Energy Indonesia, yang membantu Kabupaten Magetan untuk mewujudkan gagasan untuk memiliki Kebun Raya Bambu pertama di Indonesia.

Perwakilan dari SKK Migas, Febrian Insani, menyatakan penanaman di Kebun Raya Bambu Magetan merupakan bagian dari komitmen di sisi hulu migas di dalam program penanaman pohon sebagaimana diamanatkan Presiden Joko Widodo.

"Program penanaman pohon yang dilakukan oleh industri Migas selalu meningkat. Kegiatan menanam pohon merupakan hal yang sangat baik karena ini juga untuk menekankan kepada masyarakat bahwa kegiatan migas bukan hanya mengeksploitasi apa yang ada di dalam bumi tapi juga kita fokus dan juga peduli terhadap bagaimana kelangsungan lingkungan yang ada di atas permukaan," kata Febrian.

Kementerian LHK mengagendakan penanaman lanjutan pada 7 Februari 2024, serta bulan Maret dan April 2024 di seluruh Indonesia. Hal ini merupakan langkah nyata untuk terus melakukan penanaman pohon bersama seluruh elemen masyarakat di seluruh wilayah Indonesia sepanjang musim penghujan.

"Kami terus mengingatkan langkah konkret dengan mengedepankan kolaborasi dan semangat kerja sama semua pihak melalui kegiatan menanam, memelihara pohon dan menjaga lingkungan merupakan bagian dari kewajiban kita bersama untuk melindungi dan merawat bumi yang lebih baik dan sehat," jelas Alue.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

Berita Terbaru

Prawirotaman Adakan Festival Guna Menunjang Kunjungan Wisata

Warga Semarang yang Akan Menikah, Lihat Pameran 50 Vendor Wedding

Jatim Hari Ini Cerah-Berawan, Gelombang hingga 3,7 Meter Mengintai Perairan Selatan

Gubernur Emanuel Melkiades Bawa Bantuan ke Tiga Titik Terdampak Gempa M7,7 di Riung

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

Putus Akibat Gempa, Akses Jembatan Wae Dampek di Manggarai Timur Pulih

Kapal Kargo Muatan Bijih Besi Tujuan Singapura Tenggelam di Lepas Pantai India, Dua ABK Selamat

Kucuran Beras Capai 1,65 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Rem Harga Beras di Puncak El Nino

BPBD Cilacap Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kekeringan Meteorologis

Menlu Tiongkok Wang Yi Temui Ketua DEN RI Luhut Panjaitan Bahas Investasi di Indonesia

Ratusan Rumah Adat Sade Ludes Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus Pulihkan Korban

Korea Utara Tuding Rencana Perluasan Anggaran Pertahanan Jepang Sebagai 'Persiapan Perang'

Brentford Kalahkan Tottenham Hotspur dengan Skor Telak 3-0

Pemprov NTT Percepat Perbaikan Infrastruktur Terdampak Gempa M7,7

Pemerintah Kota Batam Siapkan Subpenyalur BBM Nelayan di Pulau Rempang

Permudah Akses BBM Subsidi, Pemkot Batam Siap Bangun SPBU untuk Nelayan di Pulau Rempang

Harga Daging Ayam Ras di Dua Kabupaten di Riau di Atas Rp40.000/Kg

Film "The Odyssey" Laris di Korea Selatan, Lampaui 6 Juta Penonton

Balas Trump, Iran Peringatkan Negara yang Gabung dengan Sanksi AS Dianggap 'Musuh'

BMKG Prakirakan Sebagian Besar Wilayah RI Diprakirakan Cerah Berawan pada Minggu

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.