Arab Saudi Percaya Diri Atasi Korea Selatan

Selasa, 30 Jan 2024, 06:57 WIB

DOHA - Untuk pertama kalinya sejak tahun 2000, Arab Saudi dan Korea Selatan bertemu lagi di babak sistem gugur Piala Asia. Kedua tim berhadapan dalam laga babak 16 besar yang berlangsung Selasa (30/1) malam waktu setempat di Education City Stadium, Doha, Qatar.

"Green Falcons" (julukan tim nasional Arab Saudi) memuncaki Grup F dengan hasil imbang 0-0 melawan Thailand. Sedangkan Korea Selatan berada di urutan kedua Grup E setelah bermain imbang 3-3 dengan Malaysia.

Ket. Foto: Arab Saudi akan hadapi Korea Selatan I Gelandang Arab Saudi, Salem al-Dawsari menggiring bola melewati kiper Thailand, Saranon Anuin saat pertan­ding­an Piala Asia AFC Qatar 2023 antara Arab Saudi melawan Thailand di Stadion Education City di al-Rayyan, Doha, pekan lalu. Arab Saudi akan menghadapi Korea Selatan di babak sistem gugur ­Piala Asia yang berlangsung Selasa (30/1) malam waktu setempat di Education City Stadium, Doha, Qatar. — Sumber: Giuseppe CACACE/AFP

Di babak penyisihan grup, Arab Saudi melanjutkan catatan bagus sebelum Piala Asia dimulai. Arab Saudi tidak terkalahkan di babak grup turnamen ini untuk pertama kalinya sejak 2007. Hasil itu sekaligus memperpanjang catatan tak terkalahkan menjadi delapan pertandingan di semua kompetisi.

Dia juga hanya kebobolan satu gol di babak penyisihan grup. Performa lini pertahanan Arab Saudi yang impresif bukanlah suatu kejutan. Sebab reputasi pelatih Roberto Mancini, yang sering mengatakan secara terbuka lebih memilih hasil 1-0 daripada menang dengan banyak gol.

Kontra Korea Selatan, Mancini memiliki kesempatan melakukan sesuatu yang belum pernah dikerjakan pelatih Arab Saudi sejak 2007, yaitu memenangkan pertandingan babak sistem gugur di Piala Asia. Sejak mengalahkan juara Piala Dunia Argentina dalam pertandingan pembuka di Piala Dunia Qatar 2022, Arab Saudi telah kalah sembilan dari 10 pertandingan di semua kompetisi.

Green Falcons belum pernah memenangkan pertandingan melawan Korea Selatan sejak kualifikasi Piala Dunia 2005 (1-0). Arab Saudi menang saat terakhir kali kedua tim berhadapan di babak sistem gugur Piala Asia di semifinal tahun 2000 ( 2-1).

Penyisihan grup Piala Asia untuk Korea Selatan penuh dengan drama dan kegembiraan. Setidaknya empat gol dicetak dalam ketiga pertandingan. Namun, hasil tersebut tidak terlalu meyakinkan. Tim berjuluk Taegeuk Warriors itu hanya mengumpulkan lima poin. Jumlah itu paling sedikit bagi Korea Selatan di fase grup kompetisi ini sejak tahun 2007 (empat poin), dan gagal memuncaki grup untuk pertama kalinya sejak tahun 2011.

Untuk pertandingan kedua berturut-turut, tim Jurgen Klinsmann memiliki penguasaan bola dan peluang terbanyak saat melawan Malaysia. Namun seperti yang dikatakan mantan pemain pemenang Piala Dunia itu, transisi pertahanan tim asuhannya sekali lagi buruk.

Korsel memenangkan pertandingan sistem gugur pembuka (16 besar) di Piala Asia di empat turnamen terakhir, mengalahkan Bahrain di tahap ini empat tahun lalu (2-1).

Sebagai pelatih tim nasional, Klinsmann hanya menderita satu kekalahan dalam waktu normal baik di Piala Dunia atau kompetisi kontinental lainnya. Saat itu tim Amerika Serikat asuhannya kalah 2-1 melawan Jamaika di semifinal Piala Emas CONCACAF 2015.

Korea Selatan belum kebobolan satu gol pun melawan Green Falcons dalam empat pertemuan sebelumnya. Meski demikian, Korea Selatan belum pernah mengalahkan Arab Saudi di Piala Asia.

Thailand "Pede"

Di laga lain yang berlangsung Selasa malam, Thailand berhadapan dengan Uzbekistan. Thailand dapat mencapai perempat final Piala Asia untuk pertama kalinya jika menang dalam laga yang berlangsung di Al Janoub Stadium Park. Tim negeri Gajah Putih ini tampak makin pede (percaya diri) akan mampu melangkah lebih jauh.

Thailand kalah dalam dua pertandingan terakhir melawan Uzbekistan. Dia gagal mencetak gol di salah satu pertandingan tersebut. Kemenangan terakhir melawan Uzbekistan terjadi di Piala Raja 2007 (3-2).

Sementara itu, tim debutan Piala Asia Tajikistan menorehkan sejarah usai secara mengejutkan menyingkirkan Uni Emirat Arab melalui adu penalti, Senin malam waktu setempat. Tajikistan bergabung dengan Australia di perempat final.

Setelah selama 120 menit pertandingan berakhir 1-1 di Doha, Tajikistan memenangkan adu penalti dramatis 5-3. Tim asal Asia Tengah, yang menduduki peringkat 106 dunia dan baru pertama kali tampil di Piala Asia itu, kini akan menghadapi Yordania atau juara 2007 Irak di babak delapan besar. ben/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.