KSSK Tingkatkan Kewaspadaan Risiko Global

Rabu, 31 Jan 2024, 09:24 WIB

JAKARTA - Sektor keuangan Indonesia masih dibayangi sejumlah risiko akibat dampak ketidakpastian global. Karena itu, kewaspadaan perlu dilakukan sekaligus menyiapkan upaya mitigasinya.

Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menegaskan komitmen untuk memperkuat koordinasi dan sinergi dalam menjaga perekonomian Indonesia. "Hal itu dilakukan dengan meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko perlambatan ekonomi serta ketidakpastian pada level global di tahun ini," jelas Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, usai memimpin rapat KSSK di Jakarta, Selasa (30/1).

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi global melambat dari sebelumnya 3 persen pada 2022 menjadi hanya 2,5 persen pada 2023 dan kembali melemah menjadi 2,4 persen pada 2024. Dengan demikian, situasi pada 2024 lebih lemah dibandingkan 2023.

KSSK juga terus mengawasi kemungkinan rambatan yang terjadi akibat risiko global yang berpotensi memengaruhi perekonomian dan sistem keuangan Indonesia. Untuk itu, koordinasi antara Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) terus ditingkatkan.

"Kami berempat terus berkomitmen untuk memperkuat koordinasi dan sinergi serta meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko perlambatan ekonomi global dan berlanjutnya ketidakpastian pada 2024," ujar Menkeu selaku Ketua KSSK.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, mengungkap ada beberapa faktor eksternal yang berpotensi menjadi risiko terhadap sektor jasa keuangan Indonesia ke depan. Beberapa faktor tersebut antara lain downside risk akibat pelemahan perekonomian Tiongkok, eskalasi tensi geopolitik, dan fluktuasi harga komoditas ekspor.

"OJK juga meminta Lembaga Jasa Keuangan (LJK) agar tetap mencermati faktor-faktor risiko tersebut dan secara berkala melakukan uji ketahanan dalam rangka mengukur kemampuan LJK dalam menyerap potensi risiko yang terjadi," kata Mahendra.

Untuk itu, dia mengimbau para pelaku jasa keuangan agar mewaspadai akan risiko-risiko tersebut. Seperti diketahui, KSSK menyatakan perekonomian dan sistem keuangan Indonesia terjaga sepanjang 2023 dan mampu mendukung pemulihan serta pertumbuhan ekonomi.

Pernyataannya tersebut menimbang kinerja stabilitas sistem keuangan Indonesia pada kuartal IV-2023 yang terjaga dalam kondisi baik di tengah perlambatan ekonomi serta ketidakpastian pasar keuangan global.

Dibayangi Masalah

Sementara itu, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Katolik Atmajaya Jakarta, YB Suhartoko, mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2024 dibayangi sejumlah masalah, apalagi setelah ekonomi Tiongkok terganggu. Selama ini, Tiongkok dan Amerika Serikat (AS) merupakan negara-negara mitra dagang terbesar bagi Indonesia.

Pelambatan ekonomi Tiongkok pastinya berdampak pada perekonomian Indonesia, terutama untuk industri manufaktur tertentu, seperti kosmetik, kimia, dan obat obatan. Sebab, industri tersebut banyak menggunakan bahan baku dari Tiongkok.

"Diperkirakan penurunan 1 persen ekonomi Tiongkok bisa berdampak pada penurunan pertumbuhan ekonomi Indonesia," papar Suhartoko.

Karena itu, lanjutnya, Indonesia tidak boleh tergantung pada satu negara saja sehingga butuh diversifikasi tujuan ekspor dan asal impor.

Selain itu, dia juga mendorong pemerintah mengakselerasi substitusi impor. Kebergantungan impor pada produk dan bahan baku dari Tiongkok juga tidak bagus.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

Coba Lerai Perkelahian, Dua Polisi Dikeroyok Masa saat Karnaval di Blora

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.