BPBD DIY Ingatkan Warga Dilarang Menambang Pasir di Lereng Merapi

Kamis, 25 Jan 2024, 14:40 WIB

YOGYAKARTA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan penambangan pasir atau batu di lereng Gunung Merapi, khususnya di daerah potensi bahaya di kawasan rawan bencana (KRB) III.

"Seharusnya semua wilayah KRB III memang tidak boleh ada aktivitas termasuk penambangan," kata Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD DIY Lilik Andi Aryanto di Yogyakarta, Kamis (25/1).

Menurut Lilik, hal tersebut sesuai dengan rekomendasi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) yang hingga kini masih menetapkan status Gunung Merapi pada Level III atau Siaga.

Dia menuturkan KRB III merupakan kawasan yang sangat berpotensi terdampak lontaran material vulkanik, awan panas, dan aliran lava saat terjadi erupsi Merapi.

"Rekomendasi masih seperti yang sebelumnya. Belum ada perubahan," ujar dia.

Adapun di luar KRB III, Lilik meminta aktivitas penambangan di sungai-sungai berhulu Merapi berhenti sementara saat terjadi hujan di puncak Merapi yang berpotensi memicu lahar hujan.

"Demi keselamatan bersama, apabila terjadi hujan lebat supaya menjauh dari sungai yang bisa berpotensi terjadi lahar hujan," kata dia.

Meski demikian, menurut Lilik, membutuhkan hujan yang sangat lebat untuk mendorong material vulkanik yang berada di puncak untuk sampai ke bawah atau menjadi lahar hujan.

Selain itu, sungai-sungai berhulu Merapi masih cukup dalam untuk menampung guyuran material dari atas, ditambah keberadaan sabo dam di sejumlah titik.

"Potensi material yang ada di puncak akan turun apabila kena hujan di atas 70 mm, kemudian melihat kondisi saat ini memang sungai-sungai tersebut masih dalam karena aktivitas penambangan," ujar dia.

Lilik memastikan BPBD DIY beserta para relawan tetap meningkatkan kesiapsiagaan dengan mengintensifkan pemantauan selama 24 jam di lereng Merapi.

Dia menuturkan kewaspadaan berbagai pihak termasuk masyarakat perlu ditingkatkan untuk mengantisipasi aktivitas vulkanik Gunung Merapi menjelang puncak musim hujan.

Sebelumnya, BPPTKG mencatat Gunung Merapi di perbatasan DIY dan Jawa Tengah pada Minggu (21/1) mengalami satu kali letusan dengan tinggi kolom tidak teramati serta empat kali awan panas guguran yang mengakibatkan hujan abu vulkanik di sejumlah wilayah di Jawa Tengah.

Untuk mengantisipasi potensi bahaya erupsi Gunung Merapi, BPPTKG mengimbau masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

"Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya," kata Kepala BPPTKG Agus Budi Santoso.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta juga meminta warga di DIY mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi pada puncak musim hujan yang diprediksi terjadi pada Februari 2024.

Ket. Foto: Kubah lava Gunung Merapi terlihat dari Desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Rabu (24/1/2024). Menurut data BPPTKG telah terjadi Awan panas Guguran durasi 186.28 detik pada tanggal 24 Januari 2024 pukul 15:56 WIB dengan jarak luncur maksimal 1.800 meter ke arah barat daya (kali Bebeng). — Sumber: ANTARA/Hendra Nurdiyansyah

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

Coba Lerai Perkelahian, Dua Polisi Dikeroyok Masa saat Karnaval di Blora

Gubernur Pramono Sebut Keluarga Kuat dan Masyarakat Peduli Jadi Kunci Kerukunan Jakarta

Dua Anggota Polisi Jadi Korban Pengeroyokan saat Karnaval HUT RI di Blora

BNPB Perkuat OMC-Armada Pemadaman Karhutla di Kalimantan

Panen Durian dan Manggis di Lebak Serap Ribuan Tenaga Kerja

Labuan Bajo Normal Pascagempa NTT, Kemenpar Minta Aktivitas Wisata Utamakan Keselamatan

Nicolas Cage Akhirnya akan Kembali dalam National Treasure 3

Empat Wisatawan Terseret Ombak Saat Mandi di Pantai Tuturuga Minahasa, Kenzy Masih Hilang

Pemkot Tebing Tinggi Ajak Pelajar Budayakan Menabung

Kemenhut Pastikan Kebakaran Hutan di TN Way Kambas Sudah Padam, Seluruh Gajah Aman

Tol Cisumdawu Arah Bandung-Cirebon Ada Perbaikan, Kontraflow DIberlakukan

Pemerintah Tunjuk Sejumlah Menteri Tangani Karhutla Per Wilayah

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.